Jika Merokok Merusak Bait Allah, Mustahil Ada Manusia Yang Tidak Merusak Bait Allah


Banyak sekali saya temukan teman-teman Kristen yang jika merokok sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan pendetanya atau kakak pembinanya. Takut kenapa? Takut tidak dijadwal lagi dalam pelayanan, dll. Ada juga yang merasa risih jika diketahui teman-teman Kristen lainnya jika dia merokok, risih karena nanti dianggap tidak rohani lah, dianggap orang berdosa lah, dll. Banyak sekali pendapat dari kalangan Kristen tentang merokok, dari yang tua sampe yang muda, dari yang sudah berhenti merokok sampai yang baru coba-coba merokok, dari yang bilang merokok itu gakpapa sampai yang memberikan ayat Alkitab bahwa merokok itu merusak bait Allah.

 

  • Merokok Merusak Bait Allah (Tubuh) ?

Kebanyakan orang Kristen yang saya jumpai memberikan ayat di dalam:

1Korintus 6:19-20

6:19Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?6:20Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Nah, ini adalah ayat yang dipakai untuk senjata pamungkas orang-orang Kristen. Sebenarnya jika kita meneliti ayatnya dalam satu konteks penuh maka Paulus ini berbicara tentang banyak hal:

1Korintus 6:1-20

6:1Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?

6:2Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

6:3Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

6:4Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?

6:5Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?

6:6Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?

6:7Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

6:8Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.

6:9Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,

6:10pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

6:11Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Yak, disini Paulus komentar soal macam-macam, dari perselisihan sampai kepada percabulan. D ayat-ayat awal Paulus komentar tentang orang-orang Kristen yang gagal di dalam menangani kasus-kasus antar sesama. Yang paling banyak dibahas ayat ini yang mendekati ayat 19 dan 20 (dimulai dari ayat 15) adalah sebenarnya tentang percabulan.

Di ayat 15 dikatakan: “Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!”

Di ayat 15 ini mulai dikatakan tentang “tubuh kita.” Tubuh kita adalah anggota Kristus. Mengapa Paulus memakai analogi ini untuk komentar tentang dosa percabulan? Jawabannya ada di ayat-ayat selanjutnya:

6:16Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Di ayat-ayat selanjutnya ini Paulus mulai menerangkan kaitan antara “tubuh kita” dengan dosa percabulan, kita yang sudah mengikatkan diri kepada Tuhan itu menjadi satu roh dengan Tuhan, artinya menjadi satu walaupun tidak kelihatan secara daging, makanya disebutkan menjadi satu roh. Nah, Paulus menerangkan bahwa dosa lain itu terjadi diluar tubuh diri kita, tetapi percabulan itu terjadi di dalam diri orang itu sendiri dan dari orang itu sendiri. Disini nampaknya Paulus menjelaskan akan betapa seriusnya dosa percabulan. Tetapi bukan berarti dosa-dosa yang lain itu boleh, karena ayat-ayat sebelumnya juga menjelaskan bahwa dosa-dosa yang lain itu adalah dosa juga yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

Tetapi disini saya menangkap indikasi bahwa, yang dimaksut Paulus ketika Paulus berkata tentang tubuh kita adalah bait Allah adalah berkaitan dengan dosa percabulan itu sendiri. Karena penjelasan mengenai “tubuh” itu ada di dalam penjelasan Paulus mengenai dosa percabulan. Kuncinya adalah di dalam kata-kata Paulus “Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.Dengan analogi penjelasan “tubuh” inilah Paulus berbicara tentang betapa seriusnya dosa percabulan. Jika dosa yang lain itu terjadi diluar tubuh, maka dosa percabulan adalah terjadi di dalam tubuh, maka dari itu muncullah statement Paulus “Jangan mencemari tubuhmu karena tubuhmu adalah bait Allah, karena Roh Kudus ada di dalam kita.”

Jadi sekali lagi, yang saya tangkap disini adalah, istilah “jangan mencemari bait Allah/tubuh” itu berhubungan dengan dosa yang terjadi di dalam tubuh, bukan yang di luar tubuh. Dan dosa yang terjadi di dalam tubuh itu adalah percabulan, bukan dosa yang lain. Apakah merokok termasuk percabulan, sehingga bisa dikategorikan sebagai dosa yang di dalam tubuh yang merusak tubuh/bait Allah?

Jadi jika ayat ini dihubungkan dengan “MEROKOK,” bagi saya ini kurang pas. Karena penjelasan Paulus tentang “tubuh” ini adalah untuk menggambarkan dosa yang di dalam/percabulan. Jika analogi ini mau dipakai untuk dosa-dosa yang lain, ya silahkan saja, tetapi saya menganggapnya kurang pas secara Alkitabiah, karena di dalam ayat-ayat sebelumnya Paulus juga berkata akan hal-hal makanan dan sebagainya dan segala baginya adalah HALAL, tetapi yang HALAL itu belum tentu berguna. HALAL itu lawannya HARAM, HARAM itu bukannya dosa, HARAM itu KOTOR.

“Haram” berasal dari bahasa Ibrani “Tame,” artinya: unclean, defiled, infamous, polluted, pollution.

Didalam Perjanjian Baru yang menggunakan bahasa Yunani, kita ambil saja contoh kata “haram” dari Kisah Para Rasul 10:15.

“Haram” berasal dari bahasa Yunani “Koinoo,” artinya: defille, call commonpollute, unclean.

“Halal” yang dikatakan Paulus itu dari bahasa Yunani “exesti,” artinya: be lawful, may, let

Jadi Haram itu bukan dosa. Dosanya adalah ketika kita melanggar perintah Tuhan ketika Tuhan berkata TIDAK BOLEH MENYENTUH/MAKAN/MELAKUKAN yang HARAM. Itu baru dosa, karena melanggar perintah Tuhan. Tetapi disini Paulus sendiri menerangkan bahwa segala sesuatu yang dahulu dianggap HARAM, seperti: makanan,dll, sekarang adalah HALAL, tetapi yang HALAL itu belum tentu berguna. Jadi jika dulu Allah melarang sesuatu yang haram, seperti makanan haram, sekarang tidak ada lagi larangan atas dasar haram/halal. Tidak lagi dosa jika kita makan makanan haram, karena Allah sudah tidak memerintahkan agar kita jangan makan makanan haram. Jadi jaman sekarang kita tidak melanggar perintah Allah ketika kita makan makanan haram. Sikap kita terhadap sesuatu yang haram/halal pada jaman sekarang seharusnya adalah “berguna atau tidak berguna,” bukan “dosa atau tidak dosa.” Yang benar-benar diajarkan Paulus dengan lebih serius tentang hal-hal yang menjurus pada dosa adalah hal-hal yang lain seperti di ayat-ayat sebelumnya, seperti: pemfitnah, zinah, percabulan, dll.

Nah, pertanyaannya, apakah “merokok” ini termasuk yang dosa yang serius yang Paulus paparkan tadi, bahkan termasuk percabulan yang ada hubungannya dengan “pengajaran tubuh/bait Allah?” Ataukah “merokok” ini merupakan “HARAM/HALAL?”

 

 

  • Merokok, Dosa Serius atau Haram-Halal?

Tadi Paulus menerangkan tentang haram-halal dan disangkutkan dengan makanan:

6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Paulus mengambil contoh haram/halal dari soal makanan, makanan memang masuk ke tubuh, tetapi baik perut/tubuh dan makanan itu akan binasa. Disini Paulus mengajarkan untuk tidak menekankan fokus pandangan kita akan hal-hal yang lahiriah, tetapi akan hal-hal yang rohani, maka Paulus menerangkan tubuh jangan dipakai buat percabulan, karena hal-hal kesalahan rohani yang terjadi itu tidak binasa, bukan seperti hal-hal lahiriah yang masuk ke tubuh karena hal-hal itu akan binasa. Jadi menurut saya, disini Paulus bermaksut untuk menerangkan pentingnya berpikir secara rohani, bukan secara duniawi/tubuh.

Nah, jika kita hubungkan dengan banyak orang yang berkata bahwa ROKOK merusak tubuh/bait Allah karena merusak kesehatan tubuh, itu berarti menghubungkan “merokok” dengan hal-hal jasmani, sedangkan Paulus menuliskan ayat-ayat ini untuk menerangkan hal-hal yang rohani. Jika alasan tidak boleh merokok adalah “merusak tubuh” maka atas dasar alasan itu “merokok” akan menjadi hal yang termasuk HARAM/HALAL, “merokok” akan masuk ke dalam kriteria yang dikatakan Paulus sebagai “segala sesuatu HALAL, tetapi tidak segala sesuatu berguna.” Jadi menurut saya jelas argumen “dilarang merokok” karena merokok adalah dosa merusak bait Allah dengan menggunaan ayat 1Korintus 6:19-20 ini tidak pas.

Saya setuju dengan Paulus bahwa segala sesuatu HALAL, tetapi tidak semuanya itu berguna. Jika kita menganggap “merokok” adalah merusak bait Allah dan itu adalah dosa serius, maka bagaimana dengan orang yang makanan Mie Instan? MSG dan lilin nya terbukti merusak tubuh bukan? Bagaimana dengan orang yang minum kopi? Bagaimana dengan orang yang makan cabe kebanyakan? Bagiamana dengan orang yang makan Babi? Bagaimana dengan begadang? Yang lebih parah lagi adalah orang yang naik mobil…selain anda merusak diri anda sendiri dengan polusi, polusi itu juga merusak orang-orang di sekitar anda. Bagaimana dengan orang yang menggunakan AC, tidakkah itu merusak diri anda sendiri dan merusak alam dan merusak orang lain?

Tetapi untungnya saya sependapat dengan Paulus, bahwa semua itu relatif, karena itu suatu “HARAM-HALAL.” Jadi saya tidak men-judge anda-anda yang naik mobil, pake AC, sebagai pelaku pembunuhan masal. Saya menganggap semua itu relatif dan masih bisa dibicarakan baik-buruknya, karena saya setuju dengan Paulus, tidak segala sesuatu itu berguna, jika masih berguna ya silakan, tapi itu tidak ada hubungannya dengan ayat “dosa merusak bait Allah.”

Sampai disini mungkin ada beberapa orang mengira saya adalah perokok yang mencari-cari alasan agar boleh merokok. Hahaha… kepada orang yang berpikir demikian, saya katakan:

“Saya bukan perokok dan saya tidak pernah menjadi perokok. Saya hanya seseorang yang mencari kebenaran dari Firman Tuhan dan saya melihat kasus ini telah menjadi batu sandungan bagi banyak orang perokok sehingga mereka tidak bisa maju di dalam Tuhan karena merasa dirinya berdosa dan dituduh sebagai pendosa, bahkan dikucilkan. Walaupun saya menyarankan agar orang tidak merokok, tetapi saya melihat beberapa kekeliruan dari pandangan dan perbuatan umat Kristen tentang “perokok” yang sebenarnya malah tidak sesuai dengan Firman Tuhan.”

 

 

  • Keterikatan Rokok

Ada juga perkembangan pemikiran dari beberapa orang Kristen yang sudah tidak menghubungkan dosa merokok dengan “merusak bait Allah,” tetapi menghubungkan dosa merokok dengan “keterikatan merokok.”

Ayat yang dipakai adalah:

6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

Disini saya setuju, jika seseorang diperhamba oleh sesuatu itu berarti orang itu seakan-akan mempunyai Allah lain. Jika demikian, pertanyaan saya yang pertama adalah; jika seseorang merokok tetapi tidak terikat, berarti boleh-boleh saja dong? Pertanyaan saya yang kedua; Adakah seseorang yang tidak terikat oleh suatu apapun (dalam arti negatif)? Saya tidak percaya ada orang yang demikian kecuali Yesus Kristus.

Contohnya: Orang yang hobinya adalah olahraga, apakah kita bisa menjamin orang itu tidak terikat? Seberapakah tolak ukur terikat atau tidak terikat? Tidak ada bukan? Terikat atau tidak itu kan dari hati kita. Semua itu yang bisa menentukan hanya Tuhan, karena “manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati.”

Didalam ayat ini, konteks “diperhamba” yang diterangkan Paulus itu artinya apa? Mari kita bahas.

6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:17Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:19Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Didalam ayat 12 Paulus menerangkan bahwa semuanya Halal, tetapi tidak segala sesuatu berguna. Semua halal, tetapi Paulus tidak membiarkan dirinya diperhamba oleh suatu apapun. Lalu setelah itu Paulus menerangkan akan dosa percabulan, di ayat-ayat sebelumnya Paulus bahkan menerangkan berbagai macam dosa. Di jaman Rasul-Rasul banyak kejadian konflik antara hidup di dalam Taurat dan hidup di dalam Kasih Karunia Kristus. Rasul menerangkan bahwa sebenarnya segala sesuatu itu Halal karena kita tidak lagi berada di bawa hukum Taurat. Tetapi pengajaran “semua Halal” dan kita merdeka dari Taurat itu bukan berarti lalu kita bebas seenak-enaknya berbuat dosa, karena jika kita berbuat dosa (dosa rohani seperti yang diterangkan Paulus) itu sama saja dengan kita memperhambakan diri kita kepada dosa.

Jadi pengajaran Paulus ini tidak saklek secara begitu saja, karena kita toh tidak bisa mengukur seberapa orang terikat atau tidak. Yang bisa mengukur hanya Tuhan. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha agar kita tidak terikat kepada dosa. Apakah kita bisa menjamin, seseorang yang punya hobi a, b, c dan orang yang punya kesenangan a, b dan c itu tidak terikat? Kita hanya bisa menilai tingkat keterikatan yang dalam taraf “PARAH,” misalkan jika orang terikat sesuatu sampai melupakan keluarga atau melupakan Tuhan. Itu baru dengan jelas bisa kita sebut terikat. Tetapi apakah kepastian dan batasan seperti itu adalah satu-satunya yang Alkitab sebut sebagai batas keterikatan? Tidak ,kan?

Contoh lain tentang pertanyaan terikat atau tidak: Orang perokok biasanya banyak bilang kalau tidak merokok itu jadi tidak enak, hal itu disebut oleh orang-orang sebagai keterikatan. Nah, sekarang kita bandingkan dengan yang tidak perokok. Orang yang biasanya makannya normal (makan daging, sayur, nasi,dll) ketika disuru puasa makan daging selama beberapa beberapa hari saja maka rasanya akan tidak nyaman, maka ketika melihat daging akan langsung ngiler, ingin makan daging. Ini menunjukkan orang itu terikat daging atau tidak? Apa bedanya dengan yang disebut keterikatan rokok tadi? Masalahnya, makan daging itu berguna sehingga pada umumnya tidak disebut keterikatan. Merokok memang menurut saya sampai sekarang pada dasarnya tidak berguna, banyak merugikannya daripada gunanya.

Tetapi jika mau dipandang secara fair, terlepas dari berguna atau tidak berguna, maka bisa jadi kasus “makan daging”  itu juga keterikatan, sama seperti kasus rokok. Nah, kasus-kasus seperti ini sebenarnya sudah membuktikan bahwa kita tidak bisa menilai dosa keterikatan, dan pada dasarnya mungkin secara sadar atau tidak sadar orang sudah terikat hal-hal tertentu. Manusia hanya bisa berusaha semampunya.

Dosa atau tidak itu menurut saya merupakan suatu gradasi bagi manusia, hanya Tuhan yang bisa menentukan. Ada sesuatu yang pasti-pasti yang Alkitab ajarkan, tetapi ada juga banyak hal yang kita tidak bisa mengukurnya karena Alkitab tidak memberikan patokan. Tentang hal-hal yang kita tidak bisa “hakimi” ya baiklah kita tidak usah menghakimi, karena itu adalah bagian dari rahasia Tuhan. Karena dosa itu suatu gradasi, maka sebaiknya kita membuat batas untuk diri kita.

Yohanes 7:24

7:24Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.

Kita harus menghakimi dengan adil. Manusia hanya bisa menghakimi yang nampak, karena manusia tidak tahu kedalaman hati manusia, yang tahu hanya Tuhan. Jadi kalau kita mau menghakimi menurut apa yang nampak, maka hakimilah berdasarkan undang-undang yang nampak/jelas. Kita tidak bisa menghakimi yang tidak nampak berdasarkan undang-undang yang nampak/jelas.

Jika ada sesuatu yang relatif bagi kita karena Alkitab tidak mengajarkan secara gamblang, ya katakanlah itu adalah relatif.

Ketika ada para pemuka gereja yang seenaknya men-judge seorang perokok lalu menghentikannya dari pelayanan, bahkan dianggap pendosa, dianggap orang tidak suci, dll. Apakah dia juga berpikir sebenarnya dosanya itu juga tidak bisa membuat dia ke dalam keselamatan? Kita sebagai semua bisa masuk ke dalam keselamatan hanya karena kashi karunia Allah melalui Yesus Kristus, bukan amal dan perbuatan baik kita!!! Jadi jika ada orang yang menuding dan mengucilkan seorang yang merokok yang menganggapnya pesakitan yang berlumur dosa, maka sebenarnya orang itu itu sedang menuding dirinya sendiri.

Jika ada kebijakan atau batasan dari pihak-pihak organisasi gereja-gereja terntetu akan hal “merokok” ini dilarang bagi pelayan dll, ya terserah saja. Entah alasannya apa, mungkin bisa dipertimbangkan. Tetapi jika alasannya adalah “merusak bait Allah,” maka setiap orang pelayan gereja tersebut seharusnya tidak bisa melayani lagi di gereja. Adakah orang yang tidak merusak dirinya sendiri? Tidak ada.

Secara sengaja atau tidak sengaja pasti seseorang ada sisi merusak diri sendiri. Seperti yang saya ungkapkan diatas bahwa, makan mie instant itu merusak tubuh, minum kopi merusak tubuh, makan babi merusak tubuh, begadang merusak tubuh, pake Ac merusak tubuh dan sesama, naik mobil merusak tubuh dan sesama, main komputer merusak tubuh (berapa banyak yang matanya rusak gara-gara pekerjaannya di depan komputer?), saudara makan makanan jaman sekarang itu sudah tercemar kimia semua, apa itu tidak merusak tubuh? Bahkan jika kita sedang menjadi panitia KKR atau Natalan lalu kecapean karena pelayanan, itu juga merusak tubuh. Dan masih banyak lagi hal-hal yang secara tidak sadar yang kita lakukan yang merusak tubuh kita.

 

 

  • Ayat Yang Pas Untuk Para Perokok

Walaupun saya menulis demikian, saya tetap menganjurkan orang-orang agar tidak merokok, karena resikonya sangat besar. Ayah saya sendiri perokok berat, 2 kali masuk ICU. Sekarang beliau telah tiada/Almarhum.

Ayat yang akan saya berikan kepada anda para perokok ini bukan ayat Alkitab, tetapi ayatnya sudah ada di bungkus rokok anda sendiri:


“Merokok dapat menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, dan Gangguan Kehamilan dan Janin.”


36 Tanggapan

  1. Yah pendapatmu ada benarnya.. tetapi menurutmu apakah rokok itu berguna? menurutku pasti km akan menjawab tidak.. dan kalau tidak kenapa mesti dl isap? sama seperti ayat yang km kutip ini.

    Korintus 6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku apapun.

    saya ingin mencoba mengilustrasikan begini: Jika ada teman yang menawari kamu untuk mentraktir kamu makan di restoran yang mahal dan makanannya enak yang di jamin kamu pasti suka tetapi setelah makan makanan itu kamu akan sakit perut selama 3 hari. apakah kamu masih mau memankannya? jika tidak rokok sudah di tuliskan “Merokok Dapat Menyebabkan Kangker, Serangan Jantung, Impotensi Dan Gangguan Kehamilan Dan Janin” kenapa kita masih mau menggukananya? kan aneh…

    rokok itu sifatnya membuat kecanduan dan banyak orang yg susah berhenti setelah kecanduan merokok bukanya ini membuat diperhamba oleh suatu? yah ini kembali ke pendapat kita masing2 jika rokok ini haram atau tidak..

    Korintus 6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku apapun

    • @Yobel

      — anda menulis: Yah pendapatmu ada benarnya.. tetapi menurutmu apakah rokok itu berguna? menurutku pasti km akan menjawab tidak.. dan kalau tidak kenapa mesti dl isap? sama seperti ayat yang km kutip ini.
      Korintus 6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku apapun.

      saya ingin mencoba mengilustrasikan begini: Jika ada teman yang menawari kamu untuk mentraktir kamu makan di restoran yang mahal dan makanannya enak yang di jamin kamu pasti suka tetapi setelah makan makanan itu kamu akan sakit perut selama 3 hari. apakah kamu masih mau memankannya? jika tidak rokok sudah di tuliskan “Merokok Dapat Menyebabkan Kangker, Serangan Jantung, Impotensi Dan Gangguan Kehamilan Dan Janin” kenapa kita masih mau menggukananya? kan aneh…

      — saya menanggapi: maaf pak, saya kurang mengerti dengan maksut pertanyaan anda ini. Apakah maksut bapak bahwa saya berpendapat rokok ada gunanya? Sepertinya anda salah tangkap. Di dalam tulisan saya, saya menyarankan agar orang TIDAK MEROKOK. Karena tidak berguna bahkan resiko nya sangat besar. Apakah anda belum selesai membaca tulisan saya? atau?

      — anda menulis: rokok itu sifatnya membuat kecanduan dan banyak orang yg susah berhenti setelah kecanduan merokok bukanya ini membuat diperhamba oleh suatu? yah ini kembali ke pendapat kita masing2 jika rokok ini haram atau tidak..
      Korintus 6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku apapun

      — saya menanggapi: Maaf sekali lagi pak. apa anda belum kelar membaca tulisan saya? atau saya yang salah ngerti pertanyaan anda ini? Justru di dalam tulisan saya, saya menyarankan agar orang tidak merokok karena resiko merusak kesehatan sangat besar. Tentang diperhamba/kecanduan itu saya sudah terangkan juga di dalam tulisan saya bahwa saya juga tidak setuju orang kecanduan, tetapi dengan berbesar hati saya juga harus mengakui bahwa batas2 kecanduan itu kita tidak tahu secara alkitabiah. Tetapi yang kita tahu adalah kecanduan dalam tingkat parah. Jadi saya tidak setuju orang kecanduan. Apakah anda belum tuntas membaca tulisan saya, atau….?????

  2. Good job, brother… Ad Maiorem Dei Gloriam..
    Pax et Bonum…. +

  3. Aku tertarik dg ulasan ini….

    Mengapa justru banyak orang yang sangat amat super SULIT sekali untuk Meninggalkan kebiasaan merokok tersebut. Bukankah semua tergantung akan kesadaran dari dirinya sendiri…dan NIAT nya.karena tidak ada org lain yg dapat membantu nya? Dokter atau psikis hanya sebuah perantara saja. Tapi yaaaa….tetap saja 1 bulan…2 bulan…dan 1 tahun akan kembali ke dunia yg sama…WALAUPUN sudah jelas ada ayatnya “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN bla..bla..bla…dst”

    Di doktrin dg kisah – kisah, contoh seperti papa kamu (alm), mreka juga tidak prnh ada rasa takut. atau berpikir ulang…

    Betapa sulitnya menyadarkan Perokok.
    Bgm menurut kamu???

    • @novie

      Trimakasih buat komennya bu Novie. Hehehe…yah mau gimana lagi ya bu, tentang hal seperti ini sih saya hanya bisa sharing saja, semuanya kembali ke orangnya masing-masing. Masing-masing dengan pertimbangannya, masing-masing dengan niatnya, masing-masing dengan pengertiannya, masing-masing dengan alasannya ^_^

    • yah… setuju dengan tulisan di atas… tapi sulit bukan berarti gak bisa kan…? dulu saya perokok berat… (bung dani sangat tau itu) tapi ketika saya memilih untuk MAU berhenti merokok…
      saya di beri kemampuan Allah untuk melakukan nya…
      jadi kesinpulan darui pengalaman hdp saya,… kalo dengan kekuatan kita…. saya pastikan akan GAGAL…. he he he he…. Only his GRACE an MERCY…..

      • @steve gober

        Trimakasih sinyo untuk komennya.

        Anda menulis: yah… setuju dengan tulisan di atas… tapi sulit bukan berarti gak bisa kan…?

        tanggapan saya: Kenapa ya selalu aja ada komen2 yang kurang nyambung dan terkesan tidak membaca tulisan saya dulu dengan bener2😦 hmmmm… saya tidak pernah berkata “karena sulit maka tidak bisa.” Kalo memang tidak bisa, ngapain saya menyarankan orang agar tidak merokok, itu kan namanya saya kurang kerjaan hehehe. Tapi semoga saja saya yang salah menangkap maksud tujuan perkataan pak steve gober ini, mungkin maksudnya adalah anda hanya mengutarakan pendapat anda dan tidak berpikir bahwa saya berkata “karena sulit maka tidak bisa.” ^_^

        anda menulis: dulu saya perokok berat… (bung dani sangat tau itu) tapi ketika saya memilih untuk MAU berhenti merokok…
        saya di beri kemampuan Allah untuk melakukan nya…
        jadi kesinpulan darui pengalaman hdp saya,… kalo dengan kekuatan kita…. saya pastikan akan GAGAL…. he he he he…. Only his GRACE an MERCY…..

        saya menanggapi: Saya setuju bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu atas kehendak Tuhan, bahkan jika saya dan anda sekarang ini mempunyai kekuatan untuk menulis komen ini, inipun kekuatan dari Tuhan. Banyak orang beranggapan bahwa kekuatan dari Tuhan itu hanya sesuatu yang dianggap “spesial” saja. Bagi saya tidak, banyak hal2 yang tidak kita sadari di dalam hidup ini yang sering dianggal “kekuatan sendiri” tetapi saya menganggapnya itu tetaplah dari Tuhan. kok bisa? Simple saja pemikiran saya..jika Tuhan tidak menciptakan kita, mana bisa kita melakukan ini itu, wong kita aja gak ada kok. Jadi semua ini ya karena anugrah Tuhan. Bahkan setan pun bisa melakukan aksinya karena Tuhan mengijinkan itu terjadi, jika tidak maka yang namanya setan sudah tidak ada. Sampai sekarang saya memang setuju ada 2 penyataan tuhan, yaitu secara universal dan secara khusus, tetapi menurut saya banyak orang membakukan sesuatu yang relatif . Contohnya seperti tulisan anda ini: “kalo dengan kekuatan kita…. saya pastikan akan GAGAL….”
        yang anda maksud dengan kekuatan sendiri itu apa? Yang anda maksud dengan kekuatan dari Tuhan itu yang seperti apa? Maaf saya kurang jelas mungkin. Jika yang anda maksud adalah kekuatan Tuhan secara “khusus” maka saya tidak setuju, karena pada kenyataannya ada orang2 diluar Kristen dan mungkin tidak percaya pada kekuatan Tuhan (Tuhannya anda, maaf) yang mereka bisa lepas dari ketergantungan merokok. Ada orang diluar kristen yang berusaha bebas dari narkoba dan akhirnya berhasil. Buaaanyaaaakkkkk orang diluar Kristen (teman2 saya) yang berusaha bebas dari kecanduan minum alkohol dan akhirnya berhasil. Jika anda bilang bahwa orang2 seperti itu tidak ada, maka dunia akan menertawakan anda, karena buktinya banyak di depan mata. Tetapi apakah saya berkata mereka2 itu bisa bebas engan KEKUATAN SENDIRI? Secara khusus saya katakan “YA” mereka bebas dengan kekuatan sendiri. Tetapi secara umum saya katakan “mereka bebas dengan kekuatan Tuhan,” dengan cara2 alami yang Tuhan sudah berikan ketika pertama kali Tuhan memutar poros bumi dan membiarkan semuanya terjadi secara alami.

        Apakah dengan demikian saya menyarankan agar orang tidak berdoa meminta kekuatan kepada Tuhan? TIDAK. Saya menyarankan agar orang kristen berdoa meminta kekuatan Tuhan. Karena itu adalah bukti penyerahan diri kita kepada Tuhan kita. jika tidak, maka betapa sombongnya kita yang sebenarnya tidak bisa masuk kedalam kehidupan kekal ini dan telah diberikan hidup kekal dengan cuma2. Tetapi apakah SUDAH PASTI jika orang tidak berdoa maka PASTI TIDAK DAPAT BEBAS dari keterikatan? TIDAK! KENYATAAN SURVEI MEMBUKTIKAN ada orang2 yang bebas dari keterikatan yang tidak dengan cara berdoa kepada Tuhan. bahkan orang2 itu tidak kenal Tuhan nya kita. Jadi itu yang saya maksud, segala sesuatu yang relatif jangan dibakukan, jangan dijadikan pengajaran. menurut saya, Alkitab sendiri menentang hal2 demikian. Maka dari itu Alkitab mengajarkan, jika YA katakan YA, jika TIDAK katakan TIDAK. Jadi jika RELATIF katakan apa? Ya RELATIF. Yang Alkitab tidak bakukan, janganlah kita jadikan baku justru itu akan bisa jadi menentang Firman Tuhan.

  4. Terimakasih atas tanggapan, kritikan dan saran yang saudara post-kan dalam artikel ini, saya juga sudah

    membaca artikel saudara yang halamannya saudara cantumkan dlm artikel saya ( http://semsolata.blogspot.com/2010/04/siapa-bilang-merokok-bukan-dosa-besa.html )… Saya bukanlah seorang

    Alkitabiah atau seorang yang selalu bergelut dengan kehidupan Rohani, saya juga Seorang Kristiani yang masih

    perlu pelajaran seperti yang saudara ajarkan..terimakasih sebelumnya… seperti yang Paulus katakan dalam

    ~Lukas 8:10 “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain

    hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun

    mendengar, mereka tidak mengerti..”~ jadi saya sangat berharap masukan-masukan saudara tentang

    penafsiran saya mengenai Firman Allah…
    Memang dalam ~I Korintus 6:1-20~ membahas tentang tubuh kita dan beberapa dosa yang berasala dari

    keinginan daging salah satunya “PERCABULAN”…

    Menurut saya, ayat ini memang dominan kepada peringatan tentang larangan percabulan karna kita telah

    disucikan oleh darah Kristus Tuhan dan telah lunas dibayar oleh-Nya…Percabulan bukan saja diartikan dalam

    kaitan SEX, atau hubungan Intim diluar dari keterikatan pernikahan atau persinahan (Lihat Juga Matius 5:28)

    tetapi lebih dominan kepada “HAWA NAFSU, PENUH GAIRAH” atau “KEINGINAN DAGING YANG SELALU INGIN IA

    TURUTI / Menodai diri dengan keinginan Daging (Keinginan Daging (Galatia 5:19-21)”.. Bukankah Merokok

    merupakan keinginan yang membuat orang kecanduan ..?? yang tanpa mereka sadari memasukkan racun

    kedalam diri mereka sedikit-demi sedikit…?? kalau tubuh kita rusak/kotor (Kita rusak karna keinginan yang

    membuat kita jauh dari keinginan Roh (Galatia 5:22-23), Bukankah itu merupakan pengrusakan terhadap tubuh

    yang adalah daging dan jiwa yang adalah Bait Allah…?? dan apakah orang tidak berdosa jika merusak bait

    Allah..??? Jika ALAM disekitar kita yang bukan BAIT ALLAH kita rusak yang mendatangkan dosa keserakahan

    apalagi rumah KUDUS yang telah menjadi Tempat Kediaman ROH KUDUS (I Korintus 6:13b)…

    Anda juga membahas tentang Makanan, Makanan merupakan suatu berkat yang harus kita syukuri karna kasih-

    Nya.. mengenai HALAL dan HARAM, ada makanan yang merusak tubuh dan ada makanan yang menyegarkan

    tubuh, tetapi karna kemalasan dan terkadang karna terburu-buru, maka manusia membuat sesuatu yang instan

    untuk mengganjal perut dalam beberapa saat, jika anda melihat semuanya itu hanya dalam hal Negatifnya saja,

    untuk apa manusia menciptakan obat-obatan, bukankah kita tetap akan mati..?? Tetapi Lihatlah sesuatu itu dari

    SEGI POSITIF dan NEGATIF, NEGATIF ke POSITIF tetapi POSITIF tidak untuk Negatif….tetapi Rokok, adakah hal

    positif yang ia timbulkan untuk kesehatan..? kalau positifnya mencoba menghilangkan stress (menurut banyak

    orang), tidak adakah hal lain untuk menghilangkan stress dari pada merokok..?? mengenai makanan yang haram

    dan halal FIRMAN berkata : “Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram,

    jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.” (I Timotius

    4:4-5)

    MASALAH TERIKAT dan TIDAK TERIKAT…Lihatlah segala sesuatu itu dari sisi positifnya, jika hal itu baik untuk

    tubuh kita dan lingkungan, mengapa tidak, terikat yang anda maksudkan bukanlah dalam artian menghambakan

    diri kepada sesuatu itu, tetapi bagaimana kita memanfaatkan sesuatu itu untuk diri kitan dan lingkungan…

    Tuhan memang tau isi hati kita, tapi apakah kita sudah menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan….?>>

    • @Semy

      Trimakasih sebelumnya, saya akan menanggapi tanggapan anda ini.

      anda menulis–> Memang dalam ~I Korintus 6:1-20~ membahas tentang tubuh kita dan beberapa dosa yang berasala dari

      keinginan daging salah satunya “PERCABULAN”…

      Menurut saya, ayat ini memang dominan kepada peringatan tentang larangan percabulan karna kita telah

      disucikan oleh darah Kristus Tuhan dan telah lunas dibayar oleh-Nya…Percabulan bukan saja diartikan dalam

      kaitan SEX, atau hubungan Intim diluar dari keterikatan pernikahan atau persinahan (Lihat Juga Matius 5:28)

      tetapi lebih dominan kepada “HAWA NAFSU, PENUH GAIRAH” atau “KEINGINAN DAGING YANG SELALU INGIN IA

      TURUTI / Menodai diri dengan keinginan Daging (Keinginan Daging (Galatia 5:19-21)”.. Bukankah Merokok

      merupakan keinginan yang membuat orang kecanduan ..?? yang tanpa mereka sadari memasukkan racun

      kedalam diri mereka sedikit-demi sedikit…?? kalau tubuh kita rusak/kotor (Kita rusak karna keinginan yang

      membuat kita jauh dari keinginan Roh (Galatia 5:22-23), Bukankah itu merupakan pengrusakan terhadap tubuh

      yang adalah daging dan jiwa yang adalah Bait Allah…?? dan apakah orang tidak berdosa jika merusak bait

      Allah..??? Jika ALAM disekitar kita yang bukan BAIT ALLAH kita rusak yang mendatangkan dosa keserakahan

      apalagi rumah KUDUS yang telah menjadi Tempat Kediaman ROH KUDUS (I Korintus 6:13b)…

      saya menanggapi—> Hehehe. Yang anda maksud tentang percabulan adalah dalam arti luas, memang itu bisa saja. Tapi masalahnya apakah yang Paulus maksudkan adalah percabulan dalam arti luas? Darimana kita tahu Paulus berpikir sejauh itu? Kalau saya cenderung mengartikan ayat Alkitab ya jangan jauh2 dari konteksnya, nanti bisa salah kaprah dan semakin meluas tidak ada juntrungannya.Disitu Paulus berbicara “percabulan dengan perempuan” “menjadi satu tubuh” “jika berhubungan maka menjadi satu roh”, bagi saya jelas itu konteksnya adalah percabulan SEX, bukan percabulan dalam arti lain🙂 Jikapun mau diartikan lebih, harus ada tafsiran yang kuat dari Alkitab itu sendiri, bukan dari pemikiran kita semata. Kalo dari angan2 dan pikiran kita saja, kata teman2 saya itu namanya “JURUS TAFSIR 1001 MIMPI” ^_^. Jika iya seharusnya kita tahu dari penafsiran di ayat2 tersebut juga atau dari ayat lain, jika kita menyimpulkan sendiri maka akan sangat besar terjadi penyimpangan arti dari Alkitab, hal itu yang sangat saya hindari. Walaupun mungkin tidak tepat 100% tetapi paling tidak jangan menjauhi kebenaran dan konteks. Dan jika begitu, apakah isitlah”BAIT ALLAH” ini dibuat Paulus untuk menunjukkan “dosa” sejenis merokok? Jika memang Paulus mengartikan dalam arti luas “termasuk merokok” seperti yang anda maksud, maka itupun tidak akan mengubah atau melemahkan maksud uraian saya pada intinya.

      anda menulis—> Anda juga membahas tentang Makanan, Makanan merupakan suatu berkat yang harus kita syukuri karna kasih-

      Nya.. mengenai HALAL dan HARAM, ada makanan yang merusak tubuh dan ada makanan yang menyegarkan

      tubuh, tetapi karna kemalasan dan terkadang karna terburu-buru, maka manusia membuat sesuatu yang instan

      untuk mengganjal perut dalam beberapa saat, jika anda melihat semuanya itu hanya dalam hal Negatifnya saja,

      untuk apa manusia menciptakan obat-obatan, bukankah kita tetap akan mati..?? Tetapi Lihatlah sesuatu itu dari

      SEGI POSITIF dan NEGATIF, NEGATIF ke POSITIF tetapi POSITIF tidak untuk Negatif….tetapi Rokok, adakah hal

      positif yang ia timbulkan untuk kesehatan..? kalau positifnya mencoba menghilangkan stress (menurut banyak

      orang), tidak adakah hal lain untuk menghilangkan stress dari pada merokok..?? mengenai makanan yang haram

      dan halal FIRMAN berkata : “Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram,

      jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.” (I Timotius

      4:4-5)

      saya menanggapi—> sepertinya anda salah pak, entah salah karena tidak mengerti isi tulisan saya atau salah karena belum teliti membaa tulisan saya, atau saya yang salah mengerti tulisan anda ini? ^_^. Saya tidak menganggap semua makanan yang “tidak sehat” itu tidak berguna dan saya tidak melihat dari segi negatif saja, justru TERBALIK pak. Karena di topik saya justru saya membahas “ADA YANG BERGUNA DAN ADA YANG TIDAK.” Bahkan didalam tulisan saya saya menganjurkan orang untuk TIDAK MEROKOK, karena bagi saya TIDAK ADA GUNANYA dan RESIKONYA TERLALU TINGGI. Mungkin ada gunanya seperti menghilangkan setres dan sebagainya, tetapi seperti kata anda…lebih baik menghilangkan setres dengan cara lain yang lebih tidak beresiko, itulah sebabnya saya MENGANJURKAN OANG UNTUK TIDAK MEROKOK. Disini sekali lagi anda sepertinya salah menilai maksud tulisan saya. Statemen dan tulisan anda ini hanya memperkuat maksud penulisan saya saja hehehe, jika memang bermaksud demikian ya trimakasih🙂

      Tentang makanan haram atau tidak, itu sudah saya jelaskan, itu bukan DOSA tetapi KOTOR. Menjadi DOSA karena pada waktu perjanjian lama itu DILALARANG MAKAN MAKANAN HARAM. yang bikin dosa itu ketika melanggar perintah makan makanan haram, bukan makanannya yang mengandung dosa. KOTOR dalam perjanjian lama itu ada kaitannya dengan hal2 rohani kita di masa ini seperti dosa (menurut saya Tuhan dulu tidak mengkaitkan dengan kesehatan), jadi orang Kristen mau makan babi yang “haram” pun sekarang gak papa, karena haram gak haram itu adalah urusan agama Yahudi bukan Kristen.

      anda menulis—> MASALAH TERIKAT dan TIDAK TERIKAT…Lihatlah segala sesuatu itu dari sisi positifnya, jika hal itu baik untuk

      tubuh kita dan lingkungan, mengapa tidak, terikat yang anda maksudkan bukanlah dalam artian menghambakan

      diri kepada sesuatu itu, tetapi bagaimana kita memanfaatkan sesuatu itu untuk diri kitan dan lingkungan…

      Tuhan memang tau isi hati kita, tapi apakah kita sudah menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan….?

      saya menanggapi—> sekali lagi anda salah mengerti isi tulisan saya. “Terikat” itu kata SIFAT, ada sebagian yang menyebutnya kata PASIF. “Menghambakan diri” itu KATA KERJA AKTIF. Jika anda mau menghambakan diri kepada sesuatu itu namanya anda MENGIKATKAN DIRI PADA SESUATU, dan setelah itu barulah anda menjadi TERIKAT. Mengikatkan diri pada sesuatu itu berarti anda yang memilih. Karena pada hakekatnya andalah yang mengikatkan diri anda sendiri. Bisa gak anda lepas dari keterikatan itu? Ya bisa, karena toh anda sendiri yang membuat pilihan untuk terikat atau tidak terikat. Jadi semua dari pilihan kita. Sama saja kan seperti yang saya tulis? Maka dari itu saya menulisnya dengan seperti yang anda maksudkan: MEMANFAATKAN SESUATU UNTUK DIRI SENDIRI DAN LINGKUNGAN.

      Sebenarnya komen anda ini kurang mengena pada penekanan maksud tulisan saya. Penekanan maksud tulisan saya adalah bukan dosa atau tidak dosanya, bukan mana yang boleh atau tidak bolehnya. Tetapi ayat itu sebenernya KURANG PAS untuk men judge orang merokok, karena menurut saya Paulus tidak berpikir sampai kesitu. Kasusnya adalah PERCABULAN. Jika kita artikan semau2 kita, nanti semua ayat Alkitab bisa kita artikan semau2 kita juga. Jikapun arti ayat itu tidak pas untuk MEROKOK, saya TETAP TIDAK MENGAJURKAN ORANG UNTUK MEROKOK, karena ayatnya juga berkata sesuatu yang BERGUNA ATAU TIDAK BERGUNA. Tapi jika menurut orang berguna, hati-hati lagi bahwa ayatnya juga berkata tentang KETERIKATAN. Apakah kita terikat atau tidak? Tetapi terikat atau tidak itu kan relatif juga ukurannya tidak ada yang tahu, berarti balik lagi ke BERGUNA ATAU TIDAK BERGUNA ^_^ Karena menurut saya masih banyak yang lebih berguna dari merokok maka saya TIDAK MENGANJURKAN ORANG MEROKOK.

      Jika ada GEREJA yang MEn JUDGE dan melarang pelayannya yang merokok itu melanggar ayat MERUSAK BAIT ALLAH. Maka gereja tersebut harus KONSEKUEN karena sebenarnya makan makanan Instan dan bahan kimia lainnya juga MERUSAK BAIT ALLAH. Tetapi bagi saya ada baiknya jika pelayanan Tuhan tidak merokok dan gereja menerapkan sistem jangan merokok, dengan alasan apa? dengan alasan BAIK DAN TIDAK BAIK seperti yang paulus katakan, dengan alasan BERGUNA ATAU TIDAK BERGUNA seperi yang Paulus katakan, dengan alasan MENJADI CONTOH MELAKUKAN FIRMAN BaIK DAN BERGUNA. Dengan demikian kita sebagai gereja bisa lebih bijaksana dan mempunyai alasan yang LEBIH TEPAT DAN LEBIH KUAT jika ada orang2 yang bertanya tentang masalah kebijakan “TIDAK BOLEH MEROKOK” ini. Karena sampai sekarang jujur saja, dengan doktrin “MEROKOK MERUSAK BAIT ALLAH” ini gereja menjadi “bahan tertawaan” para orang2 kritis ^_^

      Tentang dosa yang disengaja atau tidak disengaja? Kalau merokok dianggap dosa disengaja, maka gereja akan mendapatkan serangan bahwa dosa yang disengaja mana yang manusia tidak pernah lakukan? Bahkan jika anda mengatakan 1000 kali bahwa anda tidak pernah melakukan dosa apapun yang disengaja, saya tidak percaya ^_^. Jika memang bisa begitu maka dengan amal ibadah manusia masih mungkin akan mencapai kekekalan, tidak perlu Yesus Kristus. Jadi jika pelayan Tuhan distop gara2 SENGAJA MEROKOK/melakukan dosa disengaja, maka semua pelayan Tuhan harusnya di stop juga, fair dong ^_^ Makanya saya lebih setuju jika gereja menganggap merokok itu lebih kepada baik atau tidak baik, berguna atau tidak berguna sesuai dengan ETIKA GEREJA tersebut. Itu akan menjadi alasan yang lebih kuat daripada “sok Alkitabiah” bahwa pelayan Tuhan di stop gara2 merokok adalah merusak bait Allah. Tidak FAIR alasannya dan yang paling penitng menurut saya adalah : tindakan seperti itu TIDAK ALKITABIAH.

      Itu adalah maksud dari tulisan saya ini. Semoga anda mengerti maksud saya ^_^

      Trimakasih.GBU

    • benar bray,, itu tergantung dari kita masing2 dech,, seandainya saya tidak makan dan minum dan tidak tidur dan merokok pun tidak,, dengan kata lain apakah saya mati atau lebih sderhana sperti malaikat,, artinya ayat dalam alkitab mengandung arti tersendiri, bantuan rohkudus itu adalah jaminan agar mengetahuinya,, saya jadi tambah peljaran tentang blog ini, yang hanya membahas merokok,, padal lebih banyak yang mengerikan dari itu,, saya ada cerita tentang saya menasehatkan teman saya jangan makan daging, karena pengaruhnya bisa kolesterol, yang bisa mengakibatkan strok, tekanan dll,, padahal saya ngga nyadar bahwa saya mengisap rokok efek nya jantung khususnya,, tetapi keterikatan kita tentang apa yg halal menurut kita anggap baik sudah tertulis di ayat blog ini juga,, tergantung kita mau jadi anak-anak hee,,, itu dulu,, salam damai, sling membgun aja kita..

  5. Apakah memang hanya merokok kah yg merusak & merugikan kesehatan? apakah hanya hal itu yang tidak berguna & merugikan? knapa tidak ada yg menggembar-gemborkan atw menghakimi,minimal mengingatkan sesamanya atw menyinggung tentang pola makan & makanan yg merugikan kesehatan bahkan jg dapat membunuh? setahu saya orang2 Kristen kalo kumpul2 atw pulang Gereja pikirannya langsung “makan enak apa kita hari ini?” pilihannya Babi anu-Babi ini,RW,steak anu,kambing anu, yg kira2 sehat ga tuh buat bait Allah? juga tentang gaya hidup hedonis & konsumerisme yg mengikat? tentang kecanduan berdusta,tidak jujur, kemalasan, mendua hati, pikiran jahat, kesombongan rohani yg merasuk dan tinggal yg tanpa disadari, kecanduan menghakimi sesama, penyakit kronis mnjadi tuhan2 kecil di dalam Gereja, mata cabul, pikiran cabul, hobi memelihara dengki & dendam dalam hati, terikat dengan sifat munafik (kalo di Gereja semuanya “tampak” seperti Malaikat2), Dan lain-lain dan lain-lain….
    Maaf kalau kata2 saya kasar, teteapi begitulah kenyataannya. kita sering di repotkan tentang “hal2 sepele yg di besar2kan”. Juga menurut saya St.Paulus pun tidak terpikir akan ada jarum super, gudang garam dan lainnya pada saat menulis suratnya juga tidak terpikir akan ada game online yg mmbuat bnyak anak2 remaja sampai dewasa yg kecanduan sampai lupa Tuhan, bahkan mnjadi sadis karena di dalam game2 itu biasanya berisi kekerasan,”bunuh!bunuh! mati luh!” itulah celoteh gamer2 yg malang,nilai2 sekolah jeblok,boro2 inget Tuhan, bahkan banyak yg stress sampai bunuh diri…hal2 di dunia modern ini ga ada di alkitab (khusus penganut Sola Scriptura murni).. paling di modif2 dulu di tafsir di cocok2in dulu dengan prinsip pemikirannya, baru di tembak ke sasaran…
    Membahas layak atw tidak layaknya kehidupan dan tingkah laku sesama kita menurut pakem2 ayat2 Kitab suci (dengan utuh atau comot2 sana-sini) sama saja dengan orang2 Yahudi dahulu yg menggunakan hukum2 kembangan Taurat untuk menyeret pelacur yang mereka tangkap basah sedang berzinah (berarti mereka ngintip atau bahkan dengan jelas melihat ketelanjangan si pelacur yg di dalam Taurat hal seperti itu jelas2 adalah pelanggaran) atau menggunakan hukum2 kembangan comot2 itu untuk menuduh,mendera,menyalibkan dan membunuh Tuhan kita…… padahal Kitab Suci yang adalah Firman-Nya adalah refleksi bagi kita untuk menuntun hidup kt agar hidup seturut Kehendak-Nya..dengan kuasa pencerahan dari Roh Kudus agar kt yg bodoh ini mampu memahami dan diberi kekuatan untuk melakukannya.
    Kitab suci adalah buku spiritual-Rohani, yg ditulis atas inspirasi dari Roh Kudus, yg harus dibaca,direnungkan,dilakukan dengan roh bersama tuntunan Roh Kudus yg sama yg menginspirasi sang penulis… dengan mengingat otoritas Gereja Kudus dalam hal penafsiran,ajaran apostolika para Patriark (para bapa Gereja) yg diinspirasikan dari Roh yang sama. Jadi bukan dibaca dengan kedangkalan hal2 fisikal,duniawi,apalagi dibaca & dimanfaatkan untuk menguatkan pemikiran2, prinsip2, maksud2 dan ambisi pribadi…itu memperkosa Injil dan Kitab suci namanya!

    Jadi menurut saya dan jg saya mengajak agar kita lebih baik dan lebih penting bercermin pada Firman, memperhatikan bagaimana hati pikiran dan perbuatan kita di hadapan Tuhan kita Yesus Kristus dan mempertanggungjawabkan semuanya itu, mengakui segala kelemahan & keberdosaan kita dan menyrahkannya ke dalam belaskasih Tuhan kita, memohon pengampunan-Nya dan terus menerus berjuang memperbaiki hidup kita agar seturut kehandak & panggilan-Nya bagi kita dengan kekuatan & pertolongan dari-Nya.

    Bait Allah, Bait Roh Kudus…adalah milik-Nya, tempat Dia bertahta, dan tempat segala pujian & syukur yang tanpa henti selalu bergema bagi Dia.

    “Deus meus et omnia…”

    + Pax Vobis +

  6. Saya melayani pekerjaan Tuhan selama 12 tahun, menggembalakan komunitas doa dan Bible study bagi saudara2 pelayan2 Tuhan lainnya sampai sekarang.. melayani dalam bidang musik di Gereja2 dari tahun 1999 sampai sekarang. membuka rumah saya untuk tempat tinggal dan konseling & peng-Injil-an untuk teman2 saya pecandu narkoba, ODHA, residivis. Dan saya menjalani kehidupan membiara di Ordo Fratrum Minorum, dan ordo Cisterciensis Strict Observance (Trappist).

    – dan saya Dikucilkan & di “cut” pelayanan saya oleh beberapa Gereja (saya lupa dan ngga penting juga di inget2..:D ) karena saya disekujur tubuh saya di penuhi TATTOO dan saya MEROKOK.
    Deus gratias…+

    sekian kesaksian saya…hehehe…:D

    • @raymondrhee

      Trimakasih pak buat komen dan sharingnya. Seneng sekali ada yang mau sharing panjang lebar begini, saya berharap ini akan menjadi berkat untuk kita semua yang membacanya ^_^

      Jujur saja, dulu nya saya memang salah satu orang yang termasuk di dalam kriteria memakai jurus semau2nya saja di dalam menafsirkan dan memakai Firman Tuhan untuk kepentingan pembenaran diri sendiri dan untuk pembenaran doktrin gereja saya. Tetapi puji Tuhan selalu saja banyak pertanyaan yang tidak bisa terjawab di dalam pembenaran2 diri tersebut, selalu saja ada kontradiksi yang membuat hati nurani saya resah, sehingga saya memutuskan untuk belajar dari awal mencari kebenaran Firman Tuhan. Meskipun sekarang saya masih jauh dari sempurna di dalam hal kedalaman Firman Tuhan, tetapi paling tidak sekarang Tuhan ajar kepada saya agar saya lebih berhati2 di dalam mengartikan Firman Tuhan.

      Untuk pak Raymondrhee, teruslah melayani Tuhan dimana bidang kita ditempatkan, marilah kita sama2 terus belajar memperbaiki diri menuju kepada kebenaran Firman Tuhan. Secara manusia memang tidak mudah, tetapi sekali lagi, secara manusia hanya itu yang bisa kita lakukan, Roh Kudus mempunyai bagianNya sendiri ^_^

      Terus berkarya dan melayani di dalam iman pak ^_^

      Non Sum Dignus. Laudetur Iesus Christus, Dominus Noster…In Aeternum. Pax Tecum.

  7. Wih thanks om kabar baiknya.

    Akhirnya ane dapat pembenaran buat nyimeng lagi

  8. Kisah perokok yg diatas terjadi pada diriku
    Memang perokok di anggap orng yg rohani adalah penyakit kusta

    Dan ayat “tubuhmu adalah bait Roh Kudus” di tujuhkan kepada orng yg perokok saya setujuh kurang pas

    Berapa banyak MANUSIA Meninggalkan YESUS karena Ayat ini.
    apakah yg merasa hati rohani merasa senang kalau jemaat meninggalkan Yesus karena ayat ini?

    KetikaSeorang mau bertobat ,ribuan malaikat di sorga tertawa…..

    Jangan lupa Dengan ayat ini:
    “tubuhmu adalah bait Roh Kudus”
    masih ngotot ditujukan kepada perokok

    Maka
    BERJUTA JUTA SETAN IBLIS TERTAWA TERMASUK ROH
    YG HATI ROHANI SENANG MEMPERGUNAKAN AYAT INI
    DI TUJUKAN KE “PEROKOK”
    Karena perokok pergi meninggalkan YESUS

    • @Sintak

      hehehe nampaknya pak Sintak suka berpuisi ya ^_^. trimakasih buat komennya pak Sintak.

      Tapi saya tetap menyarankan anda untuk tidak merokok lho pak. hahaha ^_^

  9. hahayamm,,, agak ngntuk nich saya,, tapi terhibur dg bnyak macam penjelasan yang saya bisa terbuka membacanya. lansung dech, saya perokok berat,, kalau bisa di timbang bisa berkisar 100truk lebih muatan rokok yang saya nikmati. entah sperti apa paru2/jantung saya, singkat aja, beberapa kali saya di doakan dn berdoa sendiri,, ampuh bisa berhenti waktu itu juga(siapa dulu kan yesus penyembuh),, tapi saya hitung sudah hampir puluhan kali saya kembali merokok lagi, dan sampai sekarang dn saya menuliskan ini lagi mengisap rokok,, lansung aja, memang ayat di atas sudah saya baca dn sering juga saya menerima dari rekan2 rohani kristen,, tapi ga mempan juga,, namun dari hati kecil saya alangkah baiknya ga merokok, mau bukti??? saya merokok muka saya kusam, kalau ga merokok muka saya seger/cerah hhhmmm malah di bilang cewe kok kamu ganteng sekarang?!?!?! wwaaaawww jadi saya pikir yg kemarin2 saya ga dsebut ganteng pasti dech gara2 muatan 100truk itu haaa,,, singkat aja,, saya baru terbuka dan saya lagi ga pegang alkitab sekarang, tapi saya ingat ayatnya nich detik ini gara2 membuka situs ini ga sengaja,, mungkin rohkudus bantuin kayak nya walau ssya lagi ngerokok,, kalau ayat paulus ga ada hub nya ama merokok merusak bait Allah saya juga membaca nya jadi suka dan malah pengen nambah 100truk lagi rokok saya,, karena firman Allah ga ada hub nya ama merokok merusak baitNya,, lansung dech lg hee,, mungkin ayat ini spertinya jauh dari pada merokok kalau kita artikan lewat-lewat saja, tetapi saya sadar walau di tanagn saya masih mengisap rorok, (MATIUS 19:13-15) itu tentang Yesus memberkati anak-anak,, yang dimana yesus meletakan tanganNya dan mendoakan mereka(anak-anak) tetapi murid-muridNya memarahi orang-orang itu, dan ayat 14. Tetapi Yesus berkata: “biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan sorga.”

    naahh apa maksud nya ayat itu dengan blog ini tentng merokok? dan bila jadi pertanyaan apa hub nya ayat itu dengan merokok? kalau di lihat lagi kita baca, apa hubungannya anak-anak yang di berkati Yesus dan jangan menghalangi mereka, sebab mereka empunya kerajaan sorga dan apa hub nya dengan merokok? yang lebih sederhana lagi apa (HUBUNGANNYA ANAK-ANAK dengan MEROKOK)

    Pasti tau maksud saya, ayat itu sepintas kita baca walau sering seperti nya tidak ada hubungannya dengan merokok, tetapi hebat entah dari mana malam ini saya teringat ayat itu, karena ada konteks rohani dalam sorga dan dunia,, artinya rokok brang dunia, sedangkan anak-anak di kategorikan empunya kerajaan sorga, lebih menekankan secara umun kita alami sekarang.. adakah anda ketahui anak-anak MEROKOK di usia 5tahun ke bawah terkecuali ada kelainan genetik,, seandainya ada paling2 mereka belajar mau tau merokok seperti apa, itu pun usia 10tahun ke atas, dan apakah anak-anak mengerti tentang firman Tuhan, atau tentang bait Allah, atau tentang merokok dapat merusak bait Allah? yang mungkin di pikiran anak-anak mereka tau dari teman, atau meniru dari orang dewasa, atau mencoba meniru dari orangtuanya laki-laki dll,,, waahh kebnyakan nich penjelasan aku,, sedangkan aku masih merokok nich,, yang saya maksud kan kita jangan memperdebatkan tentang merokok,, tapi masing-masing iman kita menilai sendiri apa rugi dan dampaknya morkok sperti yang sudah di jelaskan di atas,, yang saya maksudkan mampukah kita sekarang atau besok dan seterusnya menjadikan diri seperti anak-anak yang tidak tau apa2 tentang dunia rokok???!!!! karena lebih jelas Yesus menyukai anak-anak dalam ayat itu, saya hanya berdoa saja kita semua pasti bisa berhebti merokok dan hidup sperti anak-anak walau sudah dewasa, dalam arti berpikirlah seperti anak-anak dalam dunia ini, tetapi dewasa dalam Tuhan hmhmm sory dikit seprti pendeta ya(buka2an saya banyak tattoo lo) jadi saya mengganggap Firman Tuhan itu memang YA dn AMIN dech suci habis, isi nya aja perkataanNya, jadi ada aja jawabannya.. nich ngntuk jadi melek dikit,, kita doakan mga yang baca dan smua tulisan di sini jadi berkat, karena yang saya takutkan orang kristen yang ga merokok atau yang sudah berhenti merokok bisa balik lagi,, sayang kan,, okey ingat kita jangan remehkan Firman Tuhan,, sepintar pintarnya otak manusia pasti ada batasannya,, slam damai dan kasih dari saya dalam Yesus,, semoga kita bisa berhenti merokok. saling doa ya sobat-sobat dan saling berbagi dan membangun. Amen.. Tuhan Yesus memberkati

  10. Manusia ribet, mempermasalahkan, memperdebatkan peraturan2, sedangkan hatinya jauh dari Tuhan.. Padahal yang Tuhan inginkan cuma satu, engkau mengasihiNya.. Jika engkau mengasihi Tuhan, engkau dekat denganNya, engkau pasti tahu kehendakNya dan engkau pasti berusaha memberikan yang terbaik untukNya.. Termasuk tubuhmu, karena tubuhmu adalah milik Tuhan, bukan milikmu, oleh karena itu engkau menjaganya demi cintaMu kepada Tuhan..

  11. Tq untuk pencerahannya. Apakah merokok itu ‘mengotori’ tubuh? Benar, ‘mengotori’ tubuh diri sendiri, orang lain, dan bumi kita. Maka, pakai akal sehat saja sudah jelas ya, rasanya nggak perlu ‘dalih’ lainnya?!

  12. Saya setuju dengan statement tersebut. Soal rokok dan merokok masuk kategori berguna atau tidak berguna. Soal berguna itupun masih bisa dikembangkan kepertanyaan “bagi siapa berguna dan tidak berguna?” Bagi perokok tentu saja berguna dengan bermacam alasan. Akan tetapi, karena rokok berkonotasi negatif, perkembangan pandangan kontra rokokpun perlu dipertimbangkan agar tidak menjadi batu sandungan dalam hal norma, etika dan kepatutan. Misal, dalam kependetaan dan kemajelisan gereja yang bisa dipilih adalah seorang bukan perokok. Syarat ini bisa memacu seseorang yang rindu melayani Tuhan membebaskan diri dari kecanduan rokok. Bahkan kalau mau extrem lagi, semua pejabat pemerintahan disyaratkan non perokok. Sehingga para pemimpin gereja dan pemerintahan negara memberi teladan dari soal kecil, yaitu bebas rokok. Perlu diingat, iklan rokok menawarkan energisitas bak olaragawan champion, dll, yang justeru kita temukan faktanya bertentangan dengan MOTTO rokok itu sendiri: “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.

    Kebetulan saya dapati di fb seseorabg link https://www.change.org/id/petisi/pak-tifsembiring-stop-iklan-rokok-stopiklanrokok?utm_campaign=autopublish&utm_medium=facebook&utm_source=share_petition

    • @Kimhong Nathan

      Hehehe anda menangkap maksud saya pak Kimhong. Saya malah justru seneng lho jika ada gereja yang mensyaratkan pelayannya untuk tidak merokok. Cuman gak tau ya, kok banyak yang gak ngerti maksud saya ni di sini hehehe ^_^

  13. berdoa supaya TUHAN mengampuni anda!

    • @Rivo

      Trimakasih sudah komen di blog saya pak Rivo. Tapi saya ndak ngerti maksudnya apa ini ^_^

      • anda memangg pintar, tapi tulisan anda begitu kontroversial. seakan-akan kesimpulan dari tulisan anda menjurus pada, atau mensahkan rokok untuk orang kristen pada umumnya. padahal sudah sangat jelas, semua agama, organisasi, komunitas. melarang setiap individu untuk merokok! karena sangat merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan tmpat kita hidup. manusia saja melarang apalagi Tuhan.
        “tubuh kita adalah bait Allah”. syarat mutlak untuk kita dekat dengan Allah, adalah kekudusan. tanpa kekudusan kita tidak dapat melihat Allah. saya yakin anda lebih paham.
        Tuhan yesus mengasihi kita. roh kudus menolong anda.
        TUHAN YESUS MEMBERKATI.

      • @rivo

        hehehe bapak ini bisa saja lho, jarang2 orang ngomong saya pintar. Saya sendiri malah merasa saya tidak pintar ^_^ Malah kelihatannya lebih pintar bapak daripada saya, itu buktinya bapak bisa mengerti bahwa saya lebih mengerti drpd bapak walaupun bapak tidak kenal saya ^_^

        anyway trimakasih sudah komen di blog ibi ^_^

  14. Salam kenal, artikel yang cukup menarik. Cuma kenapa komentarnya banyak yang jadi off topic ya? kalau saya membaca artikel bro Daniel intinya soal penggunaan ayat yang tidak pas, bukan soal rokoknya sendiri, apalagi untuk legitimasi rokok.

    Merokoknya saja tidak membuat orang tidak jadi masuk sorga, tapi dapat mempercepat hehehe. So bayangkan potensi, lesempatan dan pelayanan yang hilang karena masuk sorga sebelum waktunya.

    Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Kalau karena kebiasaan merokok kita membuat orang terhalang untuk datang kepada Yesus (jadi batu sandungan) apakah kita rela untuk melepaskannya? Jika tidak rela, kenapa tidak?

    • @paultuanakkota

      Hehehe nampaknya anda cukup mengerti perasaan saya, karena sering melihat/membaca komentar2 yang out of topic atau off topic dlm bahasa anda. Tapi begini ini pak, pelayanan ngobrol ini kan banyak ketemu orang, ada yang terbuka pemikirannya, ada yang luas dan jauh pemikirannya, ada yang sempit, ada yang mencari kebenaran, ada yang cuman sekedar “pokoknya saya yang bener.” Yang lebih gak enak itu kalo yang gak ngerti tapi merasa ngerti, sudah dikasi tau tetep gak ngerti tapi dia kira kitanya yang gak ngerti. Kalo sudah gitu ya sudah mau gimana lagi hahaha ^_^

      trimakasih kalo anda mengerti dan trimakasih saya boleh curhat disini ^_^

  15. dari pada merokok uangnya lebih baik ,ditabungin buat keperluan yg lebih berguna untuk keluarga. merokok juga bisa menyebabkan penyakit jantung dan kanker paru paru,kalau kita sakit kasihan anak istri.Tuhan sdh memberikan kesehatan tinggal kitanya mau pilih yang mana.itu pilihan kita sendiri dan resikonya itu juga buat kita sendiri.

  16. satu hari, seorang jemaat gereja mengeluh kepada saya karena kesulitan bayar uang sekolah anaknya. Ngakunya sayang anak. Sambil saya nasehati ya saya omelin juga deh. Elu ngakunya sayang anak, bayar sekolah cuma segitu aja gak sanggup, tapi ente merokok jalan terus setiap hari. Coba kalau dikumpulin tuh uang udah berapa? Ente lebih dari sanggup bayar uang sekolah. Sekarang, ente lebih sayang anak atau sayang rokok?

    Hehehe

  17. saya orang kristen perokok… susah banget pingin berhenti…dan saya merasa tidak layak di hadapan Tuhan… sebab saya berpikiran hidup saya tidak bisa kudus hanya gara-gara rokok…bahkan saya takut gara-gara rokok saya masuk neraka dan di tolak di surga… menurut anda apakah seorang perokok bisa masuk surga???? karena banyak pendeta bilang di surga tidak ada rokok… saya tau itu… apakah gara-gara di surga tidak ada rokok lantas saya di tolak untuk masuk surga??? karena tidak ada rokok disana.

  18. Shalom temen2..
    menarik sekali bahasan di atas, dan kalo saya boleh ikutan share,
    yang saya tangkap dari bahasan “merokok” di atas dan ayat2 yang di bahas bukan hanya sebatas “berguna atau tidak berguna” / “haram atau halal”, namun kembali pada tujuan awal kita sebagai orang percaya dalam menggali, merenungkan firman Tuhan adalah untuk menerima kebenaran dan menjadi pelaku firman itu sendiri.

    Dan untuk menjawab perbedaan pandangan sehubungan dengan bahasan di atas, saya memiliki pandangan bahwa “Allah mengizinkan kita ada bukan tanpa tujuan ; dengan kata lain Allah memiliki rencana memlalui hidup kita.”

    Atas dasar pemikiran itulah saya memiliki pertanyaan, yg bagi saya juga merupakan sebuah jawaban : “Apakah merokok adalah bagian dari rencana Allah dalam hidup kita?”

    Saya kira kita semua tahu bahwa jawabannya ialah tidak, perlu disadari “kembali” bahwa Allah mengizinkan kita ada adalah sebagai terang, saksi, sbgai berkat dan hambaNya yg yang secara ilahi status kita adalah anak2 Allah; oleh sebab itu mestinya standard hidup orang percaya pun adalah standard yang dikehendaki Allah kita.

    Lepas dari berita acara “merokok” merugikan kesehatan atau tidak; merugikan orang lain atau tidak; mempengaruhi ketetapan keselamatan atau tidak. Bukan hal demikian yang akan menjadi standard atau acuan kita “sebagai orang percaya” karena itu hanya standard dunia ( lebih tepatnya disebut kepentingan medis,moral,ekonomi etc).

    Namun bagi setiap orang yang percaya kebenaran Firman, kita tdk hanya mempertimbangakan fungsi,sebab-akibat,keuntungan-kerugian dari hal2 yg kita lakukan yg pada dasarnya cenderung memikirkan benefit bagi kita sendiri; sebaliknya yg kita pikirkan, yg kita cari; yg menjadi pertimbangan kita adalah “Perkenanan Allah” atas semua itu.

    Jadi apakah “Merokok” adalah bagian dari rencana Allah dalam hidup kita? dan Apakah ALLAH berkenan atas hoby/kebiasaan yang disebut dengan “merokok”?

    Hidup kita hendakNya memuliakan Dia yang telah mengasihi kita; sehingga yg kita pikirkan pun semata-mata supaya kita hidup berkenan di hadapanNya.

    Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia!

    Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: