TRITUNGGAL/TRINITAS adalah Monotheisme atau Polytheisme(Tritheisme)?


Tritunggal/Trinitas (Bapa, Putra, Roh Kudus) adalah sesuatu yang susah dimengerti. Menjelaskan Tritunggal secara alam manusia itu susah, karena pada naturnya Allah itu berbeda dengan manusia. Beberapa pendekatan dari para pakar dari berbagai aliran telah diajarkan selama berabad-abad. Saya sendiri telah membaca beberapa buku dari berbagai kalangan/aliran keKristenan dan saya tidak menemukan suatu penjelasan yang memuaskan saya. Bahkan penjelasan-penjelasan tersebut akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lagi. Istilah “Tritunggal” sendiri tidak ada di dalam Alkitab, disini saya memakai istilah ini karena sudah umum dipakai untuk menjelaskan tentang “Bapa, Putra dan Roh Kudus.” Saya hanya memakai istilah “Tritunggal” ini untuk mempermudah penyebutan 3 oknum ini saja. Ada yang mau memakai istilah lain? Silahkan saja.

Saya merenungkan keberadaan dan arti Tritunggal ini dan disini saya mendapatkan suatu pemikiran yang lebih memuaskan bagi saya, walaupun pasti akan berhenti pada ketidakmampuan akal manusia untuk menjangkau/memikirkan ketidakterbatasan Allah. Tetapi paling tidak saya berusaha menjelaskan/melakukan pendekatan tentang doktrin Tritunggal ini menurut apa yang saya dapatkan dari Alkitab sendiri. Dan harapan saya adalah, penjelasan saya tentang Tritunggal ini bisa semakin memperjelas tentang doktrin/pengajaran Tritunggal untuk memperkuat iman percaya kita sebagai orang Kristen.

 

 

  • Allah Itu Esa Atau Banyak?

Di dalam Perjanjian lama ataupun di Perjanjian Baru diajarkan bahwa Allah itu Esa.

Ulangan 6:4

6:4Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Markus 12:29

12:29Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Maleakhi 2:15

2:5Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Di dalam Perjanjian lama sering sekali digunakan kata ELOHIM(bahasa Ibrani untuk Allah). ELOHIM sendiri adalah kata benda jamak/bukan tunggal. bentuk kata tunggal dari ELOHIM adalah ELOAH. Di Alkitab lebih sering digunakan kata ELOHIM daripada ELOAH. Sampai sekarang saya berpikir bahwa penggunaan kata tunggal dan kata jamak ini adalah untuk menunjukkan bahwa Allah yang “jamak” itu adalah “tunggal.” Artinya adalah, Allah itu satu di dalam hakekat-Nya, tetapi di dalam hakekat-Nya yang tunggal itu terdapat kejamakan. Apanya yang jamak? Beberapa pandangan theologi yang menurut saya kuat, mengatakan bahwa yang jamak itu adalah pribadi-Nya.

Sampai sekarang saya masih setuju-setuju saja dengan istilah ini, meskipun bagi saya hanya istilah saja yang masih tetap kurang kuat untuk menemukan hakekat sebenarnya dari Tritunggal ini dan istilah “pribadi” ini akan menimbulkan pertanyaan kembali banyak pertanyaan. Istilah “satu hakekat, satu pribadi, satu hakekat tiga pribadi ” sendiri tidak pernah saya temukan di dalam Alkitab. Bahkan menurut saya, kejamakan Allah itu lebih dari sekedar kejamakan pribadi-Nya. Menurut saya, kejamakan itu mempunyai indikasi bahwa Allah itu maha segalanya/tak terbatas. Karena Maha Tak Terbatas maka Dia pun bisa membatasi diri-Nya sendiri. Lalu dengan apa kita bisa menamakan sesuatu yang tak terbatas yang menjadi terbatas? Entahlah, sampai sekarang saya tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk saya, maka saya gunakan saja istilah “pribadi.” Istilah “pribadi” bagi saya disini bukan sebagai pribadi seperti pribadi manusia yang terbatas, sebabk alau kita hanya menempatkan/membatasi kejamakan Allah hanya di dalam pribadi-Nya saja, maka sama saja Allah itu terbatas.

Tetapi saya tidak menyangkal Alkitab mengajarkan bahwa Allah menyatakan kejamakan pribadi-Nya juga. Karena kita hanya bisa mengenal Allah hanya dari sebatas yang Allah nyatakan kepada kita, maka kita hanya bisa mengenal kejamakan Allah melalui yang Allah ajarkan di dalam Alkitab. Tetapi itu bukan berarti saya berpikir bahwa Allah hanya terbatas oleh 3 kepribadian saja. Saya sadar bahwa sampai eskarang tidak ada kata-kata/bahasa saya yang mampu menjelaskan dengan sempurna tentang kejamakan di dalam ketunggalan Allah ini. Ketika saya menyampaikan Firman Tuhan tentang Allah, saya sering berkata “adakah kata-kata yang bisa menjelaskan arti kata TIDAK TERBATAS selain dari kata TIDAK TERBATAS itu sendiri?” Dengan kata-kata/bahasa manusia kita hanya bisa melakukan pendekatan kepada Sang Tidak Terbatas, kita tidak bisa mengartikannya secara sempurna, karena kita terbatas.

Tetapi jika saya kembalikan lagi kepada sesuatu yang Alkitabiah, maka menurut saya memang Alkitab mengajarkan kejamakan Allah dalam banyak pribadi, termasuk 3 Pribadi ini. Jadi menurut saya, 3Pribadi ini hanyalah 3 dari sekian banyak yang kita tidak tahu dari misteri kejamakan Allah. Tetapi disini saya hanya membatasi hanya di dalam  Tritunggal (Bapa, Putra dan Roh Kudus) saja. Karena kita hanya bisa mengenal Allah hanya sebatas yang Dia wahyukan saja (melalui Alkitab), maka kita hanya bisa mengenal dan mendiskusikan kejamakan berdasarkan Alkitab saja. Sampai sekarang saya berpikir bahwa kejamakan pribadi Allah dalam Tritunggal adalah Alkitabiah.

Memang jika ditinjau dari segi masing-masing Tritunggal, maka ke-3nya itu memang menjadi/mempunyai kepribadian/kesadaran sendiri-sendiri, tetapi pada hakekatnya kita tidak tahu apakah memang seperti itu atau itu hanya sebagian saja (dari seluruh kejamakan Allah) yang dijelaskan kepada manusia. Yang saya tahu adalah, bahwa saya hanya bisa menjelaskan dari apa yang hanya Allah jelaskan, yaitu di dalam ke-3 pribadi Allah itu. Diluar tritunggal saya tidak bisa menjelaskan secara Alkitabiah tentang kejamakan Allah. Sekarang saya menyetujui saja pemakaian istilah “Tritunggal adalah kejamakan pribadi Allah,” tetapi hanya untuk kasus Tritunggal (Bapa, Putra dan Roh Kudus) saja, karena sampai sekarang saya tidak menemukan istilah yang lebih baik. Jadi sampai disini saya setuju bahwa Pengertian Tritunggal adalah, Allah itu esa dalam hakekatnya dan jamak dalam pribadi-Nya.

 

 

  • Indikasi “Jamak” Dalam Perjanjian Lama

Orang sering membahas kejamakan Allah itu di dalam Tritunggal karena memang Tritunggal ini dinyatakan secara nyata di dalam Perjanjian Baru. Tetapi saya juga melihat beberapa indikasi kejadian-kejadian tentang kejamakan Allah ini di dalam Perjanjian Lama yang sama dengan kejamakan dan cara kerja Tritunggal dalam Perjanjian Baru.

Kejadian 18:1

18:1Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Jika Tuhan turun ke dunia dan bertemu dengan Abraham, jadi di Surga kosong? Malaikat pada minum capucino, makan donut sambil main kartu? Ketika Tuhan pulang ke Surga, malaikat yang tadinya lagi santai cepat-cepat membereskan kartunya sambil cepat-cepat menelan donut yang masih penuh di mulutnya? Tidak, kan?

Jika Tuhan turun ke dunia bertemu Abraham dan Surga jadi kosong beberapa saat sampai Dia kembali ke Surga, itu namanya Tuhan tidak maha hadir. Itu namanya Dia terbatas.

Keluaran 25:8-9

25:8Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.25:9Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.”

Keluaran 29:45-46

29:45Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan Aku akan menjadi Allah mereka.29:46Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah TUHAN, Allah mereka.”

Nah, yang ini lebih parah lagi. Tuhan menyuruh orang Israel membuat kemah untuk Tuhan dan Tuhan akan diam di tengah-tengah orang Israel. Penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel melalui kemah ini berjalan bertahun-tahun lamanya, bahkan nantinya dibangun Bait Allah. Selama Bertahun-tahun Tuhan diam di tengah bangsa Israel ini, berarti Surga kosong selama bertahun-tahun dong? Hehehe.

Kasus Tuhan bertemu Abraham dan kasus Tuhan menyertai Isarel hanya sebagaian kecil dari banyak contoh kasus seperti ini. Seharusnya sebelum sampai kepada Tritunggal di dalam Perjanjian Baru, maka ketika kita membaca Perjanjian Lama, kasus-kasus seperti ini harusnya sudah menjadi bahan pemikiran bahwa sebenarnya Allah itu tidak terbatas, tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dan tentu saja karena Allah itu tidak terbatas, maka memang bisa saja bahwa Dia tidak terbatas oleh 1 pribadi saja.

 

 

  • Tritunggal

 

1. Bapa dan Anak

Yohanes 3:16

3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Allah mengutus Anak-Nya yaitu Yesus ke dalam dunia. Apakah ini berarti Yesus bukan Allah?

Yohanes 1:1

1:1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Yohanes 1:10

1:10Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Pada mulanya Yesus adalah Firman, Firman yang bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu(Yesus) adalah Allah. Jadi Yesus adalah Allah. Disini mungkin akan mengalami kebingungan, karena secara logika jika ada benda A bersama dengan benda B, maka tidak mungkin benda A adalah benda B. Nanti akan saya terangkan pemahaman saya mengenai hal ini. Sekarang kita hanya membatasi dulu di dalam topik, apakah Yesus adalah Allah atau bukan.

Nah, tadi telah kita bahas. Jika Allah turun menemui Abraham atau menyertai bangsa Israel dalam kemah, di Surga tidak terjadi kekosongan, karena Allah maha hadir. Jadi ketika Allah turun ke dunia dan menjadi pribadi Yesus, Allah juga bisa sekaligus berada di Surga sebagai pribadi Allah yang bertahta. Allah yang di Surga itu disebut sebagai Bapa. Jika Allah itu tidak terbatas, maka Allah yang di Surga(Bapa) dan Allah yang di dunia(Yesus) bisa mempunyai kesadaran masing-masing meskipun dalam haketkat-Nya mereka adalah satu. Maka dari itu, Yesus bisa berhubungan/berdoa kepada Bapa. Hal ini juga akan saya jelaskan nanti di dalam analogi saya.

Yohanes 5:37

5:37Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,

Yesus adalah utusan Allah(Bapa), tapi itu bukan berarti bahwa Yesus lebih rendah daripada Bapa. Karena telah kita bahas bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Yesus mempunyai 1 hakekat dengan Bapa. Kata “Bapa mengutus” menunjuk kepada Allah yang berpikir/merancang bahwa Dia akan menyelamatkan manusia. Yesus (yang diutus) adalah Allah ketika melaksanakan rencana-Nya sendiri. Kita tidak bisa memisahkan ke-3 pribadi itu di dalam setiap pekerjaan-Nya. Mereka adalah satu di dalam 3Pribadi yang berbeda, yang setiap pribadi melaksanakan tugas-Nya masing-masing. Tetapi ketika Bapa, Putra dan Roh Kudus melaksanakan pekerjaan-Nya masing-masing, maka ketiga pekerjaan itu adalah pekerjaan Allah yang satu/esa. Hal ini juga nanti akan saya terangkan di dalam analogi saya.

 

2.Roh Kudus

Yesaya 6:8-10

6:8Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”6:9Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!6:10Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.”

Mari kita bandingkan ayat ini dengan perkataan Paulus.

Kisah Para Rasul 28:25-27

28:25Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: “Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya:28:26Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.28:27Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Dari konfirmasi Paulus ini dapat kita ketahui bahwa Roh Kudus itu adalah Allah sendiri.

Yohanes 14:23-26

14:23Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.14:24Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.14:25Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;14:26tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Di dalam konteksnya, ayat-ayat ini berbicara tentang janji Yesus akan memberikan Roh Kudus. Di dalam ayat 23 dikatakan “Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Kata “Kami” di sini adalah Yesus dan Bapa. Jadi Yesus dan Bapa itu akan tinggal diam bersama-sama dengan orang yang mengasihi Yesus. Lalu di ayat selanjutnya Yesus berbicara tentang penghibur yang bernama Roh Kudus. Jadi sampai saat ini, pemahaman saya adalah: Roh Kudus itu diutus oleh Bapa dalam nama Yesus. Jadi yang mengutus Roh Kudus adalah Bapa dan Yesus. Nah, dikatakan bahwa Roh kudus diutus oleh Bapa dalam nama Yesus, apakah berarti Roh Kudus bukan Allah? Apakah Dia hanya utusan Allah?

Telah kita bahas mengenai Yesus, bahwa bahasa yang dipakai untuk Yesus juga sama, yaitu “Allah (Bapa) mengutus Yesus.” Tetapi telah dibahas bahwa itu bukan berarti Yesus bukan Allah, Yesus adalah Allah yang datang ke dunia dan menjadi manusia. Berarti hal tersebut juga berlaku bagi Roh Kudus, Roh Kudus adalah istilah untuk menunjuk kepada pribadi Allah (yang Roh) yang tinggal di dalam diri kita. Jika kita kembali kepada ayat 23 dimana dikatakan bahwa Yesus dan Bapa akan tinggal bersama dengan kita, pemahaman saya adalah, ketika Yesus dan Bapa yang adalah Allah (satu dalam hakekat) itu tinggal di dalam diri manusia, itu disebut sebagai Roh Kudus. Tetapi sampai di sini saya tetap percaya bahwa ke-3 perwujudan Allah ini menjadi 3 pribadi yang berbeda-beda, bukan 1 pribadi menjadi 3 fungsi. Tetapi 1 hakekat, yang menjadi 3 pribadi yang mempunyai fungsi-Nya masing-masing.

Kesimpulan saya hingga saat ini:

1. Bapa adalah istilah yang dipakai untuk menunjuk kepada pribadi Allah yang bertahta di Surga/Perangcang dari semuanya.

2. Yesus adalah nama untuk pribadi Allah yang turun ke dunia menjadi manusia.

3. Roh Kudus adalah istilah yang dipakai untuk menunjuk  kepada pribadi Allah yang tinggal didalam kita sebagai Penolong (jaman Perjanjian Baru).

Karena 3 oknum inilah yang berkaitan erat dengan keselamatan manusia, maka ke-3 oknum/pribadi Allah ini erat kaitannya dengan pembaptisan, karena pembaptisan adalah lambang manusia memasuki hidup baru kepada kekekalan/lahir dari air. Tetapi bagi saya, hal ini tidak berarti bahwa Allah hanya terbatas oleh 3 pribadi ini saja. Alkitab menunjukkan adanya indikasi-indikasi lain yang bahkan menunjukkan ada lebih banyak lagi Pribadi-Pribadi/Roh-Roh Allah yang lain.

Matius 28:19

28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Di dalam kasus karya penebusan/keselamatan, 3-Oknum inilah yang terhubung erat kaitannya, sehingga jika kita dibaptis harus dalam nama Bapa. Anak dan Roh Kudus. Tetapi bagi saya, hal ini tidak berarti bahwa Allah hanya terbatas oleh 3 pribadi ini saja. Alkitab menunjukkan adanya indikasi-indikasi lain yang bahkan ada lebih banyak lagi pribadi-pribadi/Roh-Roh Allah yang lain. Darimana bisa ketiga Pribadi ini yang erat kaitannya dengan penebusan? Karena seperti yang telah kita bahas diatas; Bapa adalah perancang dari karya, melalui Anak semuanya terjadi, dan dituntaskan oleh Roh Kudus yang menjadi meterai keselamatan kita. Itulah sebabnya saya menyebut 3-oknum ini adalah 3-oknum penebusan. Ini adalah makna Tritunggal bagi saya.

 

 

  • Pendekatan Saya Mengenai Tritunggal

1.Bagaimana Bisa Ada 3 Pribadi di Dalam 1 yang Esa?

Mungkin pemikiran saya ini adalahbenar jika ada hubungannya dengan “manusia adalah citra diri/gambaran Allah.”

menurut saya, manusia itu bisa menjadi beberapa pribadi. Entah ini di dalam seolah-olah atau memang pada hakekatnya begitu, sampai sekarang saya kurang paham. Maksut saya adalah, pernahkah anda berbicara dengan diri anda sendiri? Saya yakin setiap orang akan mengalami hal ini. Saya akan memberikan contoh seseorang, sebut saja pak Udin, yang berdialog dengan dirinya sendiri;

Pemikiran A: Enaknya hari ini makan babi panggang nih. (Lalu secara tiba-tiba muncul pemikiran B)

Pemikiran B: Tapi jangan deh, nanti kolesterol lho. Hati-hati! (Tiba-tiba lagi timbul pemikiran C)

Pemikiran C: Ya sudah lah gakpapa, toh sedikit aja kok, gak terlalu banyak kan?

Hal ini seakan-akan pak Udin sedang berdialog terhadap dirinya sendiri. Seakan-akan di dalam dirinya ada 3 orang.

Jika saya bertanya, pemikiran A itu yang mikir siapa? Ya tentu pak Udin. Pemikiran B dan C juga pak Udin itu sendiri kan? Tetapi apakah di dalam pak Udin itu seakan-akan ada 3 pribadi yang saling berdiskusi? Ya. Jika pak Udin ini bisa melepas ke 3 pemikiran tersebut menjadi terpisah satu dengan yang lai dengan pikiran yang masih terhubung, maka apakah orang ini akan menjadi 3? Ya, ada 3 pribadi jadinya, pak Udin A dengan pemikiran A, pak udin B dengan pemikiran B, pak udin C dengan pemikiran C. Tetapi tetaplah ke-3 nya itu adalah pak Udin. Lalu bagimana caranya/bagaimana rasanya kok bisa jadi 3 pribadi yang terpisah tetapi masih dalam 1 hakekat yang sama? Ya tidak tahu lah, kita kan manusia yang naturnya hanya bisa jadi 1 saja. Allah itu berbeda, naturnya memang lain dengan kita.

Saya harap analogi ini akan semakin membantu mendekati pemahaman manusia tentang Tritunggal.

Saya akan berikan contoh lain lagi.

Saya mempelajari alat musik Drum. Di dalam permainan Drum ada yang namanya permainan independence. Artinya adalah: bagian tubuh kita(tangan dan kaki) memainkan rythm/irama yang berbeda-beda. Jadi tangan kanan memainkan irama A, tangan kiri memainkan irama B, kaki kanan irama C, kaki kiri irama D. Jika saudara tidak pernah maen drum dan susah membayangkannya, bayangkan saja seperti orang yang tangan kanan menggambar lingkaran dan disaat yang sama tangan kiri menggambar segitiga.

Nah, ketika saya bermain independence, pemikiran saya terbagi menjadi 3 atau menjadi 4 tergantung dari berapa banyak irama yang dimainkan. Ketika tangan kanan saya main irama A, siapa yang main? Tangan kanan saya atau “saya” yang main? Saya yang main, tangan kanan saya tidak punya otak, otaknya cuman satu ada di kepala saya. Ketika tangan kiri saya main irama B maka itu juga saya yang main. Begitu juga dengan irama C dan D.  nah, karena disini kita membahas Tritunggal, maka saya akan mengumpamakan dengan bermain 3 irama saja.

Ketika saya main 3 irama secara bersama-sama dengan tangan kanan, irama A, tangan kiri irama B dan kaki kanan irama C. Maka saya seolah-olah memainkan 3 peranan, seolah-olah saya menjadi 3 orang disitu (seolah-olah menjadi 3 pribadi). Kenapa saya katakan “seolah-olah?” Karena memang saya tidak bisa memisahkan “ke-3 yang esa” di dalam diri saya itu menjadi suatu pribadi masing-masing yang terlepas.

Jika saya bisa melepas masing-masing menjadi kesadaran pribadi yang mempunyai masing-masing pemikiran dan dapat dikontrol melalui kesadaran ke-3nya itu, maka akan terjadi 3 orang/pribadi memainkan 3 rythm dengan 3 pemikiran yang ke-3 nya adalah saling terkait. Keterkaitan itu adalah seperti ini; Saat pribadi A memainkan irama A maka yang menyuruh pribadi itu adalah pribadi A,B dan C, karena pada hakekatnya A,B dan C adalah satu hakekat yang saling terkait. Jadi bukan hanya dari pribadi A sendiri secara independence. Begitu pula sebaliknya jika pribadi B memainkan irama B, maka yang mengontrol hal itu adalah pribadi A,B dan C. Seperti itulah pendekatan Tritunggal. Allah bisa melakukan itu, karena natur Allah adalah tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dan juga tentu saja  bisa untuk tidak terbatas oleh 1 pribadi saja. Jika Allah yang main drum maka bisa menjadi 3 pribadi yang memainkan irama yang berbeda-beda tersebut, Allah bisa memisahkan/membuat diri-Nya menjadi 3 pribadi.

Jadi dengan demikian ke-3 pribadi Allah adalah Allah yang sama, yang memang bisa memisahkan diri-Nya menjadi 3. Tapi apakah itu berarti memang ada 3? Alkitab mengajarkan, TIDAK. Dan seperti yang telah kita pelajari dari analogi saya, bahwa hakekatnya adalah satu. Masing-masing pribadi-Allah (Bapa, Putra dan Roh Kudus) itu terkait satu sama lain di dalam satu hakekat, yaitu Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat yang menjelaskan keterkaitan ke-3 pribadi Allah;

Yohanes 5:19

5:19Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Yohanes 14:10

14:10Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 16:15

16:15Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” (Ia adalah Roh Kudus)

Yohanes 16:13

16:13Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Inilah keterkaitan itu. Pertama Yesus menerangkan bahwa yang Dia lakukan itu adalah juga dari kehendak Bapa. Yang kedua Yesus menerangkan bahwa yang akan Roh Kudus lakukan itu juga adalah kehendak dari Yesus. Kalo kehendak Yesus=kehendak Bapa dan kehendak Roh Kudus=kehendak Yesus, maka, kehendak Bapa=kehendak Yesus=kehendak Roh Kudus. Bapa, Yesus dan Roh Kudus itu mempunyai kehendak yang sama. Ketika Yesus di dunia, Dia memang mengalami lapar, haus, dll karena Dia menjadi daging, lalu jika kehendak-Nya sama, apakah Bapa di Surga juga merasa lapar dan haus? Tidak, karena pribadi-Nya berbeda. Inilah yang saya maksut dengan “pribadi.” Maksutnya adalah, ketika Yesus merasa lapar dan haus maka itu juga yang dikehendaki Bapa untuk terjadi, jadi diantara ke-3 pribadi ini tidak ada yang saling bertentangan di dalam maksut dan tujuan. Tidak mungkin jika Yesus ingin melakukan hal A atau B dan Dia melakukan-Nya bertentangan dengan kehendak/pemikiran Bapa dan Roh Kudus, begitu pula sebaliknya, karena meskipun dalam pribadi yang berbeda tetapi pada hakekatnya ke-3nya adalah satu.

 

20 Tanggapan

  1. Bapa, Yesus, dan Roh Kudus masing2 berbeda pak.
    Bapa adalah Tuhan yg esa itu sendiri. YHWH, bangsa Israel menyebutnya Yehova
    Yesus adalah Anak Allah bukan Allah. Ketika Yesus dibaptis ada suara dari langit “..inilah AnakKu yg kukasihi …”. Itu suara YHWH, Tuhan yg Esa itu, Bapa Yesus Kristus.
    Yesus tdk pernah mengklaim diriNya sendiri sbg Allah. Banyak ayat dlm PB ygmenyebutkan bhw Yesus adalah anak Allah.
    Roh Kudus adalah Roh Kudus. Bukan Bapa, bukan pula Yesus.
    Tidak ada konsep tritunggal/trinitas di alkitab pak..

    • @Verga Agustinus.

      Anda menulis: Bapa, Yesus, dan Roh Kudus masing2 berbeda pak.

      Tanggapan saya: Ya, saya setuju akan hal ini, Bapa, Putra dan Roh Kudus memang beda. Tentang perbedaannya, alasan dan pandangan saya sudah saya kemukakan di tulisan saya.

      Anda menulis: Bapa adalah Tuhan yg esa itu sendiri. YHWH, bangsa Israel menyebutnya Yehova
      Yesus adalah Anak Allah bukan Allah. Ketika Yesus dibaptis ada suara dari langit “..inilah AnakKu yg kukasihi …”. Itu suara YHWH, Tuhan yg Esa itu, Bapa Yesus Kristus.

      Tanggapan saya: Jika Bapa adalah Tuhan yang Esa, lalu apakah anda bermaksut berkata bahwa Yesus bukan Tuhan? Apa artinya “Anak Allah” bagi anda? Apakah Tuhan yang esa itu kawin lalu punya anak? atau…? Maaf saya kurang jelas pemaparan anda sehingga tidak bisa menanggapi terlalu jauh.

      Anda menulis: Yesus tdk pernah mengklaim diriNya sendiri sbg Allah. Banyak ayat dlm PB ygmenyebutkan bhw Yesus adalah anak Allah.

      Saya menanggapi: Yesus memang tidak pernah mengklaim diri-Nya sebagai Allah secara langsung, tetapi secara implisit iya, dan beberapa penjelasan juga dari rasul dan nabi2. Disini saya juga tidak jelas dari mana anda berargumen, jadi tidak bisa terlalu banyak menanggapi juga.

      Anda menulis: Roh Kudus adalah Roh Kudus. Bukan Bapa, bukan pula Yesus.

      Saya menanggapi: Betul, saya juga menuliskan demikian, Bapa, Yesus dan Roh Kudus itu berbeda, perbedaanannya dan penjelasan saya sudah saya terangkan seperti di tulisan saya.

      Anda menulis: Tidak ada konsep tritunggal/trinitas di alkitab pak..

      Saya menanggapi: Konsepnya ada, yang saya terangkan dalam tulisan saya itu konsep. Yang tidak ada itu kata-kata “Tritunggal.” Sudah saya jelaskan kenapa saya memakai istilah “Tritunggal” ini dan sudah saya jelaskan juga di dalam tulisan saya bahwa sebenarnya ke 3 Pribadi ini tidak membatasi Allah sendiri.

  2. Apa yg kita pahami dgn kata ‘Tuhan’ ?
    Menurut saya Yesus bukan ‘Tuhan’ yg merujuk pada Allah ‘YHWH’.
    Kata ‘Tuhan’ dlm PB ditulis oleh penulis Alkitab Indonesia (LAI) sebagai terjemahan dari kata ‘Lord’ dari alkitab versi king james.
    nah, para penulis alkitab king james menulis kata ‘Lord’ sbg terjemahan dari kata2 : ‘Kuriake’, ‘Kurios’, dan ‘Theos’ (bahasa Yunani, versi asli PB).
    ‘Kuriake’, dan ‘Kurios’ kalau tdk salah artinya ‘tuan’, penguasa/’master’. sedangkan ‘theos’ itu dewa/tuhan. Bangsa Yunani menyebut Hercules, Zeus, dan kawan2nya (dewa2 mitologi Yunani) dgn ‘theos’.
    ‘Kuriake’, ‘kurios’, ‘theos’ jelas berbeda dgn Allah ‘YHWH’ yg tertulis dalam perjanjian lama.

    Jadi, Yesus bukan YHWH, Roh Kudus bukan YHWH. Dgn kata lain, Yesus dan Roh Kudus bukan Allah !

    Allah sejati adalah YHWH, Dialah Allah yg tunggal (monotheistik) bukan tritunggal/trinitas, bukan politheis.

    Bangsa Israel tdk berani menyebut ‘YHWH’, mereka menyebutNya Eloihim atau Yehovah, sampai skrg.

    Ulangan 6:4 :
    Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN (dlm bhs Ibrani :YHWH) itu Allah kita, TUHAN (YHWH) itu esa! (monotheis, bukan trinitas/tritunggal !)

    12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa (monotheis, bukan trinitas/tritunggal).
    Disini jelas, Yesus tdk sedang membicarakan diriNya sendiri, melainkan, BapaNya, Allah YHWH. Ia merujuk pd Ulangan 6:4

    Yesaya 45 : 21 …Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!
    Jelas yg dimaksud Allah adalah Allah YHWH, bukan ‘Allah’ Yesus, maupun ‘Allah’ Roh Kudus, karena kedua Pribadi tsb bukan Allah.

    Kata2 YHWH di ayat2 tsb sama sekali tdk merujuk pada Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus bukan dan tidak sama dgn YHWH
    Yesaya :
    44:6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.
    44:7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!
    44:8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!”

    Jika bukan Allah, lalu siapa Yesus ? siapa Roh Kudus ?

    Matius
    3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
    3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

    Di ayat2 diatas jg jelas dikatakan, Yesus adalah Anak Allah, bukan Allah. Ada ayat2 lain di PB yg menunjukan bhw Yesus adalah Anak Allah, tp sy tdk akan mencamtumkan (ud kebanyakan ayat, he he he …).
    Jujur, saya jg tdk mengerti menapa PB mengatakan demikian. Saya jg tdk mengerti pengertian ‘Anak’ dalam ‘Anak Allah’ itu adalah pengertian genetik atau lainnya … entahlah.

    Kalau Alkitab mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah, mengapa kita malu/takut mengakuinya ???? Dan malah mengatakan bahwa Yesus itu Allah, yg jelas2 tdk Alkitabiah ??
    Yesus mengatakan bhw Dia itu Allah secara implisit ?? apa maksud anda ?? di ayat mana ??

    Lalu Roh Kudus. Dikatakan, (pasal 3 : 16) “… Roh Allah ..”. Roh Kudus bukan Allah, tapi ‘Roh’ Allah. Kenapa kita menyebut Roh Kudus itu Allah ?? Saya tidak mengerti.

    Lalu suara dari sorga itu (Mat 3:17), siapa ?? khalayan para penulis?? Jelas tidak. Itu adalah suara Allah YHWH, BapaNya Yesus Kristus, bukan suara Yesus itu sendiri, Mengapa saya katakan ‘BapaNya Yesus’ ? sebab disitu tertulis jelas2 “Inilah AnakKu..”. Bukan simbolik, hiperbola, metafora, atau fora2 lainnya..
    lalu anda bertanya ‘apakah Allah beranak ..?? anak dlm pengertian genetik?? entahlah saya sendiri jg blm mengerti. Kalau memang ya, lalu, kenapa ?? apakah alkitab salah tulis ?? apakah penulis2 alkitab itu ‘lebay2’?? anda takut dicela org2 muslim ?? biarin aja mrk mencela..

    Jadi kesimpulannya jelas, Allah itu monotheis. Yang dimaksud Allah adalah Allah YHWH itu sendiri, bukan Yesus, bukan pula Roh Kudus. Bukan tritunggal/trinitas. Bukan polytheis

    Doktrin tritunggal/trinitas berasal dari ajaran Katolik sebelum era reformasi Martin Luther, bukan berasal dari Alkitab.

    Maaf pak, kalo saya terkesan lancang. bukannya saya sok pintar, sok menggurui anda, atau sok rohani. saya tdk bermaksud demikian. corect me if i’m wrong. Saya sedang belajar mencari kebenaran.

    • @Verga Agustinus

      Tentang kata Theos dan kawan-kawan, memang betul terjemahannya seperti itu. Jadi begini, sepengetahuan saya: Di dalam bhs ibraninya itu Elohim dan YHVH, karena orang israel dulu takut menyebut YHVH karena dianggap sakral maka setiap kali menyebutnya diganti dengan ADONAI artinya Tuan, tetapi Tuan disini adalah TUHAN. Dalam terjemahan Perjanjian Baru itu adalah bhs yunani, Elohim jadi Theos, YHVH itu yang jadi adonai menjadi Kurios, kurios artinya tuan, tetapi tuan yang Tuhan. Karena Kurios disini adalah juga dipakai untuk menunjuk kepada YHVH/Tuhan, maka harus dilihat konteksnya. Di dalam bhs Indonesia Lai yang sekarang, Kurios jadi Tuhan(Inggrisnya memang Lord). Jadi Kurios sendiri itu adalah terjemahan yunani dari ibraninya Adonay, Adonay itu kata ganti menunjuk kepada YHVH itu sendiri.
      Tentang kata Allah atau Theos, Yohanes sendiri berkata Yesus itu Firman Allah(yunani:THEOS) dan Firman itu adalah Allah(yunani:THEOS). Disini yohanes tidak memakai kata Kurios, tetapi Theos. Masih banyak lagi ayat di dalam PB yang memakai kata Allah/Theos untuk menunjuk Yesus. Tentang keilahian Yesus silahkan anda baca di blog saya “Yesus Pahlawan Kesiangan???”

      Tentang malu mengakui, saya tidak akan malu mengakui jika saya meyakininya ^_^

      Tentang pendapat saya tentang kata “Anak Allah” itu nanti saya akan terangkan di Blog selanjutnya, harap sabar dulu pak, karena saya lagi banyak kerjaan, maklum agak kejar setoran karena mau merit.hehehe^_^

      Tentang ajaran Trinitas setau saya itu bukan dari era dekat-dekat Marthin Luther, tetapi malah jauh ribuan tahun sebelum itu, yaitu pada abad ke 2 pada jaman Tertulianus dan setelah itu mengalami banyak perkembangan. Luther, Calvin, Zwingli dkk itu abad 15 ke 16. Jadi Tritunggal sendiri itu telah dipikirkan jauhhhhh sebelum perpecahan kekristenan timur dan Barat(Katholik Roma).

      Karena memang doktrin ini sangat susah dianalogikan dengan akal logika, atau jika anda tidak mau menyebut kata Trinitas, saya akan bilang, doktrin yang membicarakan antara bapa, Putra dan Roh kudus ini susah, seperti anda sendiri masih tidak tahu tentang “Anak Allah.” Saya sendiri juga bilang bahwa saya hanya menggunakan istilah “Tritunggal” saja untuk menyebut Bapa,Putra dan Roh Kudus. Tentang doktrinnya/isinya sangatlah berfariasi dari berbagai pandangan. Termasuk juga pandangan bapak ^_^

      anda menulis: Maaf pak, kalo saya terkesan lancang. bukannya saya sok pintar, sok menggurui anda, atau sok rohani. saya tdk bermaksud demikian. corect me if i’m wrong. Saya sedang belajar mencari kebenaran.

      saya menanggapi: tidak apa-apa pak, santai aja. saya senang bisa berkenalan dengan pak Verga Agustinus. Kapan2 boleh lah kita kopdar ^_^ Saya bukan lulusan sekolah theologi yang lalu jadi pendeta. Saya hanya lulusan SMA dengan nilai pas-pasan, orang awam yang ingin belajar juga ^_^

  3. Kalau dikatakan bhw Yesus berbicara pada DiriNya sendiri … ngomong dgn pikiranNya sendiri .. seakan2 Allah itu berkepribadian ganda …atau berkepribadian 3 …atau punya 3 pemikiran .. jelas bagi saya itu nonsense …illogical.. maaf pak kalo kata2 saya kasar..!!
    Allah bukan autis, pesakitan/ orang kurang waras yg suka ngomong sendiri .. bermain dgn diriNya sendiri…

    Suara dari sorga ketika Yesus dibaptis itu bukan pemikiran Yesus …atau kepribadian yg lain.. itu suara Bapa.. Allah YHWH yg esa itu …

    Ketika Yesus menjelaskan bahwa Allah itu esa di Markus 12:29, jelas Ia tdk sdg membicarakan DiriNya atau pemikiranNya, atau kepribadianNya yg lain.. Ia sendiri sedang membicarakan Allah YHWH .. bukan Allah yg sedang membicarkan Allah (DiriNya sendiri)

    ketika Yesus berdoa, Ia tdk sedang berdoa pada DiriNya sendiri … Ia berdoa kepada BapaNya.. dan BapaNya itu bukan imajiner dari pemikiran Yesus utk mengajarkan kpd murid2Nya ttg cara berdoa..

    Ia berdoa kepada Allah YHWH

    Yohanes : Aku dan Bapa adalah satu, artinya (yg saya tangkap) Aku dan Bapa punya kehendak, pemikiran, dan perasaan yg sama … tp bukan satu hakekat , hakekatnya jelas beda bkn satu…

    Pengertian satu hakekat yg saya tangkap dari anda adalah : Bapa = Allah, Yesus= Allah, Roh Kudus=Allah, jadi BApa, Yesus, Roh kudus = Allah.
    ???
    Kalau demikian bisa menjadi Allah pangkat 3 dong … ????atau ada 3 Allah …?? Jelas non sense .. krn Allah itu satu, Esa.. yaitu Allah YHWH

    Hakekat yg sesungguhnya : Bapa adalah Allah (YHWH), Yesus adalah Anak Allah, Roh Kudus adalah Roh Allah

    ayat2 Yohanes yg anda paparkan itu sdh menjelaskan dgn sangat baik dan eksplisit, tak perlu saya ulang lg.

    • @Verga Agustinus

      Anda menulis: Kalau dikatakan bhw Yesus berbicara pada DiriNya sendiri … ngomong dgn pikiranNya sendiri .. seakan2 Allah itu berkepribadian ganda …atau berkepribadian 3 …atau punya 3 pemikiran .. jelas bagi saya itu nonsense …illogical.. maaf pak kalo kata2 saya kasar..!!

      Allah bukan autis, pesakitan/ orang kurang waras yg suka ngomong sendiri .. bermain dgn diriNya sendiri…

      Saya menanggapi: Jika Allah bisa dilogika, maka bagi saya itu bukan Allah. Seperti contohnya: Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Bisakah kita logika atau kita bayangkan sesuatu yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu itu gimana rasanya? Jika bisa, maka Allah itu terbatas. Terbatas oleh logika kita. Dengan kata lain…Allah itu ya logika kita. mengenai hal ini sudah saya terangkan juga di tulisan saya, atau anda bisa membacanya di tulisan “Allah itu pribadi atau bukan?”

      Tadi anda menulis, jika memang Alkitab mengatakan seperti itu, mengapa kita malu mengakui nya? Disini saya juga berkata seperti itu, jika Alkitab memang terbukti mengajarkan Allah seperti itu, mengapa kita malu mengakuinya?

      Saya tidak malu mengakui bahwa saya tidak dapat melogika Allah secara sempurna, karena yang saya ketahui tentang Allah dari kitab suci hanya sedemikian saja ^_^

      Anda menulis: Suara dari sorga ketika Yesus dibaptis itu bukan pemikiran Yesus …atau kepribadian yg lain.. itu suara Bapa.. Allah YHWH yg esa itu …

      Ketika Yesus menjelaskan bahwa Allah itu esa di Markus 12:29, jelas Ia tdk sdg membicarakan DiriNya atau pemikiranNya, atau kepribadianNya yg lain.. Ia sendiri sedang membicarakan Allah YHWH .. bukan Allah yg sedang membicarkan Allah (DiriNya sendiri)

      ketika Yesus berdoa, Ia tdk sedang berdoa pada DiriNya sendiri … Ia berdoa kepada BapaNya.. dan BapaNya itu bukan imajiner dari pemikiran Yesus utk mengajarkan kpd murid2Nya ttg cara berdoa..

      Ia berdoa kepada Allah YHWH

      Saya menanggapi: Saya memang membedakan antara Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Tentang YHWH itu nanti akan saya paparkan pemikiran saya pada blog-blog selanjutnya, saya da pemikiran sendiri mengenai hal itu.

      Tentang bapa berbicara kepada Yesus dan Yesus berdoa kepada Bapa, itu juga sudah saya terangkan di tulisan saya. Yesus memang tidak berbicara pada diriNya sendiri. Anda cuman mengulang dari pertanyaan anda yang sudah saya jawab menurut pandangan saya tanpa memberikan pandangan lain, mengenai hal ini sementara saya tidak bisa banyak komentar.

      Anda menulis: Yohanes : Aku dan Bapa adalah satu, artinya (yg saya tangkap) Aku dan Bapa punya kehendak, pemikiran, dan perasaan yg sama … tp bukan satu hakekat , hakekatnya jelas beda bkn satu…

      Pengertian satu hakekat yg saya tangkap dari anda adalah : Bapa = Allah, Yesus= Allah, Roh Kudus=Allah, jadi BApa, Yesus, Roh kudus = Allah.
      ???
      Kalau demikian bisa menjadi Allah pangkat 3 dong … ????atau ada 3 Allah …?? Jelas non sense .. krn Allah itu satu, Esa.. yaitu Allah YHWH

      Hakekat yg sesungguhnya : Bapa adalah Allah (YHWH), Yesus adalah Anak Allah, Roh Kudus adalah Roh Allah

      ayat2 Yohanes yg anda paparkan itu sdh menjelaskan dgn sangat baik dan eksplisit, tak perlu saya ulang lg.

      Saya menanggapi: Seperti yang sudah saya terangkan dan seperti pemikiran anda tentang “malu menerima kenyataan Firman.” Allah yang bisa dilogika itu bukan Allah. itu logika, atau dalam bahasa saya: Allah anda adalah logika anda. Saya sudah terangkan pendapat saya bahwa Allah tidak pangkat 3, atau apapun istilahnya yang saya mungkin kurang paham dari anda. Tetapi tentang analogi dan keterangan pendapatsaya, sudah saya jelaskan di dalam tulisan saya.

      Tentang Bapa, Yesus dan Roh Kudus, ini saya kurang paham dari anda. Apa berarti Allah kawin lalu punya anak? Yesus bukan Tuhan? Manusia saja kah? Jika Roh Kudus adalah Roh Allah seperti di dalam logika anda, maka ketika Roh Allah turun berarti Allah di Surga tidak punya Roh? Roh nya hilang atau gimana? Sedangkan diterangkan bahwa Allah adalah Roh, apakah Roh punya Roh? Atau Roh adalah Roh? Atau…saya kurang paham maksut anda.

      Tetapi nampaknya saya akan susah memahami pemikiran anda, sebab anda sendiri tidak/belum yakin apakah Allah punya anak atau bagaimana keterangan dari pemikiran anda. Disini saya tidak bisa banyak komentar dulu karena saya belum jelas.

    • Pak Verga, kelihatannya ini akan menjadi pembicaraan yang asik dan panjang. Pembahasan pembicaraan kita ini harus dimulai dari satu-satu dulu, misalnya dari topik, apakah Allah itu kalo punya 3 pikiran itu tidak masuk akal? Karena blog ini adalah satu-satu topik, maka untuk ngobrol topik2 yang harus diobrolkan dulu secara lebih luas, bagaimana kalo di email saja?

      Lalu untuk menambah jelas dalam warna dan tanda-tanda yang lain agar lebih enak dibaca dalam diskusi yang panjang, maka saya lebih menyarankan lewat email saja. Kalo disini agak pusing bacanya karena hurufnya sama semua hehehe^_^

      Saya akan sangat senang berbincang2 dengan anda. Jika anda kurang puas dan ingin perbincangan kita dilihat publik internet, anda bisa memajang perbincangan kita dari email ke internet umum.

      Tetapi jika anda memang ingin diskusi disini saja, ya sudah tidak apa2 juga.

      bagaimana pak? ^_^

      danielyuwono28@yahoo.com

  4. Sebelumnya. terimakasih banyak pak atas respon2 anda. maaf ya kalo mngerepotin anda atw bikin anda kesel … saya nggak bermaksud demikian ..

    sanggahan saya terakhir sebenarnya lanjutan dari sanggahan kedua .. dan ternyata respon respon anda thd sanggahan kedadua anda baru sy baca skrg … ad yg terlewati .. maaf… jd saya menulisnya tanpa melihat respon anda dari sanggahan saya yg kedua .. ad sedikit miskom nih .. haha.. maaf ya..

    dulu saya memang mengakui dan menerima begitu saja paham tritunggal tanpa menelaahnya lebih lanjut.. tp setelah menemukan fakta2 baru.. sy jd meragukannya ..

    saya sdg belajar menemukan kebenaran dan kehendak Tuhan sampai skrg..

    sanggahan2 saya thd tulisan anda tak lain adalah cara saya utk menemukan solusi (sintesis) dari permasalahan ini … dan puji Tuhan anda menjawab sanggahan2 saya .. jd saya menemukan hal2 baru ..saya kira anda malas menanggapi .. saya sering menyanggah tulisan2 org dan jarang ditanggpi .. mungkin mereka kesal dgn sanggahan sy thd mereka …. untung anda org yg santun .. hehehehe…

    Jujur, baru kali ini saya menemukan tulisan yg begitu gamblang menerangkan ketritunggalan ALlah yg begitu lengkap, ya, tulisan anda ini …

    maaf kalau saya keliru memahami atau blm terlalu memahami pemaparan anda .. krn tulisan anda theologis sekali .. say kira anda pendeta … tnyt org awam jg … sama spt saya … hkhkhk ..

    saya kagum dgn pengetahuan anda ttg alkitab dan cara anda menanggapi sanggahan2 saya jg mantab.. saya jd belajar banyak dari tulisan anda …

    teruslah menulis pak … sy ingin belajar lebih banyak lg dari anda …

    sekali lg maaf klo sanggahan2 saya kesannya lancang dan tlalu menyerang anda.. saya tak bermaksud demikian .

    senang sekali bs berdiskusi anda. boleh pak kt beremail ria.. email saya : semua_setara@yahoo.com

    terimakasih banyak sekali lagi .. keep writing.. ttp semangat .. all best wishes for you.. Jbu..

    • @Verga Agustinus

      Hehehe, tidak apa2 pak Verga, saya tidak merasa direpotin dan tidak kesel. Malahan senang karena ada teman bicara/diskusi. Saya sangat seneng kalo ada orang diskusi seperti anda. Sepertinya kita di dalam tipe yang sama, saya juga sering ketemu dan bertanya pada orang dan orang2 itu males menjawab pertanyaan2 saya. Saya sering bertemu dengan banyak pendeta dari berbagai aliran untuk belajar dari mereka, kadang2 dari agama lain juga.

      Sebenernya saya lagi diskusi lewat internet juga dengan kaum YHWHis, tapi sangat disayangkan diskusinya jadi tidak asik, karena saya malah disuru BERTOBAT hehehe. Kalo anda gak dijawab sepertinya masih oke, saya malah disuruh BERTOBAT huehuehue ^_^. Saya bilang sama beliau, saya ini tanya kok malah disuru bertobat. Saya berdiskusi bukan berarti yakin 100% saya benar, saya berdiskusi untuk belajar agar lebih mengarah kepada kebenaran, kalau anda sudah merasa 100% benar ya susah untuk diskusi. Jika bahan pemikiran saya mengandung kebenaran sedikit saja, katakanlah 1% atau 2%, maka kebenaran anda akan menjadi 101% atau 102%, dan hal itu jelas tidak mungkin. Jadi orang yang demikian walaupun diskusi tapi memang dasarnya sudah gak mau diskusi, hanya mencari pembenaran diri. Ya, mungkin orang lain-lain pak.

      Disini saya lihat pak Verga orangnya asik, karena sama-sama mencari kebenaran. Masalah keyakinan pak Verga yang jadi berbeda gara-gara menemukan sesuatu yang berbeda itu saya anggap memang manusiawi, kita tidak harus mengikuti sesuatu dengan mentah2 dan memang saya sarankan jika mengikuti sesuatu harus tau dengan benar, itu akan lebih baik. Masalah keyakinan itu tidak bisa dipaksakan dan semua itu proses. Seperti saya, tulisan2 saya adalah hasil dari perenungan saya juga. Jadi disini saya menghormati pak Verga dengan keyakinan2 atau pencarian2 pak Verga, karena saya juga sama seperti anda. hehehe ^_^

      Bahkan sayapun ada berbeda beberapa pandangan dengan guru-guru saya, tetapi saya anggap mereka semua tetap sebagai guru, dan saya menghormatinya sebagai guru yang berpandangan luas di dalam proses pembentukan saya.

      Jika tulisan saya bisa membantu anda untuk menemuka sintesis, maka saya sangat bersyukur. Saya berdoa agar anda bisa menemukan kebenaran dr Firman Tuhan. Doakanlah saya juga pak Verga…

      Iya saya orang awam saja, saya bukan pendeta pak, cuman lulusan SMA dengan nilai pas-pas an pula hahaha ^_^ Dari foto saya saja kan ketahuan gak ada tampang pendeta tho pak? Hahaha ^_^

      Tentang tulisan saya yg theologis, saya kira tulisan saya ini gak begitu theologis pak, masih banyak dari orang-orang lain yang tulisannya lebih theologis, saya hanya pake bahasa awam saja untuk melukiskan pemikiran saya. Theologis yaaaaa…sedikit saja mungkin.

      Kalo anda mau belajar dari saya, wah…sepertinya kurang pas, karena saya juga masih belajar, dan saya juga belajar dari pemikiran2 anda juga kok ^_^

      Anda punya blog juga pak? Bolehlah saya mampir baca-baca.

  5. anda disuruh betobat sama org2 Yahweis ?? hkhkhhk… saya sih bukan Yahweis .. walaupun ada beberapa hal yg sy setuju dr pemahaman mrk.

    pemimpin2 gereja saya jg prnah pernah menyuruh sy betobat ulang gara2 sy menanykan hal ini ke mrk. saya tdk mendptkan jwban memuaskan dr mrk. mrk malah bilang sy disesatkan saksi Yehova.. pdhal sy belajar sendiri .. bkn dr saksi Yehova.
    saya bukan saksi Yehova pak, walau kt mrk pandangan saya dlm hal ini mirip sekali dgn saksi Yehova.. ???

    wah .. saya nggak punya blog. klo mau baca2 tulisan ad di catatan facebook saya, kebanyakan sih tulisan2 org lain… tdk theologis.. kebanyakan lebih seprti curhat ttg kondisi gereja dan kehidupan kekristenan akhir2 ini..

    saya ad jg page komunity di fb … yg ngelola sy dan kwn sy, Budi Santoso … namanya : tentang kita, renungan grafis… mampirlah pak … disitu bnyk tulisan2 rohani dari bbg sumber..

    klo mau liat tulisan2 saya asli ada di buku .tentang kita, renungan komik. Itu adalah buku yg saya tulis bersama kwn saya Budi Santoso yg menjd ilustratornya. penerbitnya inspirasi, grup Bpk gunung mulia
    konsepnya adalah kumpulan renungan kristiani yg full illustrated… jd seperti komik … contentnya tdk teologis.. tdk ngebahas hal2 yg berat spt tritunggal atau keilahian Yesus dan lainnya.. inti contentnya cuma sekedar curhat kondisi kehidupan kristen skrg ini.. hehe..
    sdh terbit awal Januari 2011, dan terdistribusi ke toko2 buku spt gramedia, dan toko2 buku rohani..
    silakan …

    ok pak.. kita lanjutkan diskusi via email ya.. klo anda nggak keberatan.. klo anda sedang gak sibuk…
    saya sih kpn aj bisa..

    ok, see u.. Jbu

  6. klo mau gampang, mungkin bisa di ilustrasikan sbg berikut:
    anda sebagai anak bagi orang tua anda,,,,
    anda merupakan ayah/ibu bagi anak- anak anda…
    anda merupakan sahabat bagi teman- teman anda….
    anda merupakan atasan bagi karyawan anda….

    nah, brarti anda mempunyai berbagai pribadi/ peran kan di dalam diri anda….
    begitu juga Tritunggal Yg Maha Kudus….

    semoga jwbn ini membantu….GBU

    • @God’s servant

      anda menulis: klo mau gampang, mungkin bisa di ilustrasikan sbg berikut:
      anda sebagai anak bagi orang tua anda,,,,
      anda merupakan ayah/ibu bagi anak- anak anda…
      anda merupakan sahabat bagi teman- teman anda….
      anda merupakan atasan bagi karyawan anda….

      nah, brarti anda mempunyai berbagai pribadi/ peran kan di dalam diri anda….
      begitu juga Tritunggal Yg Maha Kudus….

      saya menanggapi: Trimakasih untuk komen dan tanggapan serta pandangannya pak God’s servant. Ilustrasi anda ini sering dipakai oleh para pendeta maupun banyak orang di dalam menjelaskan tentang tritunggal. Bagi saya, itu memang ada benarnya, tetapi ada kurangnya. Kurangnya adalah, ketika saya menjadi bapak, teman, maupun menjadi karyawan, maka pribadinya hanya 1, yaitu pribadi saya sendiri. Jadi yang analogi anda menerangkan tentang: 1 PRIBADI dalam 3 FUNGSI.

      Sedangkan yang ingin saya tekankan di dalam analogi saya tentang ajaran kitab suci mengenai tritunggal adalah: 1 HAKEKAT di dalam 3 FUNGSI, dan masing-masing fungsi adalah PRIBADI yang berlainan dan mempunyai kesadaran sendiri2.

      GBU

  7. 3 Pribadi dalam 1 Natur-Nya… ^_^ (ini yang saya dapat dari ajaran kaum injili).

  8. singkatnya Tuhan bisa menjadi 3 pribadi. Pertanyaannya kenapa cuma 3 ?? kan bisa 4, 5, 6, dst…

    • @Bujang Bijaks

      Trimakasih Om Bujang Bijak untuk pertisipasinya di blog saya ^_^

      anda bertanya: singkatnya Tuhan bisa menjadi 3 pribadi. Pertanyaannya kenapa cuma 3 ?? kan bisa 4, 5, 6, dst…

      tanggapan: kenapa gak jadi 4, 5, 6, 7, dst,,, ??? Saya gak tau, nanti coba saya cari tahu, atau kalo ga tau nanti saya tanyakan sama yang bersangkutan ya, siapa tahu dijawab^_^

  9. Sesuai tertulis di Alkitab adalah Allah yang esa. Akan tetapi, bila kita perhatikan secara keseluruhan kesaksian Alkitab, maka oleh para sarjana theologia disimpulkan bahwa Allah yang esa itu ada di dalam ketritunggalan Allah. Jadi, Allah yang esa sama dengan Allah tritunggal. Kata tritunggal untuk memudahkan memahami kata esa. Esa dalam bahasa Ibrani dari kata “echad” merupakan satu majemuk, bisa juga satu tunggal. Masalahnya, kalau betul Allah satu, MUTLAK tunggal, mengapa tidak dipakai kata “yachid” yang tidak bisa ditafsir bisa juga satu kesatuan.

    Allah yang esa adalah:
    Bapa adalah Allah
    Anak adalah Allah
    Roh Kudus adalah Allah

    Uraian keesaan Allah tsb dapat diucapkan dalam satu kata “TRITUNGGAL”.
    Ini adalah iman dan kepercayaan Kristen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: