Mujizat Masih Ada..!!! Mujizat Masih Ada..???


Banyak pengajaran-pengajaran dari berbagai versi yang di diajarkan tentang kejadian “mujizat 5 roti dan 2 ikan.” Tidak asing lagi kan peristiwa “MUJIZAT 5 ROTI DAN 2 IKAN?” Biasanya beberapa pengajaran yang sering sekali mengekspose MUJIZAT akan menggunakan ayat kejadian “5ROTI DAN 2 IKAN” ini untuk landasan pengajarannya tentang mujizat-mujizat. Di dalam lingkungan gereja-gereja yang saya temui, jarang sekali mengekspose bagian selanjutnya/sambungan dari kisah ini. Tetapi bagi saya justru bagian selanjutnya adalah bagian yang menentukan dari kejadian mujizat “5 roti dan 2 ikan” ini. Seringkali Alkitab menerangkan sesuatu dengan suatu cerita panjang atau bahkan cerita kejadian-kejadian bersambung yang dicatat di dalam satu bagian kitab dan bagian lainnya di dalam kitab lain atau di dalam pasal yang lain. Bahkan yang paling baik dan paling aman adalah, jika kita ingin menemukan arti dari satu ayat, maka kita harus melihatnya dari PERSPEKTIF SELURUH ALKITAB, dengan demikian maka kita akan sangat terhindar/meminimalisir kesalahan di dalam mengartikan ayat tersebut. Tetapi seringkali saya melihat banyak pendeta/pengajar hanya mengambil sebagian/sedikit ayat saja yang menurut saya hal itu sangat disayangkan karena justru kita akan sangat sedikit bisa menangkap dari maksud Alkitab itu sendir, bahkan bisa menimbulkan kesesatan. Kesesatan yang saya maksud yaitu kesalahan fatal di dalam mengartikan maksud suatu ayat. Maka dari itu marilah kita bahas sedikit demi sedikit.

Yohanes 6:6-67

6:1Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.6:2Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.6:3Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.6:4Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.6:5Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”6:6Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.6:7Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”6:8Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:6:9″Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”6:10Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.6:11Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.6:12Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”6:13Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.6:14Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”6:15Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.6:16Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu6:17dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,6:18sedang laut bergelora karena angin kencang.6:19Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.6:20Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!”6:21Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.6:22Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.6:23Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.6:24Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.6:25Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”6:26Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”6:28Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”6:29Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”6:30Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?6:31Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”6:32Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.6:33Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”6:34Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”6:35Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.6:36Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.6:37Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.6:38Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.6:39Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.6:40Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”6:41Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”6:42Kata mereka: “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”6:43Jawab Yesus kepada mereka: “Jangan kamu bersungut-sungut.6:44Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.6:45Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.6:46Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.6:47Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.6:48Akulah roti hidup.6:49Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.6:50Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.6:51Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”6:52Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”6:53Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.6:54Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.6:55Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.6:56Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.6:57Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.6:58Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”6:59Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.6:60Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”6:61Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?6:62Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?6:63Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.6:64Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.6:65Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”6:66Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.6:67Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Dari cerita yang dicatat oleh Yohanes ini, apa yang bisa kita ambil dari pelajaran tentang kisah ini? Baiklah kita akan membahasnya satu persatu.

  • Melihat Mujizat dan Menjadi Percaya

Di dalam kisah ini, Tuhan Yesus sudah mulai terkenal dengan pelayanannya yang agak nyeleneh dari guru-guru Yahudi lainnya. Orang bayak takjub pada pelayanan Yesus yang disertai banyak sekali mujizat, maka banyak orang mengikuti Dia. Ketika banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus maka Yesus ingin memberi mereka makan, singkat cerita karena hanya ada 5 roti dan 2 ikan, maka terjadilah cerita “MUJIZAT 5 ROTI DAN 2 IKAN” yang terkenal itu. Kita semua tentu sudah sering mendengar cerita ini sejak dari sekolah minggu hingga dewasa, cerita ini sangat populer dijadikan bahan kotbah.

Yohanes 6:14-15

6:14Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”6:15Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Setelah orangorang itu melihat mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus maka mereka makin takjub, bahkan Yohanes mencatat mereka berkata bahwa Yesus adalah nabi yang dinanti-nantikan untuk penyelamatan Israel. Dalam hal ini memang bangsa Israel menanti-nantikan Mesias atau penyelamat atau nabi yang diutus untuk menyelamatkan mereka dari tirani dan menjadikan Israel negara yang baru lagi dan berjaya seperti zaman Daud. Setelah melihat mujizat-mujizat yang dilakukan yesus maka mereka percaya bahwa Yesus-lah Penyelamat itu. Bahkan mereka hendak membawa Yesus dengan paksa dan menjadikan-Nya raja, maka dari itu Yesus menyingkir. Intinya adalah, — SETELAH MELIHAT MUJIZAT MAKA MEREKA PERCAYA PADA YESUS DAN HENDAK MENJADIKANNYA SEBAGAI RAJA. —

Yohanes 6:22-25

6:22Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.6:23Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.6:24Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.6:25Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

Bahkan menurut cerita diatas, banyak orangterus mengejar-ngejar Yesus dengan perahu. — MEREKA MENCARI-CARI DAN MERINDUKAN YESUS DENGAN SANGAT SEMANGAT DAN BERAPI-API. —

Lalu setelah mereka menemukan Yesus, apa yang Yesus katakan?

  • Mesin Pembuat Mujizat

Yohanes 6:26-27

6:26Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Setelah mereka melihat mujizat dan ingin menjadikan Yesus sebagai raja, maka hal yang justru sangat mengejutkan adalah jawaban Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Nampaknya perkataan ini cukup keras. Yesus berkata bahwa sebenernya mereka mencari Yesus bukan karena malihat mujizat yang dilakukan Yesus, tetapi telah makan roti dan menjadi kenyang.

Roti adalah HASIL MUJIZAT. Roti dapat MENGEYANGKAN PERUT. Roti dapat MENYEMBUHKAN PENYAKIT(bukankah orang kalau tidak makan maka bisa sakit?). Jadi sebenarnya sama saja secara global Yesus berkata bahwa mereka mencari Yesus bukan karena melihat Yesus melakukan mujizat tetapi mereka MENGIKUT YESUS KARENA HASIL DARI MUJIZAT. Jadi ketika orang-orang itu menerima mujizat, mereka tidak terpancang kepada Yesus tetapi terpancang kepada kenikmatan hasil dari mujizat itu sendiri. Nampaknya dari luar mereka memang percaya dan sungguh-sungguh berapi-api mencari Yesus bahkan mengikuti kemanapun Yesus pergi, tetapi ternyata Yesus berkata bahwa mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Mereka hanya terpaku pada enaknya hasil dari mujizat. Jadi dengan kata lain, — MEREKA MENCARI YESUS HANYA SEKEDAR INGIN MENJADIKAN YESUS SEBAGAI ALAT PEMBUAT MUJIZAT UNTUK MEMUASKAN NAFSU MEREKA. —

Jadi MUJIZAT DAN MENGALAMI MUJIZAT BUKANLAH JAMINAN ORANG BISA PERCAYA KEPADA YESUS..!!! Berapa banyak dari saudara-sudara seiman kita yang mengalami mujizat lalu mereka sangat semangat mengikut Yesus? BUANYAAAKKK..!!!! Tapi perlu kita ingat saudara-saudara, kita harus dengan rela hati melihat apakah kita yang mengalami mujizat itu akhirnya dengan tulus mengikut Yesus atau hanya menginginkan Yesus menjadi boneka kita agar melakukan mujizat untuk pemuas nafsu kita?

Lalu apa bedanya orang yang mengikut Yesus dengan tulus dengan orang yang hanya ingin mujizat saja? Ayat ini akan membahasnya juga saudara, kita akan lanjutkan.

Ayat 27 berkata: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Disini Yesus mulai berkata tentang MAKANAN YANG DAPAT BINASA dan MAKANAN YANG TIDAK BINASA. Apakah itu makanan yang binasa dan tidak dapat binasa?

  • Makanan yang Dapat Binasa dan Tidak Dapat Binasa

Sebelum membahas makanan yang dapat binasa dan tidak dapat binasa, kita lihat perkataan Yesus di awal ayat 27: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan…”

Disini Yesus menyuruh kita semua BEKERJA/MENGERJAKAN SESUATU/MELAKUKAN SESUATU untuk mendapatkan makanan yang tidak binasa. Nampaknya kata-kata “BEKERALAH” yang Yesus ucapkan ini cukup membuat orang-orang Yahudi penasaran, karena bagi adat istiada Yahudi yaitu pada Taurat/perjanjian lama, untuk mencapai kehidupan kekal maka orang harus BEKERJA/MENGERJAKAN SESUATU yaitu melakukan hukum Taurat. Maka orang-orang Yahudi penasaran akan pengajaran Yesus ini, apa yang harus mereka lakukan agar mendapatkan roti yang kekal itu. Maka kemudia orang-orang itu bertanya kepada Yesus:

Yohanes 6:28Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”

Lagi-lagi Yesus menjawab dengan jawaban yang aneh bagi mereka yang biasa melakukan suatu amal ibadah dengan tujuan agar memperoleh hidup yang kekal. Yesus menjawab dengan tegas:

Yohanes 6:29Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Nah, Yesus hanya menyuruh mereka “PERCAYA KEPADA YESUS” tanpa melakukan suatu tindakan kebaikan hukum sebagai amal ibadah ini dan itu. Ini merupakan suatu PENGAJARAN YANG BERTENTANGAN dengan pengajaran mereka. Nampaknya Yesus sudah mulai masuk kepada PENGAJARAN. Disini Yesus tidak lagi membuat MUJIZAT-MUJIZAT tetapi mengeluarkan AJARAN ASLI yang Dia bawa ke dunia. Ajaran yang aneh bagi kaum Yahudi ini menjadi kontroversi diantara mereka, bisakah dengan percaya saja tanpa melakukan amal ibadah ini itu maka seseorang itu mengerjakan sesuatu bagi rohani mereka? Bisakah hanya dengan percaya maka seseorang mengerjakan pekerjaan yang dapat mendatangkan roti/sesuatu yang kekal untuk hidupnya? Apa yang orang-orang Yahudi katakan setelah mereka mendengar ajaran Yesus itu? Mereka mulai ragu dan membandingkan dengan ajaran mereka.

  • Mujizat Sebagai Pemenuh Keinginan

Yohanes 6:30-32

6:30Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?6:31Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”6:32Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.6:33Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”

Ya, kembali lagi seperti sediakala pertama. TANDA/MUJIZAT..!!!! Orang-orang Yahudi — MENUNTUT MUJIZAT UNTUK BISA PERCAYA KEPADA YESUS..!!!Mereka akan membandingkan pekerjaan/mujizat yang Yesus akan berikan kepada mereka dengan mujizat yang Musa lakukan, yaitu menurunkan MANNA. Peristiwa roti manna adalah peristiwa ingat-ingatan orang Yahudi yang menjadi salah satu peristiwa kebanggaan mereka karena penyertaan dan pemeliharaan Allah terhadap bangsa mereka. Maka untuk mereka bisa PERCAYA PADA YESUS, mereka menuntut mujizat seperti yang Musa lakukan yaitu memelihara orang Israel dengan roti.

Maka Yesus menjawab, sebenarnya yang membuat mujizat manna itu bukan Musa tetapi Bapa-Nya yang di Sorga, Bapa-Nya Yesus yang memberikan manna itu, bukan Musa. Maka jangan bangga pada Musa. Sebagai catatan, agama Yahudi disebut juga agama Musa karena Musa adalah orang pertama yang darinya Allah memberikan hukum2-Nya dan mengeluaran mereka dari Mesir. Musa adalah kebanggaan mereka.

Yohanes 6:34Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”

Nah, masih saja orang Yahudi meminta BUKTI. Jika memang benar yang memberikan roti surga itu adalah Bapa-Nya Yesus, maka mereka MEMINTA YESUS UNTUK MEMBUKTIKANNYA, “buktikanlah..!!!! Berikanlah kami roti itu senantiasa..!!!! Maka kami akan percaya kepada-Mu.” BAHKAN MEREKA MEMINTA YESUS MELAKUKANNYA SENANTIASA/SELALU SEPANJANG HIDUP MEREKA, UNTUK MENJADI SYARAT AGAR MEREKA PERCAYA. —

Yohanes 6:35-40

6:35Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.6:36Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.6:37Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.6:38Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.6:39Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.6:40Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Karena orang-orang Yahudi ini tidak mengerti, maka Yesus menerangkan maksud dari perkataan-Nya. Yesus menerangkan bahwa yang dimaksud roti hidup itu adalah diri-Nya sendiri, bukan roti jasmani. Lalu bagaimana caranya makan “Roti hidup” yaitu Yesus sendiri? Yesus menerangkan caranya di ayat 35, barangsiapa DATANG kepada Yesus maka ia tidak akan lapar lagi dan barangsiapa PERCAYA kepada yesus maka ia tidak akan haus lagi. Caranya melahap Yesus adalah dengan DATANG dan PERCAYA.

Tadinya ketika Yesus menyuruh orang-orang itu untuk percaya saja, maka orang-orang itu meminta tanda suaya mereka bisa menjadi percaya. Mereka menantang Yesus untuk melakukan mujizat seperti jaman Musa. Yesus tidak menolak akan memberikan mujizat roti, yesus memberikan “roti” itu secara cuma-cuma seumur hidup mereka dan “roti” itu adalah Yesus sendiri. — MEREKA MEMINTA YESUS MEMBERIKAN MUJIZAT BESAR TETAPI MEREKA TIDAK SADAR BAHWA MUJIZAT TERBESAR SUDAH YESUS BERIKAN DI DEPAN MATA MEREKA, DAN MUJIZAT ITU IALAH YESUS SENDIRI. —

Yesus mengetahui hati mereka dan mengetahui yang akan terjadi maka Yesus mengatakan bahwa walaupun mereka melihat Yesus mereka tidak percaya.

Yohanes 6:41-59

6:41Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”6:42Kata mereka: “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”6:43Jawab Yesus kepada mereka: “Jangan kamu bersungut-sungut.6:44Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.6:45Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.6:46Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.6:47Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.6:48Akulah roti hidup.6:49Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.6:50Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.6:51Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”6:52Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”6:53Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.6:54Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.6:55Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.6:56Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.6:57Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.6:58Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”6:59Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Lalu terlihat di ayat selanjutnya, Yesus mulai memberikan pengajaran yang lebih dalam lagi kepada orang-orang Yahudi. Apa yang terjadi? Di ayat 41 dikatakan orang Yahudi mulai BERSUNGUT-SUNGUT. Mereka mengira Yesus adalah orang yang bisa dijadikan raja penyelamat Israel seperti keinginan mereka. Ternyata Yesus mempunyai pandangan lain. Bahkan disini Yesus berkata bahwa roti manna yang dimakan nenek moyang mereka itu tidak membuat mereka semua hidup kekal, buktinya nenek moyang mereka sudah mati semua. Tetapi roti hidup yang Yesus berikan akan membuat mereka hidup sampai kekal. Mereka tetap tidak mengerti akan perkataan Yesus, Yesus sudah menerangkan tetapi mereka tetap tidak mengerti. YANG ADA DI DALAM PIKIRAN MEREKA HANYALAH HAL-HAL DUNIAWI SAJA, MESKIPUN ITU MUJIZAT TETAPI TETAP SAJA MUJIZAT UNTUK MEMUASKAN HAL-HAL DUNIAWI.

Berapa dari kita ketika kita mendengar kotbah tentang “MUJIZAT 5 ROTI  DAN 2 IKAN” maka dikatakan seolah-olah kejadian mujizat tersebut adalah membuahkan hal rohani? Belum tentu!!! Bahkan Yesus sendiri menerangkan ROTI HASIL MUJIZAT itu adalah DUNIAWI. Meskipun rotinya adalah hasil mujizat, tapi tetap saja roti, jika dimakan maka orang akan lapar lagi. Minta mujizat roti lagi? oke jika dapat mujizat roti lagi, makan lagi, lapar lagi bukan? Mau minta mujizat lagi..???? Hanya sebatas itukah yang namanya Allah????

Anda ingin meminta kaya? Tidak ada salahnya orang ingin mempunyai harta dan menjadi orang kaya. Tetapi apakah kita pernah berpikir apakh itu baik bagi kita atau malah justru akan menyesatkan kita? Tuhan-lah yang paling tahu hal itu. Maka kenapa kita tidak meminta sesuatu yang lebih luhur daripada sekedar kaya, sesuatu yang akan bisa menyelamatkan hidup kita, sesuatu yang membuat hidup kekal. Bukannya orang Kristen tidak boleh kaya, tetapi Tuhanlah yang paling tahu apakh kita sanggup diberikan kekayaan itu atau tidak? Seberap kita sanggup dipercayakan harta oleh Tuhan. Atau jangan-jangan jika banyak harta malah itu akan mebuat kita tidak selamat? Mau minta kepada Tuhan seberapa kaya kah kita? Kekayaan itu akan terus bisa ditambah, dan itu akan terus bisa membuat kita terobsesi akan harta. Dan cara yang nampaknya paling mudah adalah: CARI TUHAN AGAR DIBERKATI. Maka dari itu orang-orang sangat suka dengan pengajaran-pengajaran seperti ini.

Yang lebih aneh lagi adalah banyak sekali pengajaran-pengajaran mengajarkan semakin diberkati berarti Tuhan semakin berkenan. Alkitab sama sekali tidak mengajarkan demikian, menurut saya pengajaran demikian adalah pengajaran yang curang dan bohong. Pengajaran-pengajaran ini nampaknya benar dan memberikan harapan bagi orang-orang Kristen, tetapi sebenarnya jika dipandang dari sudut pandang Alkitab , maka pengajaran-pengajaran seperti ini akan menjadi tidak konsisten dan sama sekali tidak Alkitabiah. (Mengenai pendapat-pendapat saya tentang hal-hal seperti ini, anda dapat membacanya di dalam blog-blog bersambung saya dengan judul: RESEP MANJUT HIDUP BERKELIMPAHAN)

Oleh sebab itu Salomo mengajarkan agar kita meminta sesuatu yang cukup menjadi bagian kita dan bukan kelebihan.

Amsal 30:8-9

30:8Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.30:9Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Oleh sebab itu pula Yesus mengajarkan agar kita meminta sesuatu yang cukup menjadi bagian kita dan bukan kelebihan.

Lukas 11:3Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

Sekarang sedang trend MUJIZAT KESEMBUHAN. Apakah kita pernah berpikir, jika kita mendapat mujizat kesembuhan lalu apa yang terjadi? Bisa sakit lagi kan? Apakah jika mendapat mujizat kesembuhan lalu tidak bisa mati? PASTI AKAN MATI LAGI. kenapa bisa mati? Karena yang mendapat mujizat adalah tubuh, tubuh ini bisa binasa. Yesus berkata: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Mujizat kesembuhan itu yang disembuhkan adalah JASMANI untuk hidup di dunia ini, maka akan bisa binasa. Lalu mujizat apa yang bisa membuat kita tetap hidup kekal walaupun nanti tubuh kita akan mati? KESELAMATAN..!!!! Dan Yesus sudah memberikannya pada kita..!!!!

Saya percaya bahwa saat ini Tuhan masih bisa menyembuhkan, bukankah Tuhan maha bisa? Tetapi masalahnya terletak pada KEMAUAN TUHAN atau KEMAUN KITA? Kemauan manusia cenderung memikirkan hal-hal yang duniawi, yaitu hal-hal yang membikin hidup duniawi lebih nyaman, lebih enak, lebih gampang, dll. Meskipun nampaknya yang diminta adalah mujizat yang notabene dikatakan bahwa mujizat adalah hal rohani, tetapi toh itu untuk kepentingan duniawi juga bukan? Makanan, harta, kesehatan, dll. Maka saya menyebutnya mujizat seperti itu adalah HAL DUNIAWI. Seperti Tuhan Yesus setelah membuat mujizat 5 roti dan 2 ikan pun berkomentar bahwa hal-hal hasil mujizat yang dia buat seperti itu hanyalah hal duniawi yang akan dapat binasa, jangan kita mengejar hasil-hasil mujizat seperti itu yang akan dapat binasa, tetapi kejarlah hal-hal yang tidak dapat binasa.

Maka dari itu di dalam kasus ayat diatas, Yesus berkata dan menerangkan tentang KEBANGKITAN. Siapa yang percaya kepada Yesus maka nanti pada waktu akhir akan DIBANGKITKAN dan DISELAMATKAN. Yesus berbicara tentang hal-hal yang lebih tinggi dan lebih luhur yang tidak ada bandingannya dengan mujizat-mujizat yang hanya memuaskan tubuh duniawi saja.

  • Mujizat dan Kebenaran Sejati

Ketika orang-orang Yahudi itu bingung tentang pengajaran Yesus ketika Yesus berkata tentang memakan daging dan meminum darah Yesus, apa yang mereka lakukan? Jika orang memang benar-benar mencari kebenaran dan ada sesuatu yang tidak jelas, maka akan dicari tahu dan diselidiki kebenarannya. Tetapi apa yang dilakukan orang-orang ini?

Yohanes 6:60-67

6:60Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”6:61Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?6:62Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?6:63Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.6:64Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.6:65Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”6:66Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.6:67Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Di ayat 66 dicatat bahwa: Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Yang mereka lakukan adalah MENGUNDURKAN DIRI dan TIDAK LAGI MENGIKUT YESUS. Dari mana dasar persoalannya? MUJIZAT DAN PEMAHAMAN YANG KELIRU..!!! Dari melihat mujizat maka mereka ingin menjadikan Yesus sebagai raja, karena mereka menganggap Yesus adalah orang hebat yang bisa memenuhi keinginan mereka. Yesus tidak mau dan mengajarkan hal yang lain selain kebenaran sejati tentang diri-Nya dan seluruh asek kebenaran-Nya, bahkan Yesus menegur cara pikir mereka tentang Yesus..!!! SETELAH MENDAPATKAN AJARAN YANG BENAR TENTANG DIRI YESUS, MEREKA MENINGGALKAN YESUS..!!! Mereka tetap menginginkan juru selamat secara badaniah, yaitu penyelamat Israel sebagai pemimpin negara yang akan mengembalikan Israel menjadi jaya kembali. Ternyata Yesus akan menyelamatkan mereka secara ROHANI bukan BADANI.

Lalu apa yang mereka lakukan? Mereka tetap menunggu sang penyelamat lain yang mereka anggap bisa menyelamatkan negara mereka. Mereka berpikir…” Mesias yang akan datang itu bukan orang ini, orang ini hanyalah anak Yusuf si tukang kayu..!!!” — MEREKA TETAP MENGANGGAP MESIAS/YESUS YANG BENAR/ASLI ADALAH MESIAS/YESUS YANG SESUAI DENGAN PARADIGMA MEREKA YANG LAMA. — Bagi mereka penyelamat yang benar itu adalah ya penyelamat yang sesuai dengan kriteria mereka sendiri.

Berapa banyak dari orang-orang Kristen masa kini yang ketika setelah menerima mujizat dan menerima pengajaran yang benar dan keras menolak, dan tetap ingin selalu di dalam mujizat terus-menerus. Mereka percaya dan bahkan beriman bahwa Yesus yang mereka sembah adalah Yesus yang selalu akan membuat mujizat bagi mereka. Apakah Yesus yang asli yang Alkitab catat mengajarkan demikian? Tidak, Alkitab tidak pernah mengajarkan demikian. Jika begitu pertanyaan saya adalah: Yesus mana yang mereka percayai dan mereka ikuti itu? Yesus yang Alkitab catat atau Yesus menurut paradigma mereka sendiri?

Yesus berkata bahwa yang memberi hidup adalah sesuatu yang rohani bukan yang jasmani: “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Sekali lagi disini Yesus menjelaskan tentang sesuatu yang rohani dan jasmani. Yang menghidupkan adalah PERKATAAN-PERKATAAN YESUS, dalam bahasa lain adalah FIRMAN TUHAN. Jadi BUKAN MUJIZAT JASMANI YANG MEMBERI HIDUP, TETAPI FIRMAN TUHAN LAH YANG BISA MENYELAMATKAN HIDUP SESEORANG.

Tentu sering kita mendengar pengajaran tentang yang DUNIAWI dan yang ROHANI. Di dalam kasus “mujizat 5 roti dan 2 ikan,” roti adalah hasil mujizat bukan? Sekali lagi saya ulangi, ROTI ADALAH HASIL MUJIZAT. Mujizat-mujizat seperti ini sering sekali dianggap sesuatu yang rohani. Orang yang mengalami mujizat adalah orang yang level rohani nya lebih tinggi daripada orang yang tidak mengalami mujizat. Tetapi Tuhan Yesus berkata lain, bahkan bisa terjadi sebaliknya.

Mujizat hanyalah sesuatu yang kecil bagi Tuhan, setiap orang yang percaya kepada Tuhan seharusnya percaya bahwa Tuhan bisa/sanggup melakukan mujizat. Dan kepercayaan seperti ini bukanlah kepercayaan yang hebat, kepercayaan seperti ini seharusnya menjadi seusuatu yang normal bagi orang Kristen, karena setan-setan pun percaya. — KEPERCAYAAN YANG SEPERTI INI BUKANLAH KEPERCAYAAN YANG MENYELAMATKAN. — Karena ketika Yesus menyatakan Pribadi-Nya yang sebenarnya lewat pengajaran yang tidak sesuai dengan keinginan daging kita maka orang-orang seperti ini tidak akan mau mengikut Yesus yang asli seperti itu. Mereka hanya membuat YESUS LAIN dan menyembahnya.

Ketika kita sakit, kita meminta mujizat untuk sembuh, pertanyaan saya adalah, mengapa kita meminta sembuh? Agar hidup kita lebih enak bukan? Lebih nyaman bukan? Lalu apakah dengan mendapat mujizat kesembuhan maka kita tidak akan sakit lagi dan tidak mati-mati?

Ada yang berkata, “saya meminta mujizat untuk supaya dapat bersaksi pak.”

Jika begitu , pertanyaan saya adalah, jika memang ingin bersaksi apakah harus dengan kesaksian mengalami mujizat dulu?

Jika begitu apakah ketika Yesus disalib dan disuru membuat mujizat dan Yesus tidak membuat mujizat tetapi sebaliknya berkata “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” itu tidak menjadi kesaksian keteguhan hati yang menjadi pelajaran setiap orang Kristen dan mengharumkan nama Allah?

Apakah ketika istri Ayub menyuruh Ayub untuk mengutuki Allahnya karena kejatuhannya dan Ayub berkata “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan,” itu adalah suatu statement yang memalukan Tuhan?

Apakah ketika Paulus meminta Tuhan mencabut duri dalam dagingnya dan Tuhan berkata kepada Paulus: “cukuplah kasih karunia-Ku, justru di dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna,” itu Tuhan sedang mempermalukan diri-Nya sendiri?

Tidak ada salahnya meminta berkat dan kesembuhan pada Tuhan karena itu adalah tanda bahwa kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Yang saya tidak setuju itu adalah memaksa Tuhan melakukan semua mujizat yang kita mau untuk memenuhi kemauan dan keinginan kita. Ingat saudaraku…Dia adalah TUHAN, bukan pegawai kita..!!! Jika kita menganggap Tuhan itu adalah sebagai Tuhan kita, maka kita harus TAHU DIRI..!!! Mengapa kita tidak bertanya dan menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan, apakah Tuhan mau kita sembuh atau mati? Apakah Tuhan mau kita hari ini mendapatkan kekayaan atau tidak? Bukankah Tuhan tahu yang terbaik untuk kita? Anggaplah Tuhan itu sebagai Tuhan..!!!

Ketika ada orang yang tidak percaya Tuhan lalu meminta kesembuhan, setelah sembuh mereka percaya pada Tuhan. Tetapi ketika mereka tidak sembuh, apakah mereka tetap percaya dan mengikut Tuhan? Jika YA, bagus. Tetapi hati-hati karena Alkitab mengajarkan ketika orang-orang mulai mendapatkan Firman yang keras, Firman yang nyata, Pribadi Yesus yang sebenarnya, maka mereka kebanyakan meninggalkan Yesus. Kenyataannya banyak orang dibodohi dan membodohi dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup di dalam “firman Tuhan palsu” karangan mereka sendiri dan mengiman i suatu arti yang salah dari Firman Tuhan. Perlu diingat JIKA MUJIZAT MEMBUAT DIRI KITA SEMAKIN JAUH DARI KEBENARAN FIRMAN TUHAN, MAKA UNTUK APA MUJIZAT ITU? Dan yang perlu diingat lagi adalah bahwa tidak semua mujizat itu dari Tuhan, Iblis pun bisa membuat mujizat, tetapi mujizat palsu yang tidak membawa kepada kebenaran sejati. 

Saya percaya mujizat itu ada, siapakah saya sehingga saya menentukan mujizat itu tidak ada? Tetapi Mujizat hanyalah barang yang netral, bisa membuat keadaan jadi lebih baik tetapi Alkitab juga banyak mencatat bahwa mujizat banyak menjadikan keadaan menjadi buruk (kita akan bahas hal ini di blog-blog selanjutnya tentang mujizat). Sekali lagi saya tekankan, MUJIZAT HANYALAH BARANG NETRAL, TIDAK LEBIH DARI ITU. JADI..TIDAK USAH LEBAY LAH.

Baru-baru ini banyak sekali saya jumpai suatu statement yang sangat digembar-gemborkan:  “MUJIZAT MASIH ADA..!!!”

Slogan seperti itu seharusnya tidak menjadi sesuatu yang wah bagi orang Kristen. Karena — JUSTRU UNTUK MENGUJI KEPERCAYAAN ANDA, KETIKA MUJIZAT TIDAK ADA, MASIHKAH ANDA PERCAYA PENUH BAHWA TUHAN ITU ADA BERSAMA DENGAN ANDA DAN MENGASIHI ANDA? 

Kebanyakan doktrin sekarang mengajarkan Alkitab hanya dari satu sisi saja, sisi yang menyenangkan kita, memuaskan nafsu duniawi kita dengan mujizat. Itu adalah pengajaran yang tidak fair, karena Alkitab sesungguhnya mengajarkan 2 sisi yang seimbang. Memang Alkitab memang mengajarkan mujizat itu ada, tetapi Alkitab juga mengajarkan banyak sekali saat-saat dimana mujizat tidak terjadi.

Memang perwira Naaman menjadi sembuh, tetapi bagaimana dengan Daud yang berpuasa meminta anaknya sembuh dan Tuhan menolak permintaannya dan anaknya pun mati?

Memang anak Yairus menjadi pulih kembali, tetapi bagaimana dengan Paulus yang telah 3 kali berdoa dan Tuhan menjawab “cukuplah kasih karunia-Ku kepadamu?”

Memang Daniel mendapat mujizat selamat di gua singa, tetapi bagaimana dengan para martir yang mati dimakan singa sebagai tontonan lawakan bangsa Roma?

Memang Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak mati sewaktu di tungku api. Tetapi bagaimana dengan Stefanus yang mati dirajam batu? Bagaimana dengan Petrus yang mati disalib terbalik?

Sebagai penutup, saya akan ulang kata-kata dan point2 penting dari cerita ini yang saya cetak tebal di dalam pembahasan kita ini. Dan apakah saudara sadar inilah yang sedang terjadi di dalam keKristenan kita.

1— SETELAH MELIHAT MUJIZAT MAKA MEREKA PERCAYA PADA YESUS DAN HENDAK MENJADIKANNYA SEBAGAI RAJA. —

2— MEREKA MENCARI-CARI DAN MERINDUKAN YESUS DENGAN SANGAT SEMANGAT DAN BERAPI-API. —

3— MEREKA MENCARI YESUS HANYA SEKEDAR INGIN MENJADIKAN YESUS SEBAGAI ALAT PEMBUAT MUJIZAT UNTUK MEMUASKAN NAFSU MEREKA. —

4— MENUNTUT MUJIZAT UNTUK BISA PERCAYA KEPADA YESUS..!!!

5— BAHKAN MEREKA MEMINTA YESUS MELAKUKANNYA SENANTIASA/SELALU SEPANJANG HIDUP MEREKA, UNTUK MENJADI SYARAT AGAR MEREKA PERCAYA. —

6— MEREKA MEMINTA YESUS MEMBERIKAN MUJIZAT BESAR TETAPI MEREKA TIDAK SADAR BAHWA MUJIZAT TERBESAR SUDAH YESUS BERIKAN DI DEPAN MATA MEREKA, DAN MUJIZAT ITU IALAH YESUS SENDIRI. —

7— MEREKA TETAP MENGANGGAP MESIAS/YESUS YANG BENAR/ASLI ADALAH MESIAS/YESUS YANG SESUAI DENGAN PARADIGMA MEREKA YANG LAMA.

8— KEPERCAYAAN YANG SEPERTI INI BUKANLAH KEPERCAYAAN YANG MENYELAMATKAN. —

9— JUSTRU UNTUK MENGUJI KEPERCAYAAN ANDA, KETIKA MUJIZAT TIDAK ADA, MASIHKAH ANDA PERCAYA PENUH BAHWA TUHAN ITU ADA BERSAMA DENGAN ANDA DAN MENGASIHI ANDA? 

Salam damai sejahtera.

2 Tanggapan

  1. Shallom pak Daniel

    Terimakasih memberikan informasi keimanan kekristenan masa ini.
    Memang dalam injil banyak tertulis mujizat Yesus, antara lain contohnya si Thomas yang akhirnya percaya kebangkitan Yesus dengan “mencucukan” jari tangannya sendiri ke tangan Yesus. Ini membuktikan keimanan kristen perlu tanda mujizat yang dapat diwujudkan secara nyata di dunia (bukan saja di alam pemikiran manusia / di awang-awang saja).

    Sedikit menambahkan seperti dalam gal 3:5 tertulis “Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?”.
    Dalam contoh ayat tsb terdapat kalimat “Ia yang menganugerahkan Roh…dan melakukan mujizat..”, mendekatkan pemahaman pada Allah “memberikan Roh Kudus” (bukan “roh”) dan “melakukan mujizat” diantara/kepada anda (umat percaya kristen) yang menjadi saksi, sebab anugerah Roh tidak diberikan kepada “semua orang” yang hidup baik atau jahat di muka bumi.
    Oleh karenanya, mujizat yang dialami umat kristen menjadi salah satu bagian keimanan umat kristen sesuai ayat tsb diatas.

    Semoga bermanfaat dan menambah.
    Salam damai Kristus

  2. Shallom pak Daniel

    Terimakasih memberikan informasi keimanan kekristenan masa ini.
    Memang dalam injil banyak tertulis mujizat Yesus, antara lain contohnya si Thomas yang akhirnya percaya kebangkitan Yesus dengan “mencucukan” jari tangannya sendiri ke tangan Yesus. Ini membuktikan keimanan kristen perlu tanda mujizat yang dapat diwujudkan secara nyata di dunia (bukan saja di alam pemikiran manusia / di awang-awang saja).

    Sedikit menambahkan seperti dalam gal 3:5 tertulis “Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?”.
    Dalam contoh ayat tsb terdapat kalimat “Ia yang menganugerahkan Roh…dan melakukan mujizat..”, mendekatkan pemahaman pada Allah “memberikan Roh Kudus” (bukan “roh”) dan “melakukan mujizat” diantara/kepada anda (umat percaya kristen) yang menjadi saksi, sebab anugerah Roh tidak diberikan kepada “semua orang” yang hidup baik atau jahat di muka bumi.
    Oleh karenanya, mujizat yang dialami umat kristen menjadi salah satu bagian keimanan umat kristen sesuai ayat tsb diatas.b

    Semoga bermanfaat dan menambah.
    Salam damai Kristus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: