Natal 25 Desember Adalah Pemujaan Dewa Matahari?



Apakah Natal 25 Desember adalah hari kelahiran Yesus? Alkitab tidak pernah menyebutkan tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Yesus, lalu mengapa umat Kristen merayakan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus? Apakah benar 25 Desember bukan hari kelahiran Yesus tetapi hari kelahiran dewa matahari? Jika benar demikian bukankah selama ini umat Kristen merayakan hari kelahiran dewa matahari?

  • Sejarah 25 Desember

Bangsa Persia (Iran kuno) mempunyai suatu kepercayaan kepada DEWA MATAHARI yang bernama MITHRA. Di dalam kepercayaan mithraic ini masyarakat Persia memperingati hari raya yang jatuh di pertengahan musim dingin pada tanggal 17-24 Desember (winter solstice), karena setelah winter solstice ini matahari akan mulai bersinar lebih panjang dari musim dingin sebelumnya. Maka ini menjadi perlambang bahwa dewa matahari telah bangkit, terang menang melawan kegelapan, kebaikan menang melawan kejahatan.

Setelah Persia jatuh dan dikalahkan oleh Alexander, maka budaya mithraism ini dibawa oleh tentara Yunani ke Eropa dan Asia. Roma mengadopsi kebudayaan mithraic ini menjadi perayaan dewa SATURN. Perayaan dewa Saturn ini dikenal dengan nama festival SATURNALIA, dirayakan 17-25 Desember dan puncaknya adalah 25 Desember dimana matahari menampakkan sinarnya dengan kuat di akhir musim dingin ini.

Sekitar tahun 313 M kaisar Konstantin menjadi Kristen. Kekristenan menyebar dan mendominasi, mithraism pun menjadi terdesak, khususnya di Roma dan Alexandria. Sekitar tahun 336 M Konstantin mengganti pesta dan acara liburan festival Mitraism-Saturnalia ini menjadi acara perayaan dan libur NATAL (kelahiran Yesus). Dari sini mulai menyebar perayaan Natal di Anthiokia tahun 375M, Konstantinopel tahun 380M, Mesir tahun 430M, dan terus menyebar ke tempat-tempat lain.

Jadi apakah saya pribadi mempercayai bahwa Natal 25 Desember adalah berawal dari hari penyembahan berhala? Saya Menjawab, YA!

Jadi apakah saya pribadi masih mau merayakan kelahiran Yesus pada Natal 25 Desember? Saya menjawab, YA!

Lho? Sudah tau begitu sejarahnya, kok masih mau dirayakan juga?

Setelah kita membahas hal-hal dibawah ini, anda akan mengerti alasan saya masih mau merayakan Natal 25 desember. ^_^

  • Kapan Tanggal Lahir Yesus Secara Pasti?

Menurut saya pribadi, sampai saat ini saya mempercayai bahwa Yesus memang kemungkinan besar lahir bukan pada bulan Desember/25Desember. Disaat musim dingin ini tidak ada gembala menggembalakan ternak di padang.

Ada beberapa kaum yang menafsirkan dengan menghitung dari perbandingan masa periode kehamilan Elisabeth (ibu dari Yohanes Pembaptis) dan kehamilan Maria (ibu dari Yesus) dan masa penugasan Zakharia ke bait Allah, di dalam perhitungan bulan Ibrani yaitu pada bulan Siwan. Jika dihitung menurut penanggalan sekarang, bulan Siwan adalah sekitar Mei-Juni. Jadi dengan perbandingan kandungan Elisabeth dan Maria, Yesus diperkirakan lahir pada bulan Tishri, yaitu September-Oktober pada saat sekitar hari raya pondok daud/sukkot. Bulan September-Oktober ini memang mempunyai iklim yang mendukung.

Menurut yang saya pelajari, dari perhitungan ini ada beberapa kaum yang beranggapan bahwa Yesus lahir pada tanggal 15 bulan Tishri, yaitu pas jatuh pada hari raya Pondok Daun. Nah mengenai pemastian tanggal dan bulan ini, saya berpendapat bahwa, HAL INI SANGAT DIPAKSAKAN alias DI PAS-PASIN. Sampai sekarang tidak ada dokumen dan data-data di Alkitab yang mendukung untuk pemastian tanggalnya. Tafsiran perhitungan ini sebenarnya bagus sampai pada kemungkinan di bulan September-Oktober, tapi sampai penentuan tanggalnya itu sudah sangat relatif. Jika dipaksakan tanggalannya itu jadi tidak objektif lagi.

Jadi dari beberapa tafsiran dan perhitungan yang saya pelajari, sampai sekarang hanya bisa kira-kira saja, tidak ada yang bisa memastikan tanggal berapa Yesus lahir.

  • Apa Yang Dikatakan Alkitab Tentang Natal?

Saya belum pernah menemukan ayat Alkitab yang memerintahkan orang Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Yesus sendiri tidak pernah memberi perintah untuk merayakan hari kelahiran-Nya/hari ulang tahun-Nya. Yang Yesus perintahkan adalah:

1Korintus 11:24-25

11:24dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”11:25Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Masyarakat Kristen pertama tidak memperingati hari Natal, mereka lebih sering memperingati hari kematian dan kebangkitan Yesus (Paskah). belum terpikir di benak mereka untuk memperingati hari Natal.

Jadi apakah dengan demikian kita tidak boleh memperingati hari Natal? Jika ada sebagian kaum Kristiani yang beranggapan bahwa, karena Natal itu tidak ada di Alkitab maka tidak boleh dirayakan, maka itu saya anggap “MAKSA BANGET.” Jika tidak ada ayatnya, berarti tidak ada ayat yang memerintahkan dan juga tidak ada ayat yang melarang.

Jadi jika demikian, tidak dilakukan ya tidak dosa, dilakukan juga tidak dosa. Tinggal kita pikir sisi positifnya saja, dan sisi positif itu tergantung dari sudut pandang orang masing-masing juga.

Mengapa saya  pribadi merayakan Natal? Karena itu saya anggap baik buat saya, dengan berbagai alasan yang saya punya. Jika ada orang lain yang tidak melakukan perayaan Natal dengan alasan MALAS sekalipun, ya tidak apa-apa. Karena memang tidak ada ayatnya yang memerintahkan dan tidak ada ayatnya yang melarang pula. Bahkan saya sendiri berpendapat bahwa jaman sekarang inti dari kelahiran Yesus itu sudah banyak hilang di hati orang-orang, mereka merayakan Natal hanya sebagai pesta pora dan hura-hura saja, tidak lagi mengenang bahwa Juru Selamat yang siap untuk menderita dan mati, telah lahir untuk kita.

  • Siapa Yang Dirayakan, Siapa Yang GR? (Orang Kurang Kerjaan)

Ada beberapa kaum Kristiani yang berpendapat bahwa jika kita merayakan natal 25 Desember, maka kita merayakan Dewa Matahari. Ada beberapa kaum yang mengatakan “jika anda dilahirkan tanggal sekian dan dirayakan di tanggal yang lain, apakah anda mau? Pasti anda tidak mau bukan?”

Jika memang benar 25 Desember adalah hasil sinkritisme (percampuran) dari pemujaan Dewa Matahari, mengapa saya pribadi masih mau melakukannya?

Ulang tahun saya adalah 6 Januari. Ketika teman-teman mempersiapkan pesta ulang tahun saya dengan tulisan di tembok “Selamat Ulang Tahun DANIEL YUWONO,” itu berarti siapa yang dirayakan? Anda mustahil menjawab “bukan Daniel Yuwono.” Padahal kita semua tahu bahwa jika dihitung di seluruh dunia ini, ada brapa banyak orang yang lahirnya tanggal 6 Januari? Mengapa saat pesta ulang tahun saya yang 6 Januari itu hanya saya yang dirayakan disitu? Ya karena memang pesta itu tujuannya untuk saya, bukan untuk orang yang ulang tahun 6 Januari lainnya.

Jika anda mempunyai teman yang namanya UCOK yang lahirnya sama dengan saya, yaitu tanggal 6 Januari dan anda masuk ke pesta ulang tahun saya dan anda mengatakan sambil berteriak-teriak “INI PESTA ULANG TAHUN TEMAN SAYA UCOK, BUKAN PESTA UNTUK DANIEL YUWONO, SEBAB TEMAN SAYA JUGA LAHIR 6 JANUARI..!!!” Anda akan dianggap orang GILA atau setidak-tidaknya ORANG KURANG KERJAAN.

Tetapi hari kelahiran Yesus kan bukan pasti 25 Desember? Berarti itu merayakan hari Dewa Matahari dong?

Saya ulang tahun 6 Januari. Karena pas waktu 6 januari itu hari kerja yang sibuk dan sanak saudara juga sibuk semua maka pesta ulang tahun diundur menjadi tanggal 10 Januari. Apakah berarti pesta ulang tahun saya menjadi pesta ulang tahun orang lain yang lahir 10 Januari? TIDAK, itu tetap pesta ulang tahun saya, ditujukan untuk saya DANIEL YUWONO. Banyak yang perayaannya tidak sesuai dengan tanggalnya, kenapa orang-orang mau? Bahkan ada yang waktu pernikahan hanya di Gereja dan catatan sipil saja, karena budget belum mencukupi maka tidak diadakan pesta syukuran, pesta syukuranya dimundurkan jadi entah kapan sampai budget mencukupi. Jika ada yang tidak mau dimundurkan dengan alasan “sudah bukan hari ulang tahunnya” juga tidak masalah, tetapi tidak semua orang demikian. Dan apakah ada undang-undang yang menyalahkan dan membenarkan hal demikian? Jika ada yang menjawab “ADA,” itu berarti ORANG KURANG KERJAAN.

Sejak semula penggantian 25 Desember dari perayaan Dewa Matahari menjadi Perayaan Yesus. Itu artinya apa? Artinya ya YANG DIRAYAKAN YESUS, SUDAH BUKAN DEWA MATAHARI (SATURNALIA). Gitu aja kok repot? Jika ada orang yang membolak-balik artinya menjadi Dewa Matahari lagi, itu namanya ORANG KURANG KERJAAN. Sudah bagus-bagus diganti menjadi Yesus kok malah diganti menjadi Dewa Matahari lagi. Sekali lagi, pekerjaan membuat sesuatu yang pasti menjadi tidak pasti lagi itu pekerjaan ORANG KURANG KERJAAN. Sudah tidak ada masalah kok dicari-cari lagi masalahnya dan menyalah-nyalahkan yang tidak salah itu namanya ORANG KURANG KERJAAN.

Lalu pertanyaan saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas tadi adalah:

Jika ada orang yang mau pesta ulang tahunnya diubah harinya, dan ada yang tidak mau dengan alasan tertentu, APAKAH TUHAN YESUS MAU PESTA ULANG TAHUN-NYA DIUBAH HARINYA?

Jika ada yang mencari jawabannya di Alkitab, maka bagi saya itu namanya ORANG KURANG KERJAAN.

Yesus tidak pernah memerintahkan untuk harus merayakan hari ulang tahun-Nya dan juga tidak pernah memerintahkan untuk tidak merayakan ulang tahun-Nya.

Jadi bagaimana dengan 25 Desember? Seperti yang sudah kita bahas. Jika anda merayakan pesta ulang tahun dengan hati yang tertuju kepada Yesus, ya itu berarti untuk Yesus. Jika anda merayakan perayaan untuk Yesus dan Dewa Matahari tiba-tiba datang karena merasa dirayakan, itu namanya “DEWA GR.” Itu namanya DEWA KURANG KERJAAN.

Jadi jika kita sedang merayakan 25 Desember sebagai peringatan untuk Yesus dan ada yang bilang kita sedang merayakan untuk Dewa Matahari, maka itu namanya ORANG KURANG KERJAAN.

Mengapa Natal tidak dirayakan sekitar September dan Oktober saja, sebagaimana tafsiran yang lebih mendekati tadi? Saya pribadi berpendapat: Ya silakan saja jika ada orang yang mau merayakan Natal di sekitar Oktober atau September. Tidak ada salahnya. Tapi toh sama saja, bagi saya tanggal pastinya juga kita tidak tahu.

Lalu kenapa saya lebih memilih Desember saja daripada Oktober atau September? Karena jika saya Natalan di Oktober nanti sepi, kalo Desember kan ramai. Ya kalo anda suka sepi-sepi ya silakan saja, bagi saya itu tidak dosa kok, dan saya akan tetap menghormatinya sebagai sesuatu yang sakral. Cuma saya pribadi sih sudah banyak kerjaan, jadi mendingan ramai-ramai di panitia Natal yang Desember saja lebih praktis daripada buat-buat sendiri lagi kan repot.

Saya bukan orang yang KURANG KERJAAN. Peace dehhh… ^_^

Ini saya nemu dari google, foto orang KURANG KERJAAN...selamat menikmati ^_^

10 Tanggapan

  1. lah terus kok org2 malah pada pesta ultah ampe brp M(ber) gitu, terutama artis, kan ultah ntu kan ngurangin umur kito 1 thn kan, kok malah seneng, bukannya siap2 ntar lg ketemu ama “Yg Berwajib”???

    • @P7053PH

      Saya menaggapi: Halo, ini pasti kang Yoseph Setiowibowo temen saya waktu SMP ^_^
      Sebenernya komen sampeyan agak gak nyambung kang Aseph. Tapi gakpapa karena sampeyan adalah temen yang baek, maka saya bales juga huehuehue ^_^

      Tentang ultah sampe brapa M(ber) mungkin karena memang bingung uangnya mau buat apa kali, aku juga gak begitu ngerti alesannya huehue.
      Tentang ultah itu harus seneng atau tidak karena ketemu yang berwajib: ada orang yang sedih karena mau mati. Tapi ada orang yang justru seneng karena mau ketemu Yang Berwajib. Udah gak usah ngurusi cari makan di dunia lagi, hidup sama Yang Berwajib mungkin dianggapnya lebih enak. Tentang itu alesan orang laen-laen kang Aseph Suraseph ^_^

  2. Fake Christmas

    Pernahkah Anda bertanya-tanya kapan sebenarnya Tuhan Yesus dilahirkan? Apakah benar-benar tanggal 25 Desember? Beberapa ahli yang menyelidiki hal ini menemukan beberapa hal yang kurang sesuai dengan tanggal tersebut sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus, mengapa?

    Fakta yang pertama, di Lukas 2:8 ditulis, “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.” Sedangkan pada bulan Desember suhu di Betlehem (daerah kelahiran Yesus) adalah 29°F (-1,6 derajat Celcius!), dan di bulan tersebut gembala akan membawa ternaknya ke dalam, tidak mungkin mereka menjaga di padang, seperti yang ditulis di Lukas.

    Fakta yang kedua, kita lihat di dalam kisah tentang sensus yang dilakukan setelah kelahiran Tuhan Yesus (Lukas 2:1-7), dalam sejarah Romawi dan Yudea sensus biasanya dilakukan di bulan September-Oktober, tidak mungkin di bulan Desember, karena hal itu sangat tidak efektif. Biasanya di bulan Desember, orang-orang tidak melakukan perjalanan melainkan tinggal di dalam rumah. Untuk musim dan waktu tersebut pasti tidak akan dipilih oleh Pemerintah untuk melakukan pendaftaran umum, dimana seluruh masyarakat harus berpergian dari tempat tinggal untuk kembali ke tempat kelahirannya, padahal badai dan hujan lebat membuat perjalanan tersebut tidak aman dan tidak menyenangkan pada waktu musim tersebut. –Cunningham Geikie (dalam bukunya “Christmas at Betlehem”)

    Fakta yang ketiga adalah, tanggal 25 Desember dibuat popular oleh Paus Liberius pada tahun 354, dan menjadi peraturan di Barat pada tahun 435 ketika “Christ Mass” yang pertama diresmikan oleh Paus Sixtus III. Dan tanggal ini bertepatan juga dengan tanggal perayaan orang Romawi untuk dewa utama mereka, yaitu dewa matahari. Selain itu Mithras, dewa yang paling populer di Persia (juga dewa matahari) juga dilahirkan pada tanggal tersebut. Penulis terkenal Mario Righetti, seorang katolik Roma, juga mengakui bahwa,”Untuk memfasilitasi penerimaan iman kristiani oleh orang-orang Pagan, Gereja Roma menyadari begitu efektif untuk merayakan kelahiran Kristus pada 25 Desember juga. Sehingga perhatian mereka untuk festival Pagan yang merayakan penghormatan pada dewa Mithras dapat teralihkan”. (Manual of Liturgical History, 1955, Vol.2, pg. 67). Dan fakta juga menulis bahwa sejak pertama kali dirayakan sampai hari ini, tanggal hari natal sudah berganti-ganti sebanyak 8 kali! Jadi Tuhan Yesus sebenarnya tidak lahir pada 25 Desember.

    Jadi sebenarnya kapan Tuhan Yesus dilahirkan?

    Ada beberapa fakta di Firman Tuhan yang dapat membantu kita untuk memperkirakan kapan sebenarnya Tuhan Yesus dilahirkan. Salah satu diantaranya adalah mari kita lihat pada kisah imam Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis) yang bertemu malaikat pada saat giliran tugasnya (Lukas 1:5-17). Zakharia adalah dari divisi Abia (Lukas 1:5). Pada jaman Raja Daud, imam-imam dibagi dalam 24 divisi, dan giliran mereka mulai pada bulan pertama di kalender Yahudi atau di kalender kita adalah bulan Maret atau April (1 Tawarikh 27:2). Dan menurut sumber Talmudic dan Qumran, giliran tersebut berputar setiap minggu sampai 6 bulan sampai akhir tahun. Ini berarti divisi Zakharia melayani Bait Suci 2 kali setahun.

    Apabila kita lihat di 1 Tawarikh 24:10, Abia adalah divisi ke delapan dalam imam-imam. Karena itu, jadwal pelayanan Zakharia adalah di minggu sepuluh dalam kalender Yahudi. Mengapa minggu ke sepuluh? Karena seluruh divisi imam akan melayani di perayaan Paskah dan hari raya roti tak beragi (di minggu ketiga), serta di hari raya Tujuh Minggu (di minggu kesembilan). Sebab itu, divisi ke delapan dari imam-imam akan melayani di minggu ke sepuluh dari tahun tersebut atau menurut kalender Yahudi di Sivan 12-18. Sekarang kita mempunyai dua kemungkinan untuk mengetahui kelahiran Yohanes Pembaptis (ingat, karena Zakharia akan melayani 2 kali setahun), yaitu antara bulan Maret atau September, dan kita akan mengambil kemungkinan yang pertama (karena nanti Anda akan tahu bahwa kemungkinan ini lebih tepat menurut Firman Tuhan).

    Setelah tugasnya Zakharia pulang ke rumah, dan sesuai dengan hukum pemisahan (Imamat 12:5 ; 15:19,25) maka kita tambah dua minggu setelah Zakharia pulang, baru kita asumsikan Elisabet mengandung Yohanes Pembaptis. Dan apabila kita hitung dalam kelahiran normal, maka Yohanes Pembaptis akan lahir pada hari raya Paskah (Nissan 15)! Orang Yahudi selalu menanti Elia untuk kembali pada hari Paskah. Bahkan di jaman modern ini, pada saat mereka merayakan Paskah, mereka akan menyediakan sebuah kursi kosong untuk Elia. Dan anak-anak kecil akan membuka pintu rumah dengan mengharapkan kedatangan Elia. Di dalam Maleakhi 3:1 ; 4:5-6 juga dinubuatkan tentang kedatangan Elia sebelum datangnya Mesias. Sesuai perhitungan kita tadi, Yohanes Pembaptis juga dilahirkan pada saat Paskah. Ingat, bahwa perkataan malaikat kepada Zakharia, bahwa Yohanes Pembaptis datang dalam Roh dan Kuasa Elia (Lukas 1:17). Dan Elia datang saat Paskah!

    Setelah kita tahu tanggal kelahiran Yohanes Pembaptis kita juga bisa mengetahui kelahiran Tuhan Yesus. Dalam Lukas 1:26-36 dikatakan bahwa Elisabet mengandung 6 bulan pada saat Malaikat Gabriel mendatangi Maria. Dan waktu itu adalah perayaan Hannukah, yang dirayakan di bulan Desember untuk merayakan Pentahbisan Bait Suci (Yohanes 10:22). Apabila awal kehamilan Maria adalah hari raya Hannukah, maka Yohanes Pembaptis akan lahir 3 bulan kemudian pada saat paskah. Dan dengan mengasumsikan lama waktu mengandung normal yaitu 285 hari, maka Tuhan Yesus akan lahir pada hari ke 15 bulan Tishri di bulan kalender Yahudi. Dan hari ini bertepatan dengan hari pertama hari raya besar umat Yahudi, Sukkot, atau hari raya perayaan pondok daun, perayaan besar, sabbat istimewa, dan hari untuk bersukacita. Dan di kalender kita, hari tersebut jatuh di antara akhir September dan bulan Oktober.

    Banyak orang mengatakan yang terpenting adalah kelahiran Kristus di dalam hati kita, dan itu memang benar, saya setuju 100% dengan pendapat tersebut. Hal terpenting dalam hidup kita adalah pada saat Tuhan lahir di dalam diri kita, dan ia mulai memimpin jalannya kehidupan kita. Tapi yang perlu diluruskan saat ini bukan hal itu. Tetapi bagaimana cara kita sebagai pengikut Kristus mengingat kelahiranNya, pertama Tuhan Yesus tidak lahir di bulan Desember tanggal 25, berikutnya di dalam Firman Tuhan saya tidak pernah menemukan Sinterklas beserta rusa terbangnya, selain itu saya juga tidak pernah menemukan pohon cemara atau pohon natal dalam peritiwa kelahiran Tuhan Yesus. Inti artikel ini adalah, jangan sampai Iblis mengalihkan fokus perhatian kita kepada kelahiran Tuhan Yesus, dan diganti dengan hal-hal tersebut. Yang terpenting jangan sampai kelahiranNya di dunia ini dengan tujuan menyelamatkan umat manusia dari penyiksaan kekal menjadi sia-sia. Biarlah kerajaanNya yang tetap tinggal di hati kita, Amin.

    Taken from: Nafiri SOUND, edisi Oktober 2008

    • @Indra

      Sodara Indra, pertama terimkasih untuk komennya.

      Yang sodara Indra katakan bahwa Yesus lahir di bulan Tishri tanggal 15 adalah “ASUMSI” itu BENAR.Perhitungan yang anda berikan ini adalah salah satu perhitungan yg telah saya pelajari sebelumnya, dan perhitungan 15 bulan tishri inilah yang saya bilang sebagai salah satu ASUMSI/TAFSIRAN di dlm tulisan saya diatas.

      Itu hanyalah perkiraan perhitungan yang tidak pasti. Misal: Jika Alkitab mengatakan 6 bulan, apakah itu berarti 6 bulan pas, atau 6 bulan lebih brapa hari, kita tidak tahu. Asumsi waktu mengandung normal adalah 285 hari itu benar, dan kita hanya bisa menggunakan ASUMSI NORMAL itu sebagai bahan perhitungan pendekatan/kira-kira. Tapi dalam faktanya banyak bayi yang lahir pada 284 hari atau 286 hari, dll. Jadi semua asumsi itu memang hanyalah asumsi pendekatan saja. Jika sesuatu yang relatif kita jadikan baku, itu sudah pasti cara yang salah.

      Jika semua ASUMSI itu hanya dikatakan sebagai ASUMSI belaka, maka saya menyetujuinya. Tetapi yang saya maksud adalah, ada beberapa pihak yang menjadikan ASUMSI itu sebagai HAL YANG PASTI. Itu yang saya tidak setuju.

      Jadi hari kelahiran Yesus tanggal 15 bulan Tishri itu hanyalah ASUMSI. Tidak ada bukti Alkitabiah yang bisa menerangkan secara PASTI. Semua bukti di dalam Alkitab hanyalah sebagai pendekatan ASUMSI. Sampai sekarang tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan Yesus lahir secara pasti dan tepat. Itu adalah salah satu sebabnya saya tidak pernah mempersoalkan kapan orang memperingati hari kelahiran Yesus.

      Tentang Santa Klaus atau Sinterklas beserta Rusa terbangnya sebenarnya saya tidak membahasnya di dalam tulisan saya. Yang saya bahas hanyalah hari kelahiran Yesus. Tapi mengenai Sinterklas memang saya kurang setuju mengenai hal itu, karena itu seolah-olah memang bisa mengalihkan perhatian kita akan kelahiran Yesus. Tapi bagi saya, semua kembali lagi kepada masing-masing pribadi, ARTI dan PENGARTIAN dari sesuatu adalah tergantung kepada pribadi masing-masing orang.

      Btw, thx untuk komennya dan artikelnya yg panjang

  3. Kalau ada yang berani merubah tanggal lahir Yesus. saya kira tu orang kurang kerjaan. mengapa kebanyakan orang malah mengikutinya. saya sebagai pecinta Yesus mjd kecewa. tdk adakah satu orgpun yg bangga dgn hari lahir yesus yg asli. apa anda lbh suka ama panitia natal. apa tdk pduli dgn yesus danTTL aslinya.

    • @uongjowo22

      anda menulis: Kalau ada yang berani merubah tanggal lahir Yesus. saya kira tu orang kurang kerjaan. mengapa kebanyakan orang malah mengikutinya. saya sebagai pecinta Yesus mjd kecewa. tdk adakah satu orgpun yg bangga dgn hari lahir yesus yg asli. apa anda lbh suka ama panitia natal. apa tdk pduli dgn yesus danTTL aslinya.

      saya menanggapi: Salam kenal dan trimakasih atas komen nya pak UONGJOWO22 ^_^. Sepertinya anda kurang teliti membaca tulisan saya, atau memang belum baca semua, atau saya yang salah ngerti maksud anda nih? ^_^ Saya tidak berani mengubah tanggal lahir Yesus pak, dan menurut saya tidak ada orang yang merubahnya, kenapa tidak ada yang merubah? Karena memang tidak tahu kapan tanggal pastinya. Kalau tanggal pastinya saja tidak ada yang tahu, bagaimana cara merubahnya? Jadi pernyataan anda ini menurut saya pernyataan yang MUSTAHIL. Kebanyakan orang yang menafsir tanggal lahir Yesus secara tepat itu tafisrannya menurut saya tidak kuat, ya alasan saya seperti yang saya tulis diatas.

      Menurut saya sampai sekarang memang tidak ada orang yang bisa bangga dengan tanggal lahir Yesus yang asli karena sampai sekarang memang belum ditemukan, bagaimana bisa bangga kalau memang belum tau kapan tanggalnya? Jadi sekali lagi pernyataan anda ini adalah pernyataan yang MUSTAHIL. Lagipula jika anda berkata “tidak ada satu orangpun yang bangga dengan tanggal lahir Yesus yang asli,” bukankah pernyataan anda ini melawan diri anda sendiri? Apakah anda tidak bangga? nampaknya anda orang yang bangga dengan tanggal lahir Yesus yang asli(meskipun maaf..saya tidak yakin anda tahu dengan pasti tanggal lahir Yesus), jika anda kecewa karena semua orang tidak bangga, berarti anda juga kecewa dengan diri anda sendiri. Lha piye tho?

      Tentang saya lebih suka panitia natal drpd tanggal Yesus yang aslinya, ini juga pernyataan anda adalah MUSTAHIL. Bagaimana saya bisa lebih suka panitia Natal daripada tanggal Yesus yang aslinya kalau saya sendiri tidak tahu kapan tanggal lahir Yesus? Jika anda bisa membuktikan secara kuat kapan Yesus lahir secara TEPAT, maka saya akan mengakuinya. Masalahnya semua tafsiran yang saya pelajari sampai sekarang tidak ada yang bisa memastikan DENGAN PASTI kapan TANGGAL LAHIR YESUS SECARA PASTI.

      Apa saya tidak bangga dengan Yesus? Justru karena saya bangga dengan Yesus maka saya mempelajari AJARAN-NYA. Di dalam ajaran-Nya tidak ada disuru mengingat dan bangga dengan tanggal lahirnya, meskipun kalau sampai saya tahu kapan tanggalnya saya pasti akan bangg juga. Tetapi yang disuru oleh Yesus adalah justru hal2 yang diluar tanggal lahir itu, bukannya ngurusin hal2 yang Yesus sendiri anggap gak terlalu penting(bukan tidak penting, tapi tidak terlalu penting) dan jadi lebay…ya seperti yang saya tulis diatas.

      Jadi maksud saya, jika semua orang sama-sama tidak tahu, maka bagi saya terserah mau memperingatinya kapan saja. Jika semua orang tidak tahu kapan tanggal pastinya hendaklah kita jangan saling menyalahkan dengan alasan dewa matahari. Menurut saya itu tidak pas. Ya alasannya seperti yang saya tulis diatas.

      Sepertinya anda belum mengerti tulisan saya, silahkan baca2 lagi aja dulu pak. Setelah ngerti, mau komen lagi silahkan ^_^

  4. Anda ini lucu, knp jd menjelaskan knp anda merayakan natal? B kn malah menjelaskan siapa sbnrnya yesus? Hubungannya dg kritik natal itu adl kristen menyembah dewa mitras, bkn yesus itu sndiri. Klo bgtu anda jg bs dtipu utk menyembah iblis klo alasanya di PAKSAIN BANGET. Intinya kristen itu adalah agama GAK JELAS, jd gak jelas jg apa anda msuk surga apa tdk

    • @dan

      Trimakasih karena sudah komen di blog saya ^_^

      anda menulis: Anda ini lucu, knp jd menjelaskan knp anda merayakan natal? B kn malah menjelaskan siapa sbnrnya yesus?

      tanggapan: saya kurang mengerti maksud bapak. Lucunya dimana ya? Kalo saya menjelaskan kenapa saya merayakan natal itu lucunya dimana pak? Memang di artikel ini kan membahas natal. Siapa sebenarnya Yesus ada kok, di artikel2 lain juga ada. Maaf saya benar2 tidak mengerti. Atau bapak yang tidak mengerti maksud tulisan saya?

      anda menulis:Hubungannya dg kritik natal itu adl kristen menyembah dewa mitras, bkn yesus itu sndiri. Klo bgtu anda jg bs dtipu utk menyembah iblis klo alasanya di PAKSAIN BANGET.

      tanggapan: betul kritik natal itu menyembah mitras dan bukan Yesus sendiri. Kan itu juga yang saya bahas disini? Atau bapak tidak mengerti tulisan saya? Dan mengenai yang dipaksain banget itu saya kurang mengerti. Mengenai siapa menyembah siapa dengan cara bagaimana itu juga sudah saya bahas disini, justru artikel saya itu menjawab pernyataan bapak yang seperti ini. Apa bapak tidak mengerti tulisan saya, atau?

      anda menulis: Intinya kristen itu adalah agama GAK JELAS, jd gak jelas jg apa anda msuk surga apa tdk

      tanggapan: saya gak jelas yang anda maksud gak jelas. Mengenai keselamatan sudah saya bahas juga di beberapa artikel saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: