Jika Yesus Anak Allah, Kapan Allah Kawinnya? (Istilah “Anak Allah”)


Banyak yang menyebutkan Yesus adalah Anak Allah. Dari kata-kata Anak Allah ini banyak pula perkembangan yang muncul menjadi dasar dari berbagai pandangan, dari yang nyeleneh sampe yang theologis banget. Dari yang berat sampe yang ringan. Dari yang tanya “jangan-jangan Yesus itu seperti Herkules?” sampe pertanyaan “Jika Yesus Anak Allah, kapan Allah kawinnya?”

  • Beberapa Sebutan “anak Allah.”

1. Malaikat

Kejadian 6:2

6:2maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Didalam surat Kejadian 6:2, siapakah yang disebut “anak-anak Allah?” Ada yang menafsir ini adalah malaikat, ada juga yang menafsir ini adalah manusia. Saya tidak akan bahas karena tipok kita bukanlah disini, tetapi entah manusia atau malaikat, kita tampung saja dulu dua-duanya. Jadi ‘anak-anak Allah” disni menunjuk kepada malaikat atau manusia.

Ayub 1:6

1:6Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

Ayub 1:6 ada juga yang menafsir ini adalah malaikat.

Ayub 38:7

38:7pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?

Yang ini juga ditafsir sebagai malaikat.

Meskipun ada pandangan yang memandang gelar “anak Allah” ini bisa dipakaikan untuk malaikat, maka indikasinya hanyalah karena malaikat itu merupakan ciptaan Tuhan yang makhluk surgawi, diciptakan oleh Allah tanpa diperanakkan (seperti manusia) karena malaikat tidak kawin dan dikawinkan (Matius 22:30).

2. Israel/Manusia

Keluaran 4:22-23

4:22Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;4:23sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.”

Hosea 11:1

11:1Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

Oke, kita menemukan satu lagi referensi mengenai “anak Allah.” Kata/gelar “anak Allah” juga dipakai untuk Israel.

Kenapa israel disebut anak Allah? Karena Israel adalah bangsa pilihan Allah, menjadi yang sulung diantara yang lain. Melalui bangsa Israel lah semua rencana Allah tentang penebusan tergenapi.

3.Salomo/Keturunan Daud/Manusia

2Samuel 7:14

7:14Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

Disini konteksnya adalah, Tuhan sedang berbicara kepada Daud melalui Samuel tentang keturunan Daud yaitu, Salomo. Kenapa Salomo disebut anak Allah? Karena Salomo adalah pilihan Allah, untuk membangun bait Allah. Disitu konteksnya adalah, samuel berkata kepada Daud bahwa keturunan Daud nanti akan dipilih Allah untuk membangun bait Allah dan Allah sendirilah yang menjadi Bapanya untuk menuntun dan mendidik dia.

4. Adam/Manusia

Lukas 3:38

3:38anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

Disini dikatakan bahwa Adam adalah anak Allah, tetapi keturunan Adam disebut sebagai anak Adam, tidak disebut sebagai anak Allah (lihat: Set disebut anak Adam). Lalu mengapa Adam memiliki gelar ini? Indikasinya adalah; Adam langsung dibentuk oleh Allah dan tidak dilahirkan dari benih laki-laki. Jaman dahulu, keturunan dihitung dari laki-laki. Adam langsung dibentuk oleh Allah dan Adam mewarisi nafas hidup/Roh langsung dari tiupan Allah. Hawa diambil dulu dari tulang rusuk adam lalu baru dibentuk Allah.

5. Pengikut Kristus/Orang yang Lahir Baru/Manusia

Roma 8: 14

8:14Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Galatia 3:26-27

3:26Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.3:27Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

Galatian 4:5

4:5Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Yohanes 1:12-13

1:12Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;1:13orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Mengapa orang percaya disebut anak Allah? Karena sudah dilahirkan kembali dari Roh Allah (Yohanes 3). Meskipun kita semua diperanakkan dari daging, tetapi setelah kita dilahirkan kembali oleh Roh, maka kita baru bisa disebut anak Allah. Indikasinya adalah; sama seperti Adam ketika dilahirkan dari Ruakh/nafas/Roh Allah secara langsung. Adam hidup karena Roh Allah dihembuskan kedalam Adam. Demikian kita menjadi anak Allah seperti Adam dengan dilahirkan/dihidupkan oleh Roh Allah/Roh Kudus. Jadi orang yang mempunyai Roh Allah adalah anak Allah. Orang percaya juga merupakan orang-orang pilihan (Markus 13:20, Roma 8:33, dll).

Sebelum kita membahas mengenai Yesus yang juga mendapat gelar “Anak Allah,” ada beberapa kesimpulan yang sudah kita dapat;

1. Gelar “anak Allah” dipakai untuk Malaikat (saya masih tentatif, tapi oke lah), Bangsa Israel (manusia),  Keturunan Daud/Salomo (manusia), Adam (manusia), orang-orang yang sudah lahir baru/orang percaya.

2. Gelar “anak Allah” dipakai untuk orang yang lahir dari Roh Allah/tidak diperanakkan dari daging (lihat; Adam dan orang-orang percaya/lahir baru).

3. Gelar “anak Allah” dipakai untuk orang/kaum pilihan Allah (lihat; Bangsa Israel, keturunan Daud/Salomo, orang-orang pilihan/orang-orang percaya)



  • Yesus Anak Allah

Ketika saya membaca Alkitab ada beberapa hal yang saya tangkap terhadap penjelasan Yesus sendiri dan penjelasan murid-murid/rasul-rasul mengenai gelar “Anak Allah” yang ada di dalam diri Yesus.

Ada juga gelar “Anak Allah” lain yang dimaksut orang-orang Yahudi, yaitu menunjuk kepada Mesias/Penyelamat israel. Hal ini tidak sama nilainya dengan “anak Allah” yang telah kita bahas sebelumnya.

Orang-orang Yahudi memberikan tuduhan kepada Yesus, mereka berkata bahwa dengan Yesus menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah maka Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah. Tetapi jika kita bandingkan dengan ayat-ayat tadi, seharusnya orang-orang Yahudi tahu bahwa gelar “anak Allah” adalah juga untuk manusia, bahkan mereka sendiri sebagai orang Israel adalah “anak Allah.”

Nampaknya ada sesuatu yang beda dari penjelasan Yesus tentang gelar “Anak Allah” yang dipakai diri-Nya untuk menerangkan diri-Nya sendiri dengan gelar “anak Allah” yang lainnya. Mari kita bahas.

Yohanes 5:17-23

5:17Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”5:18Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.5:19Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.5:20Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.5:21Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.5:22Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,5:23supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Yohanes 10:32-36

10:32Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”10:33Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”10:34Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?10:35Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Yohanes 10:30-31

10:30Aku dan Bapa adalah satu.”10:31Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

Didalam Yohanes 5, yesus itu dianggap menghujat Allah karena mengatakan bahwa Allah adalah Bapak-Nya. Hahaha…setiap kali saya membaca ayat ini saya selalu geli, ingin tertawa, saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang Yahudi waktu itu kaget setengah mati karena ada yang bilang Allah adalah Bapak-Nya. Saya bayangkan, jika saya jadi orang Yahudi, mungkin saya juga akan kaget setengah mati, saya akan menganggap orang ini adalah orang gila, sinting, dan tidak waras. Bahkan yang lebih gila lagi, Yesus berkata bahwa Dia juga bisa membangkitkan orang mati sesuka-suka hatinya seperti Allah juga bisa membangkitkan orang mati sesuka-suka-Nya juga. Dan Dia juga berkata “Aku dan Bapa adalah satu.” Yang tidak kalah gila adalah, yesus berkata bahwa Allah telah memberikan penghakiman kepada-Nya.

Yang dikatakan Yesus ini benar-benar gila… sampai sekarang saya berpikir, orang yang berbicara seperti ini kemungkinannya cuma 2. Pertama adalah, Dia orang gila atau orang kurang se-ons. Yang ke dua adalah, Dia benar-benar Mesias/Allah. Tidak mungkin seorang manusia atau nabi suci sekalipun berani berkata demikian, itu jelas orang gila!!!

Lalu di dalam yohanes 10 diatas, Yesus berkata kepada orang Yahudi, bahwa jika dia bilang Dia adalah “Anak Allah,” maka itu bukan suatu pelanggaran menghujat Allah, sebab di dalam kitab Perjanjian Lamapun tertulis bahwa kita adalah “allah.” Didalam ayat yang Yesus maksut ini juga dikatakan bahwa manusia adalah “anak Allah.” Jadi pandangan saya hingga saat ini, Yesus sudah menerangkan bahwa kata “anak Allah” itu sebenarnya tidak menyalahi aturan taurat dengan “menghujat Allah.” Ayat yang dimaksut Yesus adalah;

Mazmur 82:6

82:6Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. –

Tetapi walaupun sanggahan yang Yesus berikan adalah masuk akal, ya memang pada dasarnya orang Yahudi tidak suka dan mau mencari-cari kesalahan Yesus, jadi apapun dilakukan mereka.

Jika kita kembali kepada Yohanes 5 tadi, Yesus menerangkan mengapa Dia memanggil Allah adalah Bapa, itu karena hubungan yang khusus antara Anak dan Bapa. Dan hubungan yang khusus ini juga terjadi karena esensi yang sama, yaitu Yesus dan Bapa adalah Allah. Tetapi gelar Anak Allah disini dipakai Yesus untuk menunjukkan bahwa dia adalah Allah yang bertindak. Bapa adalah gelar yang dipakai sebagai Allah yang merancang. Bapa merancang, Anak bertindak.

Ketika seseorang merancang dan menggambar sebuah bangunan, orang itu dikatakan sebagai arsitek. Tetapi ketika orang itu selesai menggambar dan membangun rumah, orang itu bukan arsitek lagi, tetapi disebut tukang bangunan. seperti itulah analogi saya. Tentang hubungan antara Bapa dan Anak/Yesus, bisa dibaca didalam blog saya yang lain: Tritunggal/Trinitas Adalah monotheisme atau Polytheisme(Tritheisme)? dan Yesus Kristus Pahlawan Kesiangan??? (Keilahian Kristus)

Istilah Anak Allah yang diperuntukkan bagi Yesus mempunyai arti yang lebih dalam dari beberapa istilah anak Allah yang telah kita bahas sebelumnya. Yesus mempunyai gelar “Anak Tunggal Allah.”

Yohanes 1:18

1:18Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Mengapa disebut Anak Tunggal? Karena anak-anak Allah yang lainnya tidak sama seperti Yesus. Salah satu contohnya yaitu di dalam Yohanes 1:18 sendiri yang memakai istilah “Anak Tunggal Allah,” menerangkan bahwa hanya Yesus yang pernah melihat Allah, tidak pernah ada “anak-anak Allah” yang lain yang pernah melihat Allah. Dan Anak Tunggal Allah itu menyatakan kepada kita/manusia tentang Allah, artinya adalah: Yesus memberikan penyataan diri-Nya sebagai Allah yang bisa manusia rasakan. Jika manusia ingin mengerti pikiran Allah, maka kita dapat merasakannya dengan mengerti pikiran Kristus. Jika kita ingin merasakan pengajaran Allah, maka kita bisa dengan merasakan pengajaran Kristus. Jika kita melihat Kristus itu sama saja dengan melihat Allah. Jadi sampai sekarang saya percaya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, agar manusia bisa mengenal Allah di dalam natur manusia.

  • Kesimpulan saya

Telah kita bahas beberapa arti gelar anak Allah di dalam bahwa gelar anak Allah ini artinya adalah: Tidak diperanakkan dari daging/diperanakkan dari Roh, merupakan pilihan Allah. Maka tepatlah jika gelar Anak Allah dipakai kepada Yesus. Tetapi karena Yesus tidak sama dengan malaikat dan manusia maka Yesus adalah Anak Allah yang Tunggal, gelar-Nya adalah “Anak Tunggal Allah.”

Ketika Yesus dibaptis dan Bapa berkata “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia (Matius 17:5).” Itu bukan berarti anak sungguhan, karena Allah juga menamakan Israel dengan sebutan “anak.” bapa memakai gelar yang sudah biasa orang Israel tahu, bahwa Yesus itulah yang terpilih untuk keselematan manusia.

Waktu itu ada teman dari kepercayaan lain bertanya sembari ngeledek, “Kalo Yesus Anak Allah, kapan Allah kawinnya kok punya anak?” Saya tersenyum sambil ngeledek juga saya menjawab “Nah kamu sendiri ngaku-ngaku anak Semarang, kapan Semarang kawin lalu punya anak kamu? Semarang kawin sama Jakarta?” ^_^

Ada beberapa orang yang berdiskusi dengan saya bahwa “Anak Allah” disini menunjukkan adanya indikasi bahwa natur/hakekat Yesus dengan natur Bapa itu berbeda, Yesus adalah ya memang hakekatnya Anak Allah, Bapa hakekatnya ya Bapa. Jika istilah Anak dan Bapa menunjukkan suatu natur terntentu yang berbeda lalu berarti istilah “anak” dan “anak” mempunyai natur yang sama? Jika demikian maka menurut saya, Alkitab menjadi tidak konsekuen karena Malaikat juga disebut anak Allah, manusia juga disebut anak Allah. Apakah itu berarti hakekat manusia=hakekat malaikat=hakekat Yesus sebagai “anak Allah?”

Jadi sampai sekarang saya percaya bahwa “anak Allah” adalah gelar, bukan menunjukkan hakekat/natur.

9 Tanggapan

  1. kalau saya sih percaya dengan bahwa Nabi Isa itu rasul, bukan anak Allah….

    • @kereyoben

      anda menulis: kalau saya sih percaya dengan bahwa Nabi Isa itu rasul, bukan anak Allah….

      saya menanggapi: Silahkan saja pak kereyoben. Hak setiap orang untuk percaya apa yang dia anggap patut dipercayai. Karena anda tidak memberikan dasar untuk saya komentari maka saya tidak bisa banyak komentar disini. Sebagai pemercaya Anak Allah, saya hanya mengajak saudara apakah mau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat? Karena di dalam keyakinan saya, siap ayang percaya akan selamat. Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, karena di dalam ajaran kitab saya pun tidak ada ajaran untuk memaksa orang agar seiman dengan kita. Dari bahasa anda, saya menebak anda umat muslim, gak tau bener atau engga . Trimakasih buat komennya ^_^

  2. Butuh iman untuk bs percaya bhw Yesus adalah Allah yg menjadi manusia…tp blog ini benar2 bermanfaat untuk memahami Yesus sebagai anak Allah dlm pengertian logic hehhee bnr gk seh? :p

    • @ichi

      — anda menulis —: Butuh iman untuk bs percaya bhw Yesus adalah Allah yg menjadi manusia…tp blog ini benar2 bermanfaat untuk memahami Yesus sebagai anak Allah dlm pengertian logic hehhee bnr gk seh? :p

      — saya menanggapi —: Mengenai butuh iman atau tidak, sampai sekarang saya masih percaya bahwa untuk percaya Yesus memang butuh iman ^_^

      Mengenai logic, hemmm..gak tau juga ya pak, saya hanya menulis blog ini seperti yang ada di dalam pikiran saya, gitu aja sih. Tidak ada maksut khusus untuk memaparkan secara LOGIC.

      Saya sangat senang bila tulisan saya bisa membantu anda untuk memahami Yesus lebih lagi. Trimakasih ya untuk komennya ^_^
      Mengenai

  3. Terima kasih ya atas penerangannya saya merasa sangat di berkati sekali dengan Blog bapak,…Gbu..

    • @verry kalare

      anda menulis–> Terima kasih ya atas penerangannya saya merasa sangat di berkati sekali dengan Blog bapak,…Gbu..

      saya menanggapi–> Sama2 pak Verry Kalare, trimakasih juga buat komennya ^_^ GBU

  4. Thanks. Memang kita berhutang kalau tidak membukakan ini kepada orang lain. Allah telah merealisasikan janji penyelamatanNya. Wujud kebesaran KasihNya telah dia nyatakan dengan menjadi manusia agar dapat menjadi pengganti menerima murka Allah yang tidak dapat membiarkan dosa! Dosa akan dihukum oleh karena kekudusan Allah. Namun Kasih Allah dapat terealisasi karena kini manusia yang percaya kepada Anak Allah (Yesus Kristus) telah dibenarkan! Telah dipandang sebagai orang yang lunas dari hukuman dosa! Jadi Thanks banyak Daniel, tulisan ini telah banyak membuka kebenaran sejati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: