Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (2) – MENCARI KERAJAAN ALLAH


Lanjutan dari Blog “Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (1)” https://danielyuwono.wordpress.com/2011/03/05/resep-manjur-hidup-berkelimpahan1/

“Mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya” adalah salah satu resep manjur hidup berkelimpahan yang sering dipakai sebagai pengajaran sekarang-sekarang ini. Saya banyak sekali mendengar pengajaran-pengajaran yang berkata bahwa, jika kita ingin menjadi kaya maka kita harus mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, karena dengan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita. Dengan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka Allah akan mencurahkah berkatnya untuk kita sehingga kita akan hidup berkelimpahan. Mari kita bahas bersama-sama mengenai ayat dan pengajaran ini.

Matius 6:31-34

6:31Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?6:32Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.6:33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.6:34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Jika kita melihat ayatnya (Matius 6:33) disitu dikatakan “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Disini dikatakan “CARILAH DAHULU.” Apa artinya “carilah dahulu?” Saya kira semua orang tau arti kata “carilah dahulu.” Berarti kita harus mencari sesuatu sebagai hal PERTAMA YANG KITA CARI. Setelah kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya sebagai hal yang pertama, maka ayatnya berkata bahwa semua kebutuhan kita akan ditambahkan.

Banyak statement dan pengajaran-pengajaran yang mengatakan bahwa dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya maka kita akan mendapat berkat, kita akan menjadi diberkati, dan menjadi kaya. Jadi jika kita mau diberkati maka kita harus mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Jika kita mencari Kerajaan Allah dengan tujuan ingin mendapatkan berkat, apakah itu bisa disebut mencari Kerajaan Allah? TENTU TIDAK! Bagi saya, ITU ADALAH SUATU TEORI YANG SALAH/KONTRADIKSI! Jika kita mencari Kerajaan Allah dengan tujuan mendapatkan berkat, itu namanya MENCARI BERKAT! MENCARI BERKAT DUNIA DENGAN CARA MENCARI KERAJAAN ALLAH. Itu sama saja bohong! Bagi saya, theologia semacam itu adalah theologia terbalik-balik. Itu sama saja kita memposisikan berkat dunia sebagai hal pertama yang kita cari. Padahal ayatnya berkata “CARILAH DAHULU Kerajaan Allah…” Yang dimaksutkan ayat itu adalah, jika kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, janganlah kita kuatir kita tidak mendapat apa yang kita butuhkan. Kebanyakan orang dunia memfokuskan waktu dan kekuatan mereka untuk mencari harta dunia karena memang harta di dunia adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup di dunia, itu sudah hukumnya.Waktu hanya 24jam sehari. Tenaga kita ada batasnya, kita bukan robot, maka kita butuh istirahat dalam mengerjakan sesuatu. Dengan demikian otomatis jika kita berkonsentrasi akan satu hal, maka hal yang lain akan menjadi berkurang prioritasnya. Begitu juga jika kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, banyak waktu dan tenaga kita akan tersita untuk mencari Kerajaan Allah, otomatis waktu dan tenaga untuk mencari harta duniawi akan berkurang. Belum lagi jika kita tergerak untuk memberikan sebagian harta kita untuk suatu pekerjaan Tuhan, seperti untuk misi pengijilan, pembangunan gereja, dll. Dengan memberikan harta kita untuk pekerjaan Tuhan, maka otomatis harta kita akan berkurang. Dengan demikian akan bisa terjadi orang was-was/kuatir di dalam keuangannya, jangan-jangan nanti terjadi suatu hal/kebutuhan yang tak terduga yang membuat kita tidak bisa mencukupinya karena harta kita telah berkurang. Walaupun demikian, janganlah kita kuatir nanti kebutuhan kita tidak akan tercukupi gara-gara kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, karena semua kebutuhan kita akan dicukupi dengan cara Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan anak-Nya terlantar gara-gara anak-Nya mencari Kerajaan Allah. Itu adalah maksut dari ayat ini.

Dalam hal melayani Tuhan, jemaat mula-mula saling berbagai dan saling mendukung.Begitu juga dalam hal keuangan, mereka saling berbagi dan saling mendukungĀ  di dalam hal keuangan pelayanan. Tetapi tidak pernah saya temukan ada ayatnya yang berkata bahwa, mereka semua menjadi kaya setelah membantu pelayanan dalam hal keuangan. Tetapi saya tidak pernah juga menemukan mereka menjadi mati kelaparan gara-gara uangnya habis untuk membantu pelayanan.

Menurut saya pribadi, jika kita sekedar ingin kaya, saya sarankan kita tidak usah berlelah-lelah dengan belajar teori “mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu.” Itu akan menyita waktu dan pikiran kita. Banyak orang-orang di dunia ini yang bekerja, sukses, dan menjadi kaya tanpa memikirkan Kerajaan Allah dan kebenarannya, bukan? Jika kita sekedar ingin mendapat untung, kenapa tidak langsung saja mengikuti langkah mereka? Teori-teori dunia lebih masuk akal untuk menjadi kaya raya. Menurut saya pribadi, kalau mau mendapatkan laba/untung jangan memakai ayat ini, bagi saya kurang pas, ya mendingan langsung saja jualan pisang goreng atau martabak. Jika usahanya berhasil dan dapat untung tidak ada ayat yang menyalahkan hal itu juga, kan? Toh Firman Tuhan juga menyarankan orang untuk bekerja. Kenapa susah-susah harus mikirin ayat “mencari Kerajaan Allah dahulu” yang tidak ada hubungannya dengan untung rugi menjadi kaya? Lagian, saya pikir tidak ada ayat yang berkata bahwa kita bekerja untuk rugi, kan? Orang kerja cari uang ya harus untung, kalau rugi ya mending tidak usah kerja. Paulus juga bekerja sebagai tukang kemah mencari untung untuk dipakai mengabarkan injil. Saya pikir, jika Firman Tuhan tidak melarang kita dagang dan mendapat untung, kenapa susah-susah memakai ayat yang tidak ada hubungannya?

Di dalam Alkitab saya belum pernah menemukan ayat-ayat yang berkata bahwa ikut Tuhan pasti akan menjadikan orang kaya, apalagi janji menjadi kaya dengan jalan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Itu tidak ada! Coba kita baca sekali lagi ayat ini, apakah itu merupakan suatu janji Allah bahwa kita akan kaya? Jika ayat ini sebenarnya tidak mengajarkan demikian, maka pengajaran yang mengatakan bahwa ayat ini mengajarkan tentang “resep menjadi kaya” itu tidak benar dan terkesan semau-maunya sendiri dalam mencomot ayat dan mengartikannya semau-maunya sendiri pula.

Tetapi bagaimana dengan ayat yang berkata “berkat Abraham akan sampai kepada bangsa-bangsa?” Bukankah Abraham juga salah satu orang yang diberkati dengan kekayaan oleh Tuhan? Jadi kita semua juga akan menjadi kaya gara-gara janji warisan Tuhan dari Engkong kita, Abraham?

Sampai jumpa di episode berikutnya, Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (3) – BERKAT ABRAHAM

 

Tuhan memberkati….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: