Lahir Baru


Waktu itu saya sedang berbincang-bincang tentang Kekristenan dengan seorang teman seiman. Tiba-tiba dia tanya “sebentar, apakah kak Daniel sudah lahir baru?” Lalu saya bertanya “apa yang kamu maksut dengan lahir baru?” Lalu dia menjelaskan bahwa lahir baru itu adalah berhubungan dengan baptis selam, karunia-karunia Roh Kudus seperti mendengar suara Tuhan, bahasa roh, dll, yang tadinya tidak pernah mengalami pengalaman-pengalaman supranatural seperti itu sekarang mengalaminya. Hal pemikiran-pemikiran seperti ini sering kali saya temui di kalangan orang-orang Kristen Kharismatik (tidak semua Gereja Kharismatik).

Dari sini saya tergerak untuk membuat tulisan ini sebagai bahan pembelajaran dan perbandingan yang mengacu kepada Alkitab. Sebagai catatan yang perlu diketahui; bahwa saya juga dari kalangan Kharismatik, hidup dan dibesarkan di kalangan Pentakosta dan Kharismatik.

 

  • Beberapa Pandangan Tentang Lahir Baru

Disini saya memaparkan beberapa pandangan tentang lahir baru dan juga pandangan saya tentang lahir baru.

1. Lahir baru terjadi dahulu sebelum orang percaya sungguh-sungguh kepada Yesus.

Pandangan ini berkata bahwa “Lahir baru” adalah suatu kondisi yang diperlukan agar orang dapat beriman. Umumnya pandangan ini adalah dari kalangan Calvinist, yang pandangan ini berkaitan erat dengan pandangan John Calvin bahwa keselamatan adalah kasih karunia (predestinasi).

2. Lahir baru terjadi ketika orang percaya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus.

Pandangan ini memandang bahwa “lahir baru” adalah ketika kita percaya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus, bersamaan dengan itu kita dibangkitkan pula bersama kebangkitan Kristus. Pandangan ini banyak dianut oleh mereka yang non-Calvinist.

3. Lahir baru bisa terjadi/tidak terjadi ketika/setelah orang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus.

Pandangan ini juga banyak dianut oleh non-Calvinist. Pandangan ini sepertinya menempatkan lahir baru sebagai pengalaman lain setelah orang percaya Yesus.

Dari ketiga pandangan ini mari kita berbincang-bincang dan saya akan mengemukakan pandangan saya.

  • Pandangan Saya Tentang Lahir Baru

Pandangan pertama, kedua, dan ketiga, sama-sama mengemukakan ayat-ayat yang sama tentang lahir baru(nanti akan kita bahas satu persatu). Tetapi yang saya lihat adalah kecenderungan sudut pandang, dan penafsiran atau pengartian istilah “lahir baru” yang berbeda. Mari kita bahas pandangan saya.

Yohanes 3:3-21

3:3Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”3:4Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”3:5Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.3:6Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.3:7Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.3:8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”3:9Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”3:10Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?3:11Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.3:12Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?3:13Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.3:14Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,3:15supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.3:18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.3:19Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.3:20Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;3:21tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Biasanya yang menjadi ayat utama adalah Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Jika kita melihat dari kata-katanya, maka jelas sekali urutannya adalah, orang harus dilahirkan dulu, baru bisa melihat kerajaan Allah. Kata “melihat kerajaan Allah” di dalam terjemahan lain dikatakan sebagai “menjadi anggota keluarga/kerajaan Allah, mengerti Kerajaan Allah, merasakan/melihat kerajaan Allah,dll.” Dari berbagai kata terjemahan yang kita lihat, maka akan ada perbedaan arti, seperti: melihat, mengerti, dan menjadi anggota, akan menimbulkan paradigma yang berbeda-beda. Tetapi jika yang dimaksut disitu adalah “mengerti atau melihat,” lalu apa tujuannya setelah orang mengerti dan melihat? Tujuan adalah agar orang menjadi anggota Kerajaan Allah itu sendiri/percaya kepada Yesus/menerima keselamatan. Jadi saya tidak terlalu mempermasalahkan beberapa terjemahan arti, tetapi saya memandangnya sebagai satu inti yaitu keselamatan itu sendiri.

Di ayat 5 Yesus menjelaskan kembali bahwa jika orang tidak dilahirkan dari air dan Roh maka dia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ayat 5 ini saya mengerti sebagai keterangan dari ayat 3. Ketika Yesus berbicara di ayat 3, Nikodemus tidak paham, maka Yesus menerangkan kembali dengan lebih detil di ayat 5.

Air dan Roh mengartikan baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Baptisan air adalah perintah Yesus untuk perlambang pertobatan kita dan pengakuan kita bahwa kita menjadi murid Kristus. Baptisan Roh Kudus ini adalah dicurahkannya Roh Kudus kepada dunia agar kita yang percaya Yesus mendapatkan penolong yaitu Roh Kudus. Adanya Roh Kudus di dalam diri kita adalah meterai bahwa kita telah diselamatkan dan menjadi milik Kristus. Jadi ayat ini tidak menyangkali bahwa orang yang masuk kedalam Kerajaan Allah/yang selamat adalah orang yang percaya Yesus dengan sungguh-sungguh, karena jika kita percaya dengan sungguh-sungguh pasti kita akan mendapatkan Roh Kudus.

Tetapi jika kedua ayat ini(ayat 3 dan 5) diartikan berbeda, maka yang dimaksut Yesus tentang lahir baru (ayat3) adalah suatu keadaan dimana Roh Kudus memberikan kelahiran yang baru di dalam roh sehingga itu mendorong orang untuk bisa mengerti dan percaya kepada Yesus. Hal ini saya kurang setuju, karena sampai sekarang saya memperhatikan konteks antara ayat 3, ayat 5, dan ayat-ayat selanjutnya adalah berhubungan, dimana ayat 3 dan ayat 5 mempunyai arti yang sama. Jadi pendapat saya yaitu, ketika kita Percaya Yesus, maka sebagai konsekuensinya, kita mengalami kelahiran baru (nanti akan saya uraikan lagi penjelasan dari pemahaman saya ini dengan ayat-ayat lain).

Tetapi andaikatapun diartikan ayat 3 dan ayat 5 adalah berbeda dimana lahir baru mendahului pertobatan, itupun mungkin masih bisa saya terima, karena hal itu tidak menyangkali keyakinan saya akan Alkitab yang mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah dan bukan usaha kita, karena pada umumnya penganut paham no.1 adalah Calvinist yang mempunyai pandangangan “keselamatan adalah kasih karunia.” Tetapi jika ada perbedaan arti antara ayat3 dan ayat 5, maka harus dilihat lagi perbandingannya berdasarkan ayat-ayat yang lain.

Perbedaannya adalah pada masalah kedua istilah di ayat3 dan ayat5 saja. Pemahaman arti  “lahir dari Allah”(ayat 3) dan “lahir dari air dan Roh”(ayat 5) berbeda atau tidak? Disini saya tidak menganggap “lahir baru” adalah suatu keadaan yang dibutuhkan orang agar dapat percaya di dalam proses Allah dengan kuasa dan kasihnya menuntun kita kepada kepercayaan kepada Kristus. Saya memandang “lahir baru” adalah ketika orang itu percaya Yesus, atau dengan kata lain, lahir baru adalah keadaan pembaharuan rohani yang terjadi kepada seseorang ketika orang percaya kepada Yesus. Tetapi dalam hal proses seseorang hingga bisa percaya pada Kristus (dari sudut pandang Allah), saya mengakui bahwa Allah-lah yang dengan kasih karunia-Nya menuntun manusia kepada keselamatan sehingga manusia bisa menerima Kristus sebagai juruselamat sampai kepada kekekalan yang sempurna. Karena menurut pemahaman saya, Alkitab mengajarkan 2 sudut pandang keselamatan, yang pertama dari sudut pandang Allah (predestinasi), dan yang kedua dari sudut pandang manusia (freewil). Mungkin jika suatu saat saya menemukan referensi yang membuat saya lebih paham bahwa paham no.1 adalah yang lebih benar, maka bisa saja saya akan mengikuti pemahaman istilahnya.

Berikut ini akan saya terangkan mengenai pemahaman saya;

Kata “melihat Kerajaan Allah” di dalam ayat 3, saya mengartikannya sebagai keselamatan yang sama dengan “masuk kedalam Kerajaan Allah” di dalam ayat 5.

Disitu Yesus juga menerangkan dilahirkan dari air dan Roh, maka itu artinya orang tersebut telah percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh. Karena dibaptis adalah tindakan nyata kita akan kepercayaan kita kepada Kristus dan sebagai perintah Kristus. Roh Kudus adalah Allah yang berdiam diri di dalam setiap orang yang percaya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus. Jadi jika kedua istilah “lahir dari Allah(ayat3)” dan “lahir dari air dan Roh(ayat5)” itu adalah sama(artinya adalah: telah berada di dalam keselamatan), maka hanya ada satu cara untuk kita bisa selamat, yaitu dengan percaya sungguh-sungguh kepada Yesus, dan dengan percaya kita akan dibaptis air dan menerima baptisan Roh Kudus.

Jadi pada intinya, pemahaman saya, ketika orang mengalami keadaan lahir baru pasti seketika itu juga beriman kepada Kristus. Jadi bagi saya, “lahir baru” dan “percaya kepada Kristus” adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan.

1Yohanes 5:1

5:1Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.

1Yohanes 5:4

5:4sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Surat 1Yohanes 5:4 mengatakan bahwa semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan kemenangan yang mengalahkan dunia itu adalah iman. Jika “lahir dari Allah” adalah proses/kejadian yang bisa terjadi sebelum orang menerima Kristus, maka indikasi dari ayat diatas adalah: orang yang di dalam Kristus dan yang belum di dalam Kristus/masih di dalam proses menuju percaya kepada Kristus, mengalahkan dunia. Dan yang mengalahkan dunia adalah: iman (iman percaya terhadap Kristus). Terjadi suatu kontradiksi dalam tersebut bukan? Padahal ayat ini mengajarkan bahwa yang mengalahkan dunia itu adalah: iman kita kepada Kristus.

Sebaliknya, jika yang dimaksut “orang yang lahir dari Allah” adalah ” orang yang percaya kepada Kristus,” maka ayat itu akan bermakna: Orang yang di dalam Kristus, mengalahkan dunia. Dan kemenangan yang mengalahkan dunia adalah: iman (iman percaya terhadap Kristus. Jika demikian, barulah cocok.

Jadi sampai sekarang saya adalah penganut no.2: Lahir baru terjadi ketika orang percaya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus.

Berikut ini adalah beberapa ayat referensi tentang lahir baru:

1Yohanes 5:18

5:18Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

1Pterus 1:23

1:23Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Jika lahir baru itu identik dengan “percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh,” maka orang yang lahir baru mempunyai Roh Kudus di dalam hidupnya. Jika orang yang mempunyai Roh Kudus di dalam hidupnya, maka akan berbuah. Buahnya adalah buah Roh. Buah Roh adalah bukti dari kita percaya kepada Yesus/telah mengalami kelahiran baru.

Untuk pemahaman hubungan antara percaya Yesus, lahir baru, berbuat baik/mengikuti perintah Tuhan dan buah Roh, silakan ke blog: Yakin Selamat? Hati-Hati! (Percaya Yesus vs Perbuatan Baik) https://danielyuwono.wordpress.com/2011/03/01/yakin-selamat-hati-hati/

  • Pandangan ke.3 (Lahir baru bisa terjadi/tidak terjadi ketika/setelah orang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus.)

Setelah kita membahas pemahaman saya tentang pemahaman ke.1 dan ke.2, maka sedikit akan saya bahas mengenai pandangan ke 3. Pandangan ini juga banyak dianut oleh non-Calvinist. Pandangan ini sepertinya menempatkan lahir baru sebagai pengalaman lain setelah orang percaya Yesus.

Sampai sekarang ketika tulisan ini ditulis, saya tidak tahu persis bagaimana asal-muasal pandangan ke.3 ini. Padangan ini biasanya menganggap bahwa kelahiran baru adalah kejadian dimana orang dilahirkan secara baru yang ditandai oleh sesuatu kejadian-kejadian emosional/kejadian-kejadian yang dianggap supranatural. Pandangan ini biasanya memandang, walaupun seseorang sudah percaya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus, tetapi jika belum mengalami kejadian suprantarul/emosional lahir baru, maka orang itu belum lahir baru/belum termasuk orang yang diselamatkan.

Pandangan seperti ini banyak saya jumpai di kalangan Kharismatik. Saya banyak menjumpainya karena saya sendiri memang anggota gereja Kristen Kharismatik dan saya aktif di dalam berbagai kegiatannya. Banyak sekali orang-orang Kristen yang katanya telah mengalami lahir baru di greja A, di dalam KKR B, di dalam persekutuan C, yang ditandai dengan emosi atau kejadian-kejadian suprantaural lainnya tetapi hidupnya tidaklah berubah atau jika berubah maka itu tidaklah tahan lama, bahkan ada yang sampai meninggalkan Tuhan. Jadi hal-hal semacam ini bukanlah jaminan tanda bahwa seseorang mengalami lahir baru.

Yohanes 3:8

3:8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Yohanes 3:8 menerangkan bahwa orang yang lahir baru itu seperti angin, kita hanya bisa mendengar bunyinya saja, tetapi darimana angin datang dan kemana angin pergi kita tidak tahu, kita tidak bisa menebak dengan pasti. karena itu adalah suatu hal yang tidak jelas, tapi nyata adanya. Yesus  menggambarkan kelahiran baru ini seperti angin, bukan sebagai api yang meledak-ledak, atau seperti petir yang menyambar-nyambar. Jadi hal kelahiran baru adalah kedaulatan Allah yang kita tidak tahu bagaimana proses itu terjadi, kita tidak tahu mengapa hati orang bisa mempunyai iman kepada Kristus, kita tidak bisa memanipulasinya.

Jika orang percaya kepada Kristus karena embel-embel/syarat-syarat/tujuan tertentu, entah itu secara sadar maupun tidak sadar, maka saya yakin hal itu tidak akan bertahan lama, karena itu bukan pekerjaan Roh Kudus. Apa yang dimaksut menjadi Kristen karena embel-embel/syarat-syarat/tujuan tertentu secara sadar maupun tidak sadar?

Contoh; saya kenal seorang teman yang non-Kristen mau menikah dengan orang Kristen, lalu dia menjadi Kristen, ikut kelas bimbingan dan dibaptis. Setelah menikah, dia tidak sungguh-sungguh menjalani kehidupan kekristenannya, bahkan sekarang meninggalkan pasangannya yang Kristen itu. Ini adalah secara sadar, orang itu tidak sungguh-sungguh mau mengikut Yesus, tetapi menjadi Kristen hanya untuk menikahi orang Kristen saja.

Contoh lain; sekarang-sekarang ini banyak sekali pengajaran-pengajaran yang berkata bahwa orang Kristen itu pasti akan jadi kaya dan banyak kesaksian-kesaksian orang kaya yang menggiurkan banyak orang. Dengan demikian banyak sekali orang menjadi Kristen karena ingin diberkati, ingin jadi kaya secara jasmani. Setelah menjadi Kristen dan tidak menjadi kaya, maka banyak orang kecewa terhadap Tuhan, bahkan ada yang meninggalkan Tuhan. Ini adalah contoh orang yang secara tidak sadar dipengaruhi oleh pengajaran-pengajaran Kristen yang salah, mereka tidak diberikan pengajaran Kristen yang seimbang, sehingga secara tidak sadar, motivasi orang ini untuk menjadi Kristen adalah salah. Motivasinya bukan tulus mencari keselamatan di dalam Yesus, tetapi keselamatan plus embel-embel kaya.

Nah, banyak saya lihat orang-orang yang mempunyai tujuan/embel-embel di dalam mengikut Kristus ini juga mengalami/mendapatkan kejadian-kejadian supranatural di gereja tetapi toh karena awalnya sudah tidak benar, ya akhirnya jadi tidak benar. Apakah anda bisa berkata bahwa orang-orang seperti ini mengalami lahir baru ketika mendapatkan kejadian-kejadian supranatural dan mendapatkan emosi/semangat melayani Tuhan? Silakan anda renungkan sendiri.

Tentang baptisan Roh kudus, kepenuhan Roh Kudus, manifestasi-manifestasi Roh Kudus, karunia-karunia Roh Kudus, mujizat, dll yang kita temui di dalam kitab-kitab perjanjian baru adalah hal yang berbeda dengan lahir baru. Tentang topik-topik ini kita akan membahasnya di dalam tulisan yang lain.

Tentu saja di gereja-gereja Kharismatik kebanyakan orang akan mengalami luapan-luapan perasaan emosi yang lebih gampang kita dapatkan daripada di gereja-gereja protestan, kenapa bisa demikian? Karena musiknya lebih meluap-luap, suasananya dibikin sangat mendukung untuk meluapkan emosi-emosi, kotbahnya juga banyak dibawakan dengan emosi yang meluap-luap. Jadi saya sendiri sebagai orang Kharismatik tidak akan berkata bahwa Roh Kudus adanya di gereja Kharismatik, sehingga banyak orang mengalami lahir baru yang ditandai dengan kejadian-kejadian terntentu. Belum tentu,  menurut saya pemikiran seperti itu bukan ajaran Alkitab. Saya juga banyak menjumpai orang-orang Protestan yang hidupnya lebih baik dari saya sebagai orang Kharismatik.

Jadi, berdasarkan pemahaman saya akan ayat-ayat Alkitab tentang “lahir baru” yang telah saya paparkan tadi, maka sekali lagi saya berpendapat bahwa, Alkitab tidak mengajarkan bahwa “lahir baru” ini selalu identik dengan suatu kejadian-kejadian emosional terntentu/kejadian-kejadian supranatural tertentu. Lahir baru adalah, kita dilahirkan kembali oleh Roh. Jika tadinya kita hanya dilahirkan di dalam daging (tidak kekal), maka sekarang kita dilahirkan di dalam Roh (kekal). Dengan demikian kita memasuki jalan keselamatan itu sendiri/mejadi anggota Kerjaan Allah, meskipun hal ini nampaknya tidak terlihat secara emosional/supranatural adanya, tetapi hal ini sangat penting, karena ini adalah titik awal dimana kita hidup di dalam keselamatan. Banyak orang meremehkan suatu kejadian yang “seperti angin” yang hanya sepoi-sepoi saja kita rasakan.

Sebenarnya, sampai sekarang/saat tulisan ini saya tulis, saya tidak mengerti asal muasal darimana cikal bakal pandangan ke.3 ini(jika nanti saya mengetahuinya, akan saya update di tulisan ini).

Saya pribadi sangat tidak setuju dengan pandangan ke.3 ini, bahkan saya menganggap pandangan ini yang paling lemah di dalam pendekatan pengertian-pengertian dasar Alkitabiahnya daripada ke dua pandangan yang lain.

  • Kesimpulan Saya Tentang Lahir Baru
  1. Lahir baru adalah kondisi seseorang yang diperlukan untuk selamat. Keselamatan hanya bisa didapat di dalam Yesus Kristus, maka lahir baru adalah, lahir ke dalam kehidupan baru bersama dengan Kristus ketika orang percaya dengan sungguh-sungguh kepada Kristus.
  2. Semua orang yang sungguh-sungguh Kristen/pengikut Kristus, pasti sudah lahir baru.
  3. Semua orang yang sudah lahir baru, pasti orang Kristen/pengikut Kristus yang sungguh-sungguh.
  4. Kata-kata “orang Kristen sungguh-sungguh yang belum lahir baru” adalah suatu kontradiksi.
  5. Manusia tidak dapat melahir barukan manusia, dan manusia tidak dapat memaksa Allah untuk melahir barukan manusia.
  6. Alkitab tidak mengajarkan bahwa setiap kelahiran baru harus disertai tanda-tanda supranatural yang ajaib, tetapi bisa dilihat dari buahnya(buah Roh). Alkitab mengajarkan lahir baru ini sebagai angin yang tidak bisa ditebak, bukan seperti api yang meledak-ledak atau petir yang menyambar-nyambar.

 

God Bless..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: