Kasih Mula-Mula Bukan Perasaan Mula-Mula


Dulu sering sekali saya mengalami kejadian, ketika saya saya down, sedang banyak masalah atau ada sesuatu yang membuat hidup ini jadi berat, semangat sepertinya semakin luntur, pelayanan juga dibarengi dengan wajah yang kurang memuaskan dimata beberapa orang, maka saya di-JUDGE kehilangan KASIH MULA-MULA. Bahkan ada yang berani menghakimi dengan menggunakan ayat Wahyu 2:4-5 bahwa jika saya tidak bertobat dari hal-hal seperti itu maka Tuhan akan marah dan menghukum saya, jadi saya harus berdoa dan bertobat lalu kembali kepada kasih mula-mula, semangat mula-mula ketika kita pertama kali mencintai Tuhan, melayani di gereja, dll. Entah darimana asal mula doktrin dan pemikiran seperti itu, tetapi sekarang banyak sekali saya jumpai orang-orang yang ikut-ikutan berpikir seperti itu. Padahal setelah saya membaca ayatnya, menurut saya pribadi, ayat tersebut sangat jauh artinya dari hal-hal seperti itu. Percaya? Tidak percaya? Atau ada yang bertanya “kok bisa?” Mari kita bahas secara perlahan-lahan.

Wahyu 2:1-7

2:1“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.2:2Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.2:3Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.2:4Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.2:5Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.2:6Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.2:7Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”

  • Efesus, Jemaat Yang Dipuji Dan Dikecam

Wahyu 2:1“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

Surat ini ditujukan kepada jemaat di kota Efesus. Baiklah kita sebentar menengok sejarah kota Efesus. Efesus adalah kota yang mempunyai pelabuhan yang sangat besar bahkan salah satu yang terbesar saat itu, memang sengaja dibuat demikian karena Efesus adalah titik temu dari 3 jalur perdagangan besar dan menjadi salah satu pusat niaga yang terpenting pada jaman kekaisaran Romawi. Para pedagang besar Asia yang ingin berdagang ke Eropa akan melalui jalur ini dahulu, jadi bisa dibayangkan perputaran uang dan gemerlap dunia entertaint dan gaya hidup orang-orangnya.

Efesus juga menjadi pusat penyembahan dewi Arthemis dan masih banyak juga kuil-kuil lainnya sebagai pusat penyembahan kepada dewa-dewa dan kepada kaisar yang pada waktu itu dipercaya dan harus dipercaya sebagai titisan dewa. Jika kita melongok ke dalam kuil-kuil dewi Arthemis, maka akan kita lihat praktik-praktik penyembahan dengan melakukan free sex atau prostitusi. Gadis-gadis yang bertugas sebagai Imam di dalam kuil merangkap sebagai pelacur, yang konon katanya jika melakukan persetubuhan dengan imam-imam wanita tersebut, maka orang itu sedang menyatukan diri dengan sang dewi sesembahan mereka.

Selain itu, Efesus adalah kota yang memiliki suaka politik. Artinya banyak sekali penjahat-penjahat yang lari ke Efesus untuk mendapatkan perlindungan, jika mereka berhasil sampe ke Efesus maka mereka akan mendapatkan suaka dan bebas dari hukum sebelumnya. Jadi sampai disini anda bisa membayangkan seperti apa Efesus itu menjadi “es campur” nya Asia pada saat itu. Kebobrokan moral menjadi makanan sehari-hari.

Jadi kita bisa membayangkan betapa sulitnya jemaat Kristen pada saat itu untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan di bawah tekanan yang luar biasa seperti itu, karena pada saat itu Kekristenan merupakan kelompok-kelompok kecil/minoritas yang ditekan kanan kiri, baik dari segi orang yang “diluar Allah” maupun dari orang-orang Yahudi sendiri.

Namun demikian di dalam ayat ini, Tuhan memuji jemaat di Efesus atau setidaknya Tuhan mengakui bahwa ada sesuatu yang benar yang dilakukan jemaat Efesus di dalam melawan tekanan-tekanan di kota Efesus:

Wahyu 2:2-3

2:2Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.2:3Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.Wahyu

Di dalam ayat 2-3 ini kita bisa mengetahui bahwa Tuhan sedang mengerti perbuatan-perbuatan yang dilakukan jemaat Efesus, dan Jemaat di Efesus bahkan sangat terlihat berSEMANGAT di dalam melakukannya bukan? Lalu apakah perbuatan-perbuatan ini dicela Tuhan? TIDAK! Apakah Tuhan memerintahkan untuk mengubah perbuatan-perbuatan ini? TIDAK! Jadi itu adalah perbuatan yang sudah pada jalurnya, perbuatan yang sudah benar. Namun ada perbuatan yang dicela oleh Tuhan:

Wahyu 2:4-5

2:4Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.2:5Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Ternyata ada hal yang dicela oleh Tuhan. Jemaat Efesus dikatakan telah meninggalkan KASIH YANG SEMULA. Tuhan terlihat sangat menegur dengan keras jemaat Efesus karena kelakuannya yang satu ini. Bahkan terlihat Tuhan akan memberikan konsekuensi kepada jemaat Efesus jika mereka tidak bertobat. Hal ini terlihat SANGAT SERIUS. Jadi, apakah itu KASIH MULA-MULA sehingga Tuhan begitu serius memperingatkan jemaat Efesus? Sabar dulu, perlahan-lahan akan kita bahas.

Wahyu 2:6-7

2:6Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.2:7Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”

Nah, di ayat 6-7 ini kita juga mendapati bahwa jemaat Efesus terlihat sejalan dengan keinginan Tuhan, mereka membenci segala perbuatan Nikolaus yang juga dibenci oleh Tuhan. Kita juga dapat menjumpai jemaat yang terpengaruh oleh ajaran Nikolaus ini di dalam:

Wahyu 2:12-16

2:12“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:2:13Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.2:14Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.2:15Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.2:16Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Didalam Wahyu 12:12-16 ini jemaat di Pergamus terjadi kebalikan dari jemaat Efesus tadi. Jemaat Pergamus terlalu enteng dalam mempertahankan ajaran dan kemurnian sehingga banyak pengikutnya yang menganut ajaran-ajaran lain, termasuk ajaran Nikolaus.

Jadi Tuhan memang sudah setuju dengan jemaat Efesus di dalam menjaga kemurnian ajarannya dengan ketat. Masalah yang ada di dalam jemaat Efesus itu bukan terletak di dalam SEMANGATnya. Mereka justru sangat semangat menjaga  ajaran Tuhan, mereka justru semangat melayani Tuhan, bahkan di dalam ayat 3 Tuhan mengatakan bahwa jemaat Efesus TIDAK MENGENAL LELAH. Masalahnya ada di dalam kasus yang disebut Tuhan sebagai “KASIHMU YANG SEMULA.”

Jadi jika jemaat Efesus itu saking berSEMANGATnya sampai meninggalkan KASIH YANG SEMULA, berarti:

KASIH YANG SEMULA itu BUKAN SEMANGAT YANG SEMULA.

Jelas-jelas jemaat Efesus sedang berSEMANGAT.

Jadi, KASIH YANG SEMULA yang dimaksud Wahyu 2 ini apa?

  • Kasih Yang Semula

Wahyu 2:4-5

2:4Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.2:5Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Didalam ayat 5 dikatakan: LAKUKANLAH lagi aya yang semula engkau LAKUKAN. Jadi jemaat di Efesus disuruh meLAKUKAN sesuatu yang dulu diLAKUKAN dan sekarang tidak diLAKUKAN.

Tuhan tidak pernah menyuruh jemaat Efesus untuk meRASAkan apa yang dahulu pernah mereka RASAkan. Tuhan tidak pernah menyuruh jemaat Efesus untuk meminta kepada Roh Kudus suatu peRASAan KASIH YANG SEMULA mereka pernah RASAkan.

Sebaliknya Tuhan menyuruh mereka meLAKUKAN KASIH YANG SEMULA mereka pernah LAKUKAN.

Sampai disini kita mengerti bahwa wahyu 2 ini tidak berbicara soal PERASAAN, tetapi berbicara soal MELAKUKAN.

Banyak ajaran yang saya terima yaitu, jika kita sedang merasa down, merasa berat, merasa bla bla bla… Kita harus minta kepada Roh Kudus agar kita disegarkan kembali dengan perasaan kasih yang mula-mula. Dulu juga saya mengira ayat ini berbicara tentang hal seperti itu. Ternyata TIDAK SAMA SEKALI!

  • Kasih

1Korintus 13:4-7

13:4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.13:5Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.13:6Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.13:7Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Ketika kita meRASAkan kasih terhadap seseorang tetapi kita tidak MELAKUKAN kesabaran, MELAKUKAN tindakan murah hati terhadap orang itu, apakah kita MELAKUKAN kasih?

Ketika kita meRASAkan kasih terhadap seseorang tetapi kita MELAKUKAN ketidakadilan terhadap orang itu, apakah kita sedang MELAKUKAN kasih?

Ketika kita mRASAkan kasih terhadap seseorang tetapi kita tidak MELAKUKAN kasih, sebenarnya kita tidak sedang mengasihi orang itu. Kita hanya terSUGESTI dengan peRASAan kita sendiri.

PeRASAan bisa pasang surut. hal itu manusiawi dan tidak salah menurut saya. Jika anda mengatakan hal itu adalah kita sedang KEHILANGAN KASIH YANG SEMULA, maka orang pertama yang anda JUDGE harusnya adalah TUHAN YESUS. Kok bisa?

Mat 26:38-44

26:38lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”26:39Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”26:40Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?26:41Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”26:42Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”26:43Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.26:44Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

Pernahkah anda merasakan beban yang begitu berat sampai MAU MATI RASANYA? Jangan kuatir, Tuhan Yesus-pun merasakan hal yang sama seperti kita-kita ini. Pernahkah karena permasalahan yang begitu berat kita berdoa kepada Bapa engungkapkan hati bahwa kita ingin persoalan ini lalu daripada kita? Jangan kuatir, Yesus-pun pernah melakukannya bahkan Dia mengulangnya sampai 3 kali.

Tetapi Yesus juga berkata “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Mengapa didalam ketertekanan yang begitu hebat ini Yesus tetap memilih hal itu terjadi?

Karena Dia MENGASIHI kita semua. Karena Dia sedang MELAKUKAN kasih kasih untuk kita.

PeRASAAN-Nya sedang down, sedang tidak mood, sedang mau mati rasanya. Tetapi Dia tetap MEMILIH untuk MELAKUKAN kasih.

Perasaan kita boleh naik atau turun, sedang suka dengan seseorang atau sedang tidak suka dengan seseorang, sedang adem dengan seseorang atau sedang marah dengan seseorang. Tetapi MELAKUKAN KASIH ITU BUKAN MASALAH PERASAAN, MELAKUKAN KASIH ADALAH SEBUAH PILIHAN KEPUTUSAN.

Jadi jika kita balik lagi kepada jemaat di Efesus, apa yang hilang dari mereka? KASIH YANG SEMULA MEREKA LAKUKAN. Sampai disini mulai jelas apa yang dimaksud surat wahyu 2 ini.

Sebenarnya menurut saya, untuk mengerti ayat ini cukup sederhana saja. Mereka tidak melakukan kasih lagi. Mengapa disebut “YANG SEMULA?” Ya karena SEMULA mereka melakukannya dan SEKARANG tidak. Cukup sederhana bukan? Mengapa harus diputar-putar sehingga jadi tidak konsekuen dengan ayat-ayat yang lainnya?

Perasaan yang anda dapat bisa saja hanyalah suatu sugesti belaka, sedang mood, sedang semangat, atau anda melakukan self-hypnotis/mensugesti diri anda sendiri untuk mood. Tetapi ayat ini tidak berbicara tentang suatu PERASAAN, tetapi tentang suatu TINDAKAN.

Jadi yang dilakukan jemaat Efesus ini ialah, mereka sangat semangat di dalam menjaga ortodoxi mereka, sangat semangat di dalam membasmi ajaran-ajaran palsu, sangat semangat di dalam melayani dan melakukan pekerjaan dan tugas-tugas pelayanan, tetapi melupakan kasih, sehingga yang mereka lakukan adalah suatu SEMANGAT MEMBABI-BUTA, mereka melakukan segala sesuatu bukan berlandaskan kasih lagi. Mungkin mereka melakukan penghakiman di sana-sini tentang sesuatu yang benar dan yang salah dengan tidak berlandaskan kasih lagi, tidak berpikir lagi apakah tindakan mereka itu tindakan mengasihi atau tidak. Mungkin mereka memperlakukan orang-orang yang salah dengan seenak-enaknya dan tidak dengan tindakan mengasihi lagi. Dan mungkin mereka menganggap orang-orang di Efesus yang begitu bobrok moral sebagai MUSUH dan bukan sebagai orang yang DIKASIHI. Apakah dengan demikian melakukan yang mereka anggap benar, mereka mengasihi Tuhan? Jelas TIDAK! Karena Tuhan berkata bahwa, jika seseorang mengasihi Tuhan dan tidak mengasihi sesamanya, dia adalah PENDUSTA!

1Yoh. 4:20Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Lalu mengapa Tuhan begitu memperingatkan jemaat Efesus tentang hal mengasihi ini? mengapa Tuhan sampai sebegitunya bahkan memberikan “ancaman” yang keras?

Karena…

Yohanes 15:9-13

15:9“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.15:10Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.15:11Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.15:12Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.15:13Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Karena…

Yohanes 15:17Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

Karena…

Markus 12:30-31

12:30Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.12:31Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Karena…

1 Yohanes 3:10-18

3:10Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.3:11Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;3:12bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.3:13Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.3:14Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.3:15Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.3:16Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.3:17Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?3:18Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Karena…

1Yoh. 4:20Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Karena…

1Korintus 13:13Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Karena…

1Kor. 13:8Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Karena…    Karena…      Karena…        Karena…           Karena…              Karena…

Satu Tanggapan

  1. yoi nil!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: