YHWH (5) – Keluaran 3:15 (YHWH Adalah Nama Untuk Selama-lamanya Dan Turun-Temurun?)


Lanjutan dari Blog: YHWH (4) – Haruskah Kita Memakai Nama YHWH? (ELOHIM Dipanggil, YHWH Menjawab)

Saya telah berjanji untuk membahas tentang pertanyaan dari ayat Keluaran 3:15, yang mengatakan bahwa nama YHWH adalah nama Allah untuk selama-lamanya dan turun-temurun.

Baiklah sebelum kita membahas ayat tersebut, saya akan membahas dulu mengenai Taurat dan Kasih Karunia (Iman).

  • Hukum Taurat vs Kasih Karunia (Iman)

Di dalam topik YHWH ini, saya hanya akan membahas sedikit saja mengenai Hukum Taurat dan Kasih Karunia (Iman), saya sengaja membahas sedikit disini karena saya anggap perlu untuk kita bisa mengerti ayat Keluaran 3:15. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai Hukum Taurat dan Kasih Karunia (Iman) dibahas di dalam blog lain khusus mengenai Hukum Taurat dan Kasih Karunia (Iman).

Galatia 2:16Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Ayat ini dengan gamblang mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dibenarkan karena melakukan Hukum Taurat, kita dibenarkan oleh iman kepada Kristus.

Bisakah kita beriman kepada Kristus sekaligus percaya bahwa keselamatan juga didapat dari melakukan hukum Taurat?

Galatia 3:12Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.

Roma 7:6Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Galatia5:3-6

5:3Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

5:4Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

5:5Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

5:6Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Jawabannya adalah, TIDAK BISA! Karena dasar dari hukum Taurat itu bukan IMAN. Tetapi dasar dari keselamatan Kristus adalah IMAN. Jelas ini adalah hal yang bertolah belakang. Galatia 5:4 mengatakan bahwa, dasar keselamatan dari Taurat adalah dengan melakukan syariat Taurat, bukan iman.

Galatia 5:4 mengatakan bahwa, jika kita yang sudah percaya Kristus masih mengharapkan kebenaran dari hukum Taurat, maka kita akan LEPAS DARI KRISTUS. Jadi sekali lagi, tidak bisa kita berada pada keyakinan akan keselamatan syariat Taurat sekaligus keselamatan karena iman.

keadaan orang yang beriman kepada Kristus adalah DIBEBASKAN DARI KURUNGAN TAURAT.

Roma 7:6Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Didalam surat Kolose 2, karena kita telah menjadi milik Kristus, maka Paulus menasehatkan agar kita jangan lagi mau dibawa kembali kepada peraturan-peraturan Hukum Taurat, tentang hari-hari raya,bulan-bulan baru, makanan, dll. Peraturan-peraturan Taurat itu adalah bayangan dari apa yang akan datang, bayangan itu sudah menjadi nyata, yaitu Kristus. Jadi orang yang sudah hidup di dalam KENYATAAN dari bayangan (Kristus), jangan lagi berbalik kepada BAYANGANNYA, karena tidak ada gunanya.

Kolose 2:15-17

2:15Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

2:16Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

2:17semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Galatia 3:24Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.

Itu sebabnya mengapa sekarang saya sebagai orang Kristen tidak lagi melakukan upacara tahun-tahun ini, tahun itu, bulan-bulan ini, bulan itu, hari-hari ini, hari itu, yang diperintahkan oleh Taurat. Jika saya merayakannya, itu sama saja dengan saya kembali kepada bayang-bayang. Sudah hidup di dalam KEGENAPANnya kok kembali lagi kepada BAYANG-BAYANG. Rugi!

Bahkan Paulus dengan tegas memperingatkan, jika saya kembali kepada Taurat, maka saya akan lepas dari Kristus. Hal ini sangat mengerikan.

Lalu apa hubungannya dengan perintah di Keluaran 3:15 tentang nama YHWH?

  • Keluaran 3:15

Keluaran 3:15Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN (YHWH), Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Ini adalah ayat yang banyak dipertanyakan orang kepada saya.

Yang sering menjadi bahan pemikiran adalah adanya kata-kata “itulah nama-Ku untuk SELAMA-LAMANYA dan “itulah sebutan-Ku TURUN TEMURUN.

Pertama yang ingin saya ingatkan adalah, perintah ini adalah HUKUM TAURAT. Tadi telah kita bahas bahwa kita tidak lagi berada di bawah hukum Taurat, bahkan tidak lagi merayakan hari-hari, tahun-tahun, dan bulan-bulan.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah; jika di ayat ini ditulis “selama-lamanya” dan “turun-temurun” berarti tidak bisa dibatalkan oleh apapun/berlaku secara terus-menerus sampai selama-lamanya?

Baiklah kita akan melihat hal-hal yang Paulus peringatkan agar tidak dilakukan lagi yaitu tahun-tahun, bulan-bulan dan hari-hari. karena ayatnya akan penajang sekali, saya akan mempersingkat dengan memberikan sebagian ayat-ayat sebagai contoh saja.

Imamat 23:14Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.

Imamat 23:21Pada hari itu juga kamu harus mengumumkan hari raya dan kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya di segala tempat kediamanmu turun-temurun.

Imamat 23:31Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.

Imamat 23:41Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya.

Didalam kitab Imamat ini, banyak sekali yang harus dilakukan orang Israel akan hari ini, hari itu, bulan ini, bulan itu, tahun ini, tahun itu, hari ke sekian harus begini, hari ke sekian harus begitu, tanggal kesekian harus begini, tanggal kesekian harus begitu,  bulan ke sekian harus begini dan begitu, tahun keskian harus begini dan begitu. Termasuk juga di dalamnya adalah perintah untuk mempersembahkan korban api-apian selama sekian hari, melakukan puasa selama sekian hari, tidak boleh melakukan pekerjaan ini dan itu, mendirikan pondok-pondokan dari daun, harus makan roti yang diolah dengan cara begini dan begitu, dll.

Ayat-ayat diatas ini hanya sebagian kecil dari perintah Tuhan saja di dalam Taurat. Jika saya tulis semua ayatnya maka akan panjang sekali, saudara-saudara bisa membacanya sendiri secara keseluruhan didalam kitab Imamat.

Ayat-ayat diatas juga diperintahkan Tuhan dengan tulisan : UNTUK SELAMA-LAMANYA dan TURUN-TEMURUN. Tetapi apakah kita sekarang masih melakukan ayat-ayat Taurat diatas dimana kita harus melakukan potong domba, upacara pendamaian,dll? TIDAK kan?! Apakah Alkitab menganjurkan umat Kristen merayakan kegiatan-kegiatan Taurat- Israel seperti di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama? TIDAK! Bahkan Paulus pun memperingatkan kita agar kita jangan lagi terikat akan peraturan-peraturan yang demikian, sebab jika kita kembali kepada Taurat maka kita keluar dari Kristus.

Mengenai nama YHWH (Keluaran 3:15) tadi itu sama dengan peraturan-peraturan Taurat yang lain dimana juga dikatakan “selama-lamanya” dan “turun-temurun.”

Saya pribadi berpendapat, jika kita menggunakan ayat Keluaran 3:15 sebagai patokan untuk menyebut nama YHWH untuk selama-lamanya, maka kepada ayat-ayat Taurat yang lain(yang ada kata “selama-lamanya dan turun temurun”) juga harus kita jadikan patokan juga untuk masih tetap harus dilakukan sampai sekarang. Maka konsekuensinya kita juga harus melakukan upacara-upacara seperti potong domba, membakar persembahan binatang, membikin dan memakan roti yang diolah secara khusus, membuat pondok-pondok dari daun dll. Sebab membakar binatang, makan roti yang harus diolah khusus, dll juga termasuk ayat yang berkata “untuk selama-lamanya” dan “turun-temurun.”

Jikapun ada yang masih mau menyebut nama YHWH, pelafalan YHWH pun sudah tidak diketahui secara pasti. Mengenai keterangan hilangnya penyebutan “YHWH,” silahkan anda baca di: YHWH (3) – YHWH Riwayat-Mu Kini.

Saya pernah berpikir, mengapa Tuhan “menghilangkan” nama YHWH ini? Atau setidaknya, mengapa Tuhan mengijinkan “hilangnya” nama YHWH ini? Sampai sekarang saya belum menemukan jawaban yang kuat untuk saya. Tetapi yang pasti penyebutan YHWH ini telah lama hilang. berbagai aliran Sacred Name Movement pun menyebutkan nama YHWH ini dengan berbeda-beda menurut versi mereka masing-masing dan menurut tafsiran mereka msaing-masing, bahkan ada yang berganti-ganti penyebutan.

Tuhan memberikan Taurat untuk Israel. Yang kemudian menjadi agama Musa. Yesus masih melakukan Taurat karena Yesus tumbuh sebagai orang Yahudi, tetapi di dalam tindakan-tindakan dan ajaran-ajaran-Nya secara pelan tapi pasti, Yesus mulai keluar dari cara-cara Taurat. Dan sebelum kematian dan kebangkitan-Nya, maka kegenapan Taurat itu belum sempurna. Setelah kebangkitannya dan Yesus memberikan Roh Kudus, maka telah sempurnalah bayang-bayang Taurat itu menjadi kegenapan Taurat.

Alkitab Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan meneruskan tradisi-tradisi Taurat. Jaman dahulu, Perjanjian Lama-Taurat mengajarkan mengibarkan nama YHWH. Tetapi sekarang, Perjanjian Baru-Yesus mengajarkan:

1Yohanes 3:23Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Perlu saya tegaskan sekali lagi, menurut pendapat saya, kita selamat dan dibenarkan bukan karena melakukan hukum Taurat, tetapi karena iman kepada Kristus. Kita melakukan Firman Tuhan bukan karena Taurat, tetapi karena iman kepada Kristus.

5 Tanggapan

  1. betul….matius 10:31 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

  2. Matius 6 : 9,10 Disitu Yesus mengajarkan doa untuk menguduskan nama Bapak nya. artinya Yesus ingin pengikutnya berdoa Menggunakan nama Bapaknya YHWH. Kalau tidak ada nama maka bagaimana mungkin pengikutnya bisa menguduskannya. Karena Allah itu banyak. (1 Korintus 8 : 5,6) jadi kalau hanya menyebut nama Allah atau Tuhan saja maka Allah YHWH tentu tidak akan mendengar doa kita.

  3. @Marthin

    Thx buat komennya. Jawaban saya untuk komen anda sudah ada di dalam blog2 berserie saya tentang YHWH.

  4. Keluaran3:15 tidak termasuk hukum taurat mas. Hukum taurat diberikan pd bangsa israel setelah mrk dibeli oleh YHWH dari perbudakan di mesir. Kisah ini sebelum musa diutus. Jadi kel3:15 bukan hukum taurat tapi kebenaran alkitab. Sama sprti kisah nuh adam abraham yusuf apakah kisah ini bukan kebenaran?
    Maksud taurat adlh bayang2 maksudnya penyelenggaraan hukum bagi bangsa israel adalah model hal yang lebih besar dimasa depan. Lebih jelas klik jw.org
    Kebenaran dasar itu berlaku sampai kapanpun. Seperti

    • @andi

      Trimakasih telah menyempatkan diri utuk komen di blog saya, nampaknya dari situs yang anda berikan kepada saya, anda orang Jehovah witnesses/Saksi Yehova ya? ^_^

      anda menulis: Keluaran3:15 tidak termasuk hukum taurat mas. Hukum taurat diberikan pd bangsa israel setelah mrk dibeli oleh YHWH dari perbudakan di mesir. Kisah ini sebelum musa diutus. Jadi kel3:15 bukan hukum taurat tapi kebenaran alkitab. Sama sprti kisah nuh adam abraham yusuf apakah kisah ini bukan kebenaran?

      tanggapan saya: Betul sekali saya setuju bahwa hukum Taurat diberikan kepada bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir. Musa menulis semua kitab setelah keluar dari Mesir, kisah2 kejadian di Mesir, Yusuf, nuh da Abraham ditulis Musa setelah keluar dari mesir dan setelah Tuhan menyuruh musa menulis kitab, maka kitab itu menjadi sah kitab pengajaran dan sebagian orang menyebutnya sebagai hukum.
      Saya kurang jelas apa yang anda maksud denga taurat dan kebenaran Alkitab. Apakah Taurat bukan kebanaran Alkitab? Bagi saya justru semua yg tertulis di dalam Alkitab adalah kebenaran Alkitab maka saya memandang arti salah satu bagian Alkitab tidak hanya berdasarkan bagian itu saja, karena seluruh Alkitab adalah kebanaran.

      anda menulis: Maksud taurat adlh bayang2 maksudnya penyelenggaraan hukum bagi bangsa israel adalah model hal yang lebih besar dimasa depan. Lebih jelas klik jw.org
      Kebenaran dasar itu berlaku sampai kapanpun. Seperti

      tanggapan saya: saya setuju dengan istilah “bayang2” dr penjelasan anda dan saya setuju dengan istilah kebenaran itu berlaku sampai kapanpun. Tetapi cara memandang kebenaran itu mungkin berbeda bagi anda dan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: