Tipuan Iblis dan Menguji Setiap Roh 1 – Iblis Baca Alkitab


Katanya, Iblis adalah pendusta alias penipu, bahkan Yohanes menyebutnya bapa segala dusta. Iblis menipu dan memakai cara-cara yang licik dari jaman Adam dan Hawa. Bahkan diapun berusaha menipu Yesus. Di dalam Alkitab banyak sekali perintah supaya kita berhati-hati terhadap tipu daya yang semakin dilancarkan si jahat, bahkan dikatakan semakin hari semakin banyak nabi-nabi palsu dan permasalahan akan semakin kompleks. Semakin banyak hal-hal yang nampaknya baik dan dari Tuhan tetapi sebenarnya sukar untuk dimengerti apakah itu palsu atau asli. Alkitab menerangkan akan banyak sekali terjadi pemalsuan/penipuan, mulai dari pemalsuan/penipuan PENGAJARAN, MUJIZAT, NABI, ROH, bahkan YESUS juga bisa dipalsukan!!!!! Bagaimana kita mengenali yang asli dan palsu? Atau setidaknya bagaimana pendekatan untuk memahami yang asli dan palsu?

  • Pertimbangan dan Pengartian Firman

kejadian 3:1-6

3:1Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?3:2Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,3:3tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”3:4Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,3:5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”3:6Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Banyak pengajaran yang menafsirkan “si ular” ini. Mulai dari yang berpikir bahwa itu Iblis yang berwujud ular asli, sampai yang menafsirkan bahwa ular adalah pengandaian dari si iblis karena sifat ular yang licik, dll. Saya tidak akan membahas tentang pendapat saya tentang penafsiran “ular” ini karena ini tidak terlalu berpengaruh pada apa yang akan saya sampaikan. Tetapi mungkin semua atau sebagian besar orang Kristen setuju bila ular ini entah berupa ular asli ataupun pengandaian, kita sebut sebagai IBLIS.

Disini digambarkan bahwa iblis adalah suatu makhluk yang sangat cerdik (ayat 1). Penulis kitab kejadian ini nampaknya ingin menjelaskan bahwa dari mulanya iblis sudah menjadi penipu bagi manusia.

Pertama iblis berkata kepada Hawa “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Perkataan iblis ini tiba-tiba muncul dan si iblis nampaknya sengaja mengutip Firman/pesan Tuhan yang SALAH. Lalu si Hawa membenarkannya “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Nah, setelah Hawa membenarkannya maka Iblis pun berkomentar kembali tentang firman yang benar itu, tetapi seolah-olah dia berkata bahwa firman yang benar itu adalah suatu KEBOHONGAN ( “Sekali-kali kamu tidak akan mati,tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”).

Disini menimbulkan kesan bahwa Iblis berkata kepada bahwa Allah itu berbohong kepada manusia, Allah tidak ingin manusia memakan buah itu bukan karena Allah tidak ingin manusia mati tetapi Allah takut nanti manusia akan bisa jadi SEPERTI ALLAH tau yang baik dan yang jahat. Disini Iblis memberikan masukan-masukan kepada pikiran Hawa, iblis berusaha mempengaruhi pikiran-pikiran Hawa. Hawa mulai berpikir dan melihat bahwa buah itu kelihatannya baik untuk dimakan, bukan seperti buah beracun yang bisa membuat orang mati seperti yang Allah bilang. Mungkin disini Hawa mulai berpikir “jangan-jangan benar juga kata si Iblis bahwa jika makan buah itu maka tidak akan mati, karena buah itu terlihat baik untuk dimakan.” Pemikiran Hawa ini kemudian diperkuat oleh perkataan Iblis bahwa buah itu memberi pengertian, jadi makin kuatlah pemikiran Hawa bahwa kelihatannya memang tidak ada yang buruk jika memakan buah itu. Buah itu terlihat BAIK UNTUK DIMAKAN, SEDAP UNTUK DIMAKAN, dan MEMBERIKAN PENGERTIAN pula, lalu apa buruknya jika makan buah itu? Jangan-jangan memang benar bahwa Allah hanya sirik saja dan tidak ingin ada yang menyamai-Nya lalu menakut-nakuti manusia jika manusia makan buah itu maka manusia akan mati.

Jadi HATI-HATI DENGAN PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN YANG MENENTANG FIRMAN TUHAN!!!! IBLIS MENYESATKAN DENGAN CARA MEMBERI PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN YANG NAMPAKNYA BAIK DAN NAMPAK MASUK AKAL, PADAHAL MELAWAN FIRMAN!!!

Singkat cerita, maka manusia memakan buah itu.

Jika kita membaca kisah selanjutnya di dalam Alkitab, apakah Iblis menipu manusia? Apakah perkataan Iblis terjadi bahwa jika makan buah itu manusia maka manusia TIDAK AKAN MATI dan MENDAPAT PENGERTIAN? Menurut saya, jawabannya adalah YA! Ketika manusia makan buah itu manusia TIDAK MATI dan mendapat PENGERTIAN. Berarti benar perkataan Iblis, dia tidak menipu. Tetapi bagi saya lebih tepatnya adalah, Iblis tidak menipu secara terang-terangan, alias menipu secara halus. Jika kita pelajari metode Iblis di dalam kejadian ini, bagaimanakah cara kerjanya?

Jika kita berpikir bahwa “MATI” yang dimaksud Iblis adalah mati badani, maka Iblis tidak bisa disalahkan dalam hal ini karena pada waktu makan buah itu, manusia tidak mati. Tetapi jika “mati” disini diartikan sebagai “putus hubungan dengan Allah (mati kekal),” maka jelas bahwa Iblis menipu manusia.

Jadi HATI-HATI DENGAN PENGARTIAN FIRMAN TUHAN!!! JIKA KITA MENGARTIKAN FIRMAN TUHAN SEMAU-MAU KITA MAKA AKIBATNYA BISA FATAL!!!( Hal ini akan kita bahas lebih lanjut di bawah).

  • Iblis Baca Alkitab

Lukas 4;1-13

4:1Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.4:2Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.4:3Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”4:4Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”4:5Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.4:6Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.4:7Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”4:8Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”4:9Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,4:10sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,4:11dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”4:12Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”4:13Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Jika kita membaca ayat diatas, maka kita akan menjumpai peristiwa yang hampir mirip seperti yang dialami Hawa, yaitu kasus penipuan Iblis. Tapi kali ini yang menjadi objek nya adalah Yesus. Pertama ketika Yesus lapar, Iblis membujuk Yesus untuk mengubah batu menjadi roti dengan kata-kata “JIKA ENGKAU ANAK ALLAH.” Woouuwww..sepertinya iblis sengaja memancing emosi Yesus agar Yesus gengsi dan membuktikan dirinya adalah Anak Allah.  Saya yakin Yesus sanggup melakukannya, tetapi hal itu tidaklah pantas dan jika Yesus melakukannya dan yesus makan maka kita sudah tahu endingnya pasti buruk. Menurut saya, tipuan pertama ini tidaklah terlalu bagus dan terlalu gampang untuk diketahui sebagai tipuan.

Yesus menjawab dengan “ADA TERTULIS,” lalu Yesus mengutip sebuah ayat Perjanjian Lama (ulangan 8:3). Pertama-tama kita akan mempelajari bahwa, tipuan iblis dilawan Yesus dengan AYAT FIRMAN TUHAN. Dengan kata lain, jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan Ayat- ayat Firman Tuhan, maka hendaklah jangan dilakukan. Jadi patokan pertama/utama Yesus bukanlah pertimbangan-pertimbangan semata dan bukanlah opini/pendapat pribadi. yang menjadi petokan utama Yesus adalah AYAT FIRMAN TUHAN.

Hawa berpikir-pikir dan menimbang-nimbang, kelihatannya buah itu enak dan baik untuk dimakan. Kelihatannya buah itu tidak membuat orang mati. Sepertinya benar kata si ular. Lagipula buah itu akan memberi pengertian, bukankah itu justru lebih baik? Pertama Hawa berpikir tentang pertimbangan-pertimbangan, tetapi Yesus tidak. Yang menjadi patokan adalah FIRMAN TUHAN.

Betapa banyaknya orang kristen sekarang yang suka berspekulasi diluar Firman Tuhan, bahkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang namaknya baik tetapi sebenarnya tidak ada dasar Firman Tuhannya. Betapa banyak sekarang orang-orang Kristen yang lebih suka mempertimbangkan ajaran pendetanya dan melakukan banyak hal yang JIKA DIPERTIMBANGKAN NAMPAKNYA BAIK DAN NAMPAK ROHANI TETAPI TERNYATA TIDAK ADA DASAR AYATNYA SAMA SEKALI.

Betapa banyaknya sekarang orang Kristen yang menyuruh-nyuruh Tuhan melakukan mujizat tanpa melihat kembali ke dalam Firman Tuhan apakah sebenarnya hal itu benar atau tidak, baik atau tidak menurut Firman Tuhan, menentang Firman Tuhan atau tidak?

Saudaraku, KEYAKINAN BAHWA TUHAN SANGGUP MEMBUAT MUJIZAT ITU BUKAN SEGALANYA, IBLISPUN YAKIN YESUS SANGGUP MEMBUAT BATU MENJADI ROTI.

SUDAH BUKAN SAAT NYA ANAK-ANAK TUHAN YANG DEWASA BERPIKIR SEKEDAR “TUHAN SANGGUP.” SEBALIKNYA BERPIKIRLAH APAKAH YANG KITA MINTA ITU SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN DI DALAM FIRMAN-NYA?

JANGANLAH KITA MENYURUH TUHAN MELAKUKAN HAL YANG TIDAK PANTAS DILAKUKAN!!! SIKAP SEPERTI ITU TIDAK ADA BEDANYA DENGAN SIKAP IBLIS!!!

Setelah Iblis tidak berhasil membujuk Yesus melakukan mujizat mengubah batu menjadi roti, maka Iblis melancarkan serangan ke dua. Kali ini Iblis akan memberikan semua harta kekayaan dan kuasa dunia, jika Yesus mau menyembah Iblis. Tetapi kali ini lagi-lagi Yesus berkata “ADA TERTULIS.” Yesus mengutip ayat lagi “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Sebuah ayat Perjanjian lama lagi.

Metode Yesus kali ini sama, yaitu menggunakan FIRMAN TUHAN sebagai patokan kebenaran akan apa yang harus dilakukan dan yang tidak.

Setelah gagal lagi, kali ini Iblis lebih pintar dari sebelumnya. Sejak tadi, Yesus selalu mengutip ayat sebagai standar kebenaran-Nya dengan berkata “ADA TERTULIS.” Tetapi kali ini Iblis juga menggunakan “ADA TERTULIS.” Nah lhoo..???? Ini yang iblis katakan: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Nah, kali ini apakah Iblis mengutip ayat yang salah untuk menipu Yesus? TIDAK!!! Ayat ini benar-benar ada:

Mazmur 91:11-12

91:11sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.91:12Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Tetapi setelah Iblis memakai ayat ini untuk membujuk Yesus, Yesus memakai metode yang sama pula yaitu dengan “ADA TERTULIS.” Yesus berkata: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Dari sini kita bisa melihat bahwa AYAT YANG DIPAKAI IBLIS MEMANG BENAR ADA. Tetapi jika ayat itu diartikan seperti maksud Iblis, maka ayat itu akan menjadi TIDAK KONSISTEN KARENA MELAWAN AYAT YANG LAIN. Berarti ayat yang iblis kutip itu artinya bukan seperti yang dimaksudkan Iblis. AYATNYA MEMANG BENAR ADA TETAPI ARTINYA DIPLESETKAN. Jika kita mengartikan ayat mazmur itu seperti yang Iblis artikan dan kita melakukannya, maka kita akan mencobai Allah, padahal ayat yang lain berkata “jangan mencobai Allah.” Jadi tidak konsisten kan? Masakan Firman Tuhan melawan Firman Tuhan lain? Jika Firman Tuhan melawan Firman Tuhan lain, maka Allah melawan diri-Nya sendiri.

Dari sini saya belajar bahwa jika ingin mengartikan ayat-ayat Firman Tuhan maka arti dari ayat satu tidak boleh bertentangan dengan ayat yang lain. Didalam ilmu theologi hermeneutika(menafsirkan firman Tuhan) ada beberapa point, dan salah satu pointnya adalah: ayat yang satu tidak boleh bertentangan dengan ayat yang lainnya. Ternyata metode seperti ini sudah dipakai Yesus 2000 tahun yang lalu. Metode seperti ini adalah Alkitabiah. Bahkan Yesus sendiri menggunakan metode seperti ini.

Berapa banyak orang-orang Kristen yang melakukan hal-hal yang tidak Alkitabiah?

Berapa banyak orang-orang Kristen yang mengartikan ayat semau-maunya saja? Tidak degan sungguh-sungguh mencari kebenaran yang ada di dalam Alkitab tetapi Alkitab hanya dijadikan bahan mainan untuk membenarkan dirinya saja dengan mencomot sedikit-sedikit ayat dan mengartikan semau-maunya sehingga pengajarannya menjadi sangat tidak konsisten dan sangat tidak Alkitabiah?  HATI-HATI SAUDARAKU, TRIK/TIPUAN SEPERTI INI SUDAH DIPAKAI IBLIS SEJAK LAMA. Kita hanya bisa mencontoh cara yang dipakai Yesus didalam menghadapinya. Kita harus mencari arti Firman Tuhan satu dari Firman Tuhan yang lain, karena otoritas tertinggi hidup orang Kristen adalah Firman Tuhan, jadi yang berhak untuk mengartikan Firman adalah Firman itu sendiri. Tidak ada otoritas lain yang berhak mengartikan Firman selain Firman itu sendiri.

2Petrus 1:20-21

1:20Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,1:21sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Maka dari itu saya selalu menyarankan semua orang Kristen untuk belajar dan jangan hanya mau mendengar kata pendeta saja. Bagaimana kita bisa mengerti Firman Tuhan jika kita hanya percaya kepada pendeta atau gembala kita saja? Salah itu wajar, tetapi dengan belajar terus menerus maka kita akan semakin mendekati kebenaran. Bukannya saya mengajarkan agar jangan percaya kepada setiap pendeta/gembala, tetapi namanya manusia bisa saja salah, namanya manusia bisa saja jadi jahat, namanya manusia bisa saja menipu, namanya manusia bisa saja jadi gila, namanya manusia bisa saja jadi sesat.

1Yohanes 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Jadi merupakan konsekuensi logis jika kita tidak terlalu percaya dan menguji setiap pengajaran yang ada dengan Alkitab, bahkan hal itu Alkitabiah(mengenai MENGUJI SETIAP ROH akan kita bahas selanjutnya dibawah).

Ketika saya sharing Firman tentang NABI PALSU, saya sering berkata: Ujilah setiap pengajaran, termasuk saya sendiri, siapa tahu saya adalah penyesat dan disesatkan, siapa tahu saya adalah nabi palsu. Jika saya mengajarkan harus menguji setiap ajaran, saya juga harus fair mau diuji dong? Berapa banyak sekarang pendeta berkotbah tentang NABI PALSU tetapi dirinya sendiri sudah merasa paling benar dan tidak mau diuji? Menurut saya JIKA ADA ORANG YANG MENGANGGAP DIRINYALAH YANG PASTI BENAR, MAKA ITU PASTI BUKAN ORANG BENAR, karena setiap orang pasti ada salahnya dan harus mau belajar terus semakin mendekati kebenaran sampai kita mati.

Saya sangat sering mengingatkan: HATI-HATI!!! TUHAN ITU MEMANG GEMBALA YANG BAIK, TETAPI GEMBALA ITU BUKAN TUHAN YANG BAIK!!!

—HATI-HATI DENGAN PENGAJARAN, SEBAB IBLIS JUGA BACA ALKITAB.—

Lalu apa yang Alkitab katakan tentang cara menguji setiap roh? Apakah kita harus menguji pengajaran-pengajaran hanya berdasarkan Alkitab saja? Bagaimana dengan ilham roh, mujizat dan fenomena yang terjadi dan bagaimana cara mengujinya? Bukankah itu juga membuktikan kebanaran? Apa-apa saja yang Alkitab catat tentang tipuan Iblis?

Kita akan membahasnya di dalam bagian yang ke-2 di dalam: Tipuan Iblis dan Menguji Setiap Roh 2 – Nabi Palsu, MALING TERIAK MALING..!!!

Sampai jumpa ^_^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: