Jangan “Dewakan” Allahmu


Beberapa kali saya bertemu teman-teman kalangan Kristen maupun non-Kristen dan kami ngobrol-ngobrol tentang berkat. Tidak jarang juga beberapa kali saya dengar kotbah-hotbah dan tulisan-tulisan buku-buku tentang berkat. Saya kira semua orang ingin diberkati bukan? termasuk saya sendiri tidak perlu munafik saya katakan “saya ingin diberkati.” Beberapa orang secara sengaja ataupun tidak sengaja, secara sadar ataupun tidak sadar telah membuat “berkat” menjadi tujuan utama hidup nya, karena mereka beranggapan bahwa Tuhan ingin memberkati kita, ada yang beranggapan berkat dari Tuhan lah yang membuat kita hidup, kalo tidak diberkati (menjadi kaya materi) adalah karena kutuk Tuhan, bila mo diberkati kita harus memberkati duluan karena siapa menabur dia menuai, kita harus memberi perpuluhan supaya tingkap-tingkap langit dibuka, belum lagi banyak sekali buku-buku tentang “cara cepat menjadi kaya(materi) dengan cara KRISTEN.” Ada pula dari kalangan non-Kristen yang mencari berkat lewat penyembahan berhala, lewat penyembahan roh-roh tertentu, dll. Yaaaaahhhh…fakta nya memang banyak sekali pemikiran-pemikiran yang berkembang dari satu kata yaitu “BERKAT.”

Dari sekian banyak fakta yang timbul dalam kalangan Kristen maupun non-Kristen marilah kita “berbincang-bincang” sejenak….


  • Allah dan Janji Allah

Menurut Alkitab sejak dari awal kitab Kejadian sampai Wahyu Allah mengasihi manusia, dan alkitab banyak sekali mengulas tentang Allah dan bangsa Israel.

Allah memilik perjanjian dengan bansa Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Tentu saja janji ini bukan janji yang tak bersyarat. Jika bangsa Israel tetap mengasihi dan melakukan printah-perintah Allah yang saat itu dikenal sebagai kitab TAURAT dengan jumlah 600 lebih point yang ada, maka Allah pun akan menunjukan kasih setia Nya kepada bangsa Israel. Di dalam masa-masa Perjanjian Lama ini bangsa Israel banyak sekali bergumul dengan “BERKAT dan KUTUK.” Mari kita ambil beberapa ayat nya:

Ulangan 11:26-28
11:26Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
11:27berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
11:28dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.

 

 

  • Dewa-dewi

Banyak sekali mitos-mitos maupun kebudayaan-kebudayaan masyarakat di berbagai daerah di dunia ini, termasuk di Indonesia. Banyak pula praktek-praktek upacara dan praktek-praktek memberikan sesajen(persembahan) bagi dewa-dewa tertentu dan menyembah mereka, tentu saja tujuan nya juga banyak dan beraneka ragam.

Kita ambil saja beberapa contoh di kalangan masyarakat kita. Ada yang memberikan sesajen dan melakukan upacara kepada dewa atau “makhluk” gunung supaya makhluk ini memberikan keamanan pada warga di sekitar gunung, agar gunung nya tidak meletus dan makan korban, dll. Bahkah beberapa kepercayaan berkata bahwa jika gunung nya meletus dan ada korban berarti si “penunggu” gunung itu sedang marah entah karena kelalaian upacara, atau masyarakat melakukan hal-hal yang “dewa gunung” tersebut tidak suka.
Adalagi seperti beberapa kalangan di masyarakat jawa melakukan upacara-upacara penyembahan kepada dewi kesuburan misal nya (beberapa orang menyebutnya Dewi Sri), tujuan nya agar panen padi nya bagus, agar padi nya “dijaga” oleh dewi tersebut dan “diberkati” sehingga hasil nya melimpah.

Pada intinya manusia melakukan penyembahan dan memberikan korban-korban mereka kepada dewa-dewi ini bukan karena mereka mencintai nya, bukan juga karena dewa/dewi ini terlebih dahulu mencintai manusia dan manusia pun memberikan balasan kepada nya dengan memberikan persembahan-persembahan mereka.

Manusia hanya “TAKUT” kepada nya jika tidak mendapat “berkat” dan hidupnya menjadi tidak enak. Manusia bukan memikirkan kesenangan atau kebahagiaan yang di sembahnya, tetapi manusia mengabdi dan memberikan persembahan untuk mendapatkan reward yang lebih besar, mendapatkan keuntungan yang lebih besar, untuk kebutuhan manusia sendiri, untuk keberhasilan manusia sendiri, untuk keuntungan manusia itu sendiri.

 

  • Allah Bapa

Allah kita, Allah Abraham, Allah ishak, Allah Yakub, adalah Allah yang mengasihi kita, dia terlebih dahulu mengasihi kita sebelum segala sesuatu terjadi. Allah kita tidak pernah merugikan kita untuk kepentingan-Nya, Allah tidak pernah “cuek” terhadap kita apapun yang kita lakukan Dia tetap lah mengasihi kita. Allah adalah Kasih. Dan puncak nya adalah Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib untuk menebus kita, inilah kebesaran KASIH NYA. Terlihat Allah begitu eksis di dalam kehidupan kita dan Dia sangat-sangat memikirkan dan mengasihi kita. Apakah kita mengerti dan memahami akan kasih-Nya dan pengorbanan Nya yang begitu besar ini???

Yohanes 3:16
3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jika saya berada di suatu gereja atau pada perkumpulan orang-orang kristen saya melihat begitu antusias nya mereka menyatakan bahwa mereka mencintai Tuhan nya. Mereka menggembar-gemborkan nama Yesus yang mereka mengerti Pribadi itu lah yang mengorbankan diriNya untuk mereka. Saya tidak tahu seberapa dalam mereka menghargai pengorbanan dan kasih Kristus, mungkin hanya Tuhan lah yang tahu masalah kedalaman hati. Tapi coba kita melihat beberapa fakta berikut ini dan sejenak berpikir tentang nya.

 

 

  • “MenDewakan” Allah

Beberapa kali saya melihat orang-orang kristen setia memberikan perpuluhan, setia memberikan persembahan mereka ke dalam kantung2 kolekte atau kotak2 kolekte yang berada di dalam gereja. Entah apa tujuannya hanya mereka masing-masing yang tau.

Beberapa kali juga saya berbincang-bincang dengan rekan-rekan kristen tentang persembahan, perpuluhan, dll. Banyak dari mereka yang bilang, “jika kamu ingin diberkati, maka kamu harus memberikan korban persembahan dulu.” Ada pula yang berkata ” dengan memberikan perpuluhan maka Allah akan memberkati kita, Allah akan membuka tingkap-tingkap langit, bla bla bla…” Ada juga beberapa kotbah yang “menakut-nakuti” jemaat nya jika kita tidak memberikan perpuluhan maka kita akan melarat dan bla bla bla. Entah memang bermaksut tulus memberi pengarahan, atau ingin mencari keuntungan bagi greja itu sendiri dengan menggunakan ayat yang seolah-olah mengerikan agar orang takut, yaaahhh…itu hanyalah mereka dan Tuhan yang tahu.

Hasil nya ada beberapa bahkan banyak dari kalangan kita yang memberikan perpuluhan atau persembahan dengan tujuan agar diberkati Tuhan. Mereka memberi banyak dan menyumbang banyak agar mendapatkan reward yang banyak pula. Mereka memberikan perpuluhan agar usaha-usaha mereka diberkati dan “dijagai oleh Tuhan.” Mereka memberi perpuluhan agar Tuhan menghalau belalang-belalang pelahap bagi usaha mereka. Mereka buru-buru setiap awal bulan memberikan perpuluhan dengan rasa takut bila tidak memberi perpuluhan nanti akan sial dan pekerjaan mereka jadi bangkrut. Setelah mereka kaya dan diberkati…??? ya terus saja berikan persembahan yang lebih banyak agar semakin kaya…??? lalu…???

Katakan lah berbagai teori para theolog tentang REWARD itu adalah benar, tapi bila kita membuat REWARD itu melebihi Pribadi Nya sendiri, melebihi kasih mu kepada ALLAH, bukankah itu adalah degradasi kasih mu kepada ALLAH? bukankah BERKAT Nya telah menjadi aLLAH LAIN?

Ulangan 5:7
5:7Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Mari kita renungkan beberapa hal, jika kita seperti itu apakah itu tidak sama saja memperlakukan ALLAH kita sebagai DEWA/DEWI yang kerjanya hanya menyediakan reward buat kita karena persembahan-persembahan kita, tanpa ada suatu hubungan pribadi yang lebih dekat lagi?
Setiap Firman Tuhan yang ditulis adalah untuk suatu HUBUNGAN yang indah dengan Tuhan.

Trus mengapa ada ayat yang menyuruh kita untuk meminta kepada Tuhan??? mengapa ada ayat yang menyatakan kita harus tekun berdoa??? meminta???

Saya pernah membuat “berkat papa saya” menjadi lebih “berarti” daripada papa saya sendiri. Waktu itu saya pernah merenungkan hal ini…ada satu kejadian yang saya alami:

Waktu itu saya berjalan-jalan dengan papa, mama, n adik ku ke mall. Papa menanyakan padaku, kamu mo beli sepatu gak? saya jawab, ahhh gak ah. Memang saya selalu kalo minta sesuatu kepada mama karena dulu saya tidak dekat dengan papa, bahkan meminta sesuatu kebutuhan sama papa pun rasanya segan nya setengah mati. Saya memang kurang dekat dengan papa. Setelah itu mama mulai memilihkan sepatu untuk saya, saya bilang ” aahhhh itu terlalu mahal ma.” Mama menjawab ” aahhh gapapa, orang papa mu ada uang kok, tuhh liat papa mu tuh kepengen banget membelikan sesuatu buat kamu.” Suatu saat mama bilang pada mbak Sri (pekerja yang sudah mengasuh saya sedari saya kecil, saya sudah anggap dia seperti tante saya) mama bilang ” tuuhhh mbak, dulu dani tuh gak deket sama papa nya, jadi sekarang papa nya kepengeeeeeen banget beliin sesuatu buat anak nya, papa nya pengen deket, jadi gak mau kan si Daniel nya.”

Waktu itu memang papa sedang agak berjaya di dalam usaha nya. Dan ternyata papa ingin sekali jika saya bisa minta sesuatu secara terbuka dengan papa, karena papa ingin lebih dekat kepada saya. Jika saya meminta sesuatu sama papa, wah papa langsung antusias dan semangat untuk membelikan. Itu karena papa ingin mempunyai suatu hubungan yang harmonis dan normal antara seorang ayah kepada anak nya. Hubungan yang dekat, hubungan yang intim, ini akan membuat bahagia papa dan tentunya anak-anak nya juga.

Tetapi pernah juga suatu saat saya memperlakukan papa dengan cara yang lain, dengan cara yang kejam menurut saya.

Waktu itu saya benar-benar kesal dengan papa yang selalu membuat saya kepaitan, saya pernah berkata pada teman saya ” aaahhhh, biarkan saja papa seperti itu sama aku,aku gak mau ngelawan, toh aku masih butuh uang nya buat aku kuliah dan hidup, nanti kalo aku sudah bisa cari uang sendiri ya cuekin aja kan sudah bisa bebas.” Sampai saat ini saya menyesal sempat berpikiran dan memperlakukan papa dulu seperti itu, karena sebenarnya papa gak sejahat itu. Papa saya memberikan semua materi yang saya butuh kan karena mengasihi saya, tetapi saya membuang kasih dan pribadi papa dari dalam hati saya.

Coba anda bayangkan jika anda adalah papa saya dan mendengar saya berkata seperti itu….

Mintalah segala sesuatu nya di dalam hubungan cinta kasih mu kepada Tuhan. Komunikasi 2 arah memang TUHAN ingin kan untuk menjadikan kita semakin dekat dengan Dia.

Banyak kita berdoa minta sama Tuhan minta ini lah, itu lah, bla bla bla…yang untuk kepentingan kita, tanpa kita memikirkan “perasaan” TUHAN dan apa yang TUHAN mau di dalam hidup kita.

Apakah kita meperlakukan Tuhan itu sebagai Bapa kita?
Sebagai Pribadi yang sangat-sangat mengasihi kita?

Atau cuman sebagai DEWA saja?

Sebagai MESIN PENCETAK UANG?

Sebagai SATPAM buat usaha kita?

Sebagai DUKUN untuk memberi pentunjuk nomer togel?

Atau sebagai TUKANG RAMAL yang bisa ngasi pentunjuk masa depan ini itu?

Sebagai BANK yang bisa memberikan KREDIT pada kita?

Setelah itu….?

Tuhan menginginkan suatu hubungan yang intim dengan kita sebagai Bapa dan anak. Suatu hubungan yang harmonis, suatu hubungan yang normal sebagai keluarga yang manis. Oleh sebab itu YESUS mengajarkan pada kita menyebut Tuhan sebagai BAPA.

Apakah tidak lebih dari cukup Kasih-Nya di kayu salib sehingga kita bisa tersentuh untuk mengasihi Dia? Apakah kita mengerti pengorbanan Nya secara dalam di hati kita? Ataukah kita cuman mengucapkan nyanyian-nyanyian syukur dan mengagungkan nama yesus di mulut kita dengan berteriak-teriak di gereja dan tetap memperlakukan Tuhan kita dengan cara yang kita mau? Tidak cukup kah pengorbananNya di kayu salib untuk mengetuk hati kita agar kita bisa merasa bahwa kita tidak layak di hadapan Nya?

Markus 12:30
12:30Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Tidak cukupkah pengorbanan Nya di kayu salib membuat kita benar-benar merasa tidak layak dan harus mengasihi Dia tanpa pamrih dengan memahami bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita

 

GOD BLESS…

 

DAN-DAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: