Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (3) – BERKAT ABRAHAM


Lanjutan dari blog “Resep Manjur Hidup berkelimpahan (2) – MENCARI KERAJAAN ALLAH”

https://danielyuwono.wordpress.com/2011/03/05/60/

Siapa yang ingin hidup berkelimpahan???? Jangan kuatir karena Alkitab telah menjanjikan “BERKAT ABRAHAM” sampai kepada bangsa-bangsa sehingga kita sekarang bisa memperolehnya. Ya, memang banyak pengajaran yang menanamkan bahwa berkat Abraham yang sampai kepada bangsa-bangsa itu berupa macam-macam, bisa berupa kekayaan, berupa keturunan yang banyak, dll. Karena jika dilihat dari fakta cerita Alkitab bahwa Abraham adalah orang kaya dan punya banyak keturunan, maka harta kekayaan, keturunan, dan semua yang Abraham miliki itu adalah berkat Abraham. Mari kita lihat ayat yang berbicara tentang “berkat Abraham kepada bangsa-bangsa.”

Galatia 3:1-14
3:1Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?3:2Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?3:3Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?3:4Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!3:5Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?3:6Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.3:7Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.3:8Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.”3:9Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.3:10Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”3:11Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”3:12Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.3:13Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”3:14Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Jika kita membaca ayat-ayat diatas mengenai berkat Abraham yang sampai kepada bangsa-bangsa, tidak satupun ada omongongan Paulus yang menyinggung mengenai kekayaan/berkat jasmani. Banyak sekali kata-kata “percaya” dan “iman” disebutkan Paulus, tidak pernah sekalipun Paulus menyinggung tentang harta duniawi. Yang dimaksut Paulus di sini adalah, kita bisa menerima keselamatan kita di dalam Yesus oleh iman, dan kita pun menerima Roh Kudus oleh iman. Jadi yang dimaksut berkat Abraham adalah kita bisa beroleh keselamatan melalui IMAN. BERKAT ABRAHAM ADALAH IMAN KESELAMATAN itu sendiri.

Galatia 3:6-7

3:6Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.3:7Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Galatia 3:9

3:9Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Di dalam Galatia 3:6 dikatakan “secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah,..” Apa yang dimaksut dengan “secara itu?” Dengan cara apa Abraham percaya kepada Allah sehingga Allah meperhitungkan itu sebagai kebenaran?

Kejadian 15:5-6

15:5Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”15:6Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Roma 4:1-7

4:1Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?4:2Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.4:3Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”4:4Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.4:5Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.4:6Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:4:7“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

Jika kita melihat kejadian 15:5-6, ini adalah kisah ketika Tuhan menjelaskan kepada Abraham bahwa nanti keturunannya akan menjadi banyak. Saat itu Abraham belum mempunyai keturunan, jadi dengan apakah Abraham bisa percaya bahwa di masa depan nanti keturunannya akan menjadi seperti bintang di langit? Jelas Abraham percaya dengan IMAN. Jadi iman inilah yang diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Jadi sekali lagi ayat-ayat di galatia tadi sama sekali tidak berbicara mengenai kekayaan Abraham. Tapi intisarinya adalah kepercayaan Abraham, iman Abraham, iman itulah yang diperhitungkan sebagai kebenaran.

Jika kita kembali ke surat Galatia pasal 6 tadi, sebenarnya disitu Paulus sedang menerangkan antara KESELAMATAN OLEH IMAN dan KESELAMATAN OLEH TAURAT. Paulus menerangkan, jika kita sudah percaya kepada Yesus maka kita tidak perlu lagi menjalankan hukum taurat sebagai syarat keselamatan kita, karena oleh IMAN kepada Yesus-lah kita diselamatkan. JADI BERKAT ABRAHAM YANG SAMPAI KEPADA BANGSA-BANGSA ITU BUKAN HARTANYA, BUKAN BANYAK KETURUNANNYA, DAN BUKAN BANYAKNYA PEGAWAI YANG DIA MILIKI, TETAPI IMANNYA. Melalu siapa iman Abraham ini bisa sampai kepada bangsa-bangsa? Melalui Yesus. Bagaimana bisa melalui Yesus? Dengan adanya Yesus maka kita bisa menerima keselamatan melalui IMAN, bukankah melalui iman percaya kepada Kristus-lah kita memperoleh keselamatan? Dan IMAN kita kepada Yesus itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran seperti Allah memperhitungkan iman Abraham sebagai kebenaran. Inilah kebenaran yang menyelamatkan. Bukankah sekarang kita sebagai umat pengikut Kristus percaya bahwa keselamatan kita adalah kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus? Apakah masih ada dari kita yang berpikir bahwa keselamatan kita akan kita peroleh semata-mata dari perbuatan baik kita?

Jadi jika ada yang menghubungkan konteks “berkat Abraham kepada bangsa-bangsa” dengan kekayaan Abraham, saya ingin tahu dimana ayatnya? Saya belum pernah menemukan ayat yang berkata demikian. Tuhan menjanjikan bahwa berkat Abraham akan sampai kepada bangsa-bangsa, dan berkat itu adalah iman keselamatan melalui Yesus Kristus. Jadi Tuhan tidak pernah menjajikan kita akan menjadi kaya melalui berkat Abraham. Sekali lagi saya tegaskan, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita pasti akan kaya secara materi melalui berkat Abraham!

Ada yang bilang pada saya “tapi kan Alkitab mencatat Abraham, Daud, Salomo, Ayub itu kaya pak? Mereka diberkati dengan Kekayaan, jadi Allah juga akan memberkati kita dengan kekayaan, sebab Allahnya mereka dan Allahnya kita kan sama?” Saya menjawabnya “trus kenapa kalau mereka kaya? Saya yakin jika Salomo yang berkotbah di depan 5000 orang maka tidak terjadi mujizat “memberi makan 5000orang,” tetapi yang terjadi adalah, Salomo beli roti buat memberi makan 5000 orang. Tetapi Yesus dan murid-muridnya tidak bisa beli makan untuk 5000 orang, apakah dimata Bapa hal itu berarti bahwa Yesus lebih rendah daripada Salomo? Jika Yesus tidak lebih kaya dari Abraham, apakah itu berarti Yesus lebih rendah daripada Abraham? Apakah itu berarti Yesus tidak dekat dengan Bapa? Kalau Allah ingin Abraham dan Salomo kaya, ya terserah Allah, masakan kita mengatur Allah?”

Ada lagi seseorang berkata kepada saya “ya benar pak berkat Abraham itu adalah iman, tetapi berkat Abraham itu kan tidak cuman iman saja, bisa juga kekayaan duniawi.” Nah, bila pertanyaannya seperti ini, maka saya bertanya, dimanakah ayatnya yang berkata berkat Abraham itu selain iman adalah juga kekayaan duniawi? Jika tidak ada ayatnya, maka pengembangan pengajaran yang seperti ini adalah tidak bersumber dari Alkitab. Jika bukan bersumber dari Alkitab atau jika tidak bisa dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah, jadi itu pengajaran apa? Silakan saudara pertimbangkan sendiri. Asumsi saya hingga saat ini adalah bahwa, istilah “berkat Abraham” ini sering dipakai sebagai istilah yang Alkitabiah tetapi diartikan semau-maunya saja tanpa ada pertanggungjawaban terhadap arti yang Alkitab sendiri sudah terangkan. Jadi seolah-olah diluarnya kelihatan Alkitabiah tetapi di dalamnya tidak Alkitabiah. Dengan istilah lain, memberikan pengajaran yang tidak ada di dalam Alkitab dengan mengambil istilah yang ada di dalam Alkitab.

Saudaraku, Apakah ini berarti bahwa orang Kristen tidak boleh kaya? Tentu saja tidak. Tidak ada ayatnya yang berkata bahwa mepunyai banyak harta adalah dosa, saya tidak pernah menjumpainya, tetapi saya juga tidak pernah menjumpai ayat yang berkata bahwa “berkat Abraham” adalah kekayaan materi untuk kita di kehidupan perjanjian baru. Allah tidak berjanji jika kita ikut Dia, kita akan menjadi kaya raya karena berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa. Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa jika kita ikut Yesus maka kita pasti akan diberkati berlimpah-limpah dengan kekayaan. Lagipula, jika kekayaan adalah patokan orang diberkati, maka seberapa kayakah patokan orang itu bisa disebut kaya? Seberapakah harta yang harus dimiliki seseorang sehingga bisa masuk kepada kategori “orang yang diberkati berlimpah-limpah?” Sampai sekarang saya tidak pernah menemukannya di dalam Alkitab, jika saudara ada yang menemukannya tolong beritahu saya.

Jika begitu, apa yang dimaksut Yesus dan Firman Tuhan yang berkata kita diberkati dan berlimpah-limpah? Bukankah jika kita menabur banyak maka kita akan menuai banyak juga? Sabar dulu dan mari kita ikuti resep selanjutnya.

Sampai jumpa di episode selanjutnya

GOD BLESS…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: